AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
GABRIEL DI OPERASI


__ADS_3

Terasa waktu berputar dengan begitu lambat, Gabriel masuk ke dalam ruang pemeriksaan. sekitar beberapa jam kemudian dia langsung dibawa keluar dan masuk menuju ruang operasi. salah satu dokter menjelaskan kepada Franco kalau Gabriel sudah bisa dioperasi sekarang juga.


"Kenapa harus terburu-buru, dokter. kita harus terburu-buru, tuan. kondisi Tuan Franco mungkin akan menurun jika tidak secepat mungkin melakukan operasi ini." jawab dokter.


Franco menandatangani surat tindakan operasi jantung Gabriel. jantung Annabelle berdebar begitu kencang, jantung itu berpacu dengan semua perasaan yang ada di hatinya. pria yang selalu bersamanya sudah masuk ruang operasi, antara hidup dan mati Annabelle harus selalu berdoa untuk pria itu.


"Aku harap Tuhan memberikan kita keajaiban." Annabelle berdoa dengan setulus hatinya.


Franco menatap Annabelle, pria itu tidak tahu apa yang harus dia katakan. "Kata dokter mereka tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam ruang operasi, kanker itu sudah memasuki tahap membahayakan." Franco menghela nafasnya dengan begitu berat. "Aku mohon kamu selalu bersama dengan Gabriel ketika dia sudah keluar dari ruang operasi."


"Aku akan selalu menjaganya, Tuan. anda jangan khawatir, dia adalah pria yang begitu berarti bagiku. dia satu-satunya orang yang memperhatikanku." kata annabelle yang menahan beribu sesak di hatinya.


"Maafkan aku jika aku memintamu seperti ini, maafkan aku jika aku memintamu untuk bersama dengan Gabriel." Franco tidak berani menatap Annabelle. dia tahu apa yang dia lakukan itu salah, tapi jika Annabelle bersama dengan Gabriel maka pria itu akan bertahan demi cinta yang dia rasakan untuk Annabelle.


Mungkin Annabelle tidak bisa menjawab, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya sembari meremas salah satu tangannya. "Mungkin ini yang terbaik untuk kita, tuan. mungkin perasaan yang aku miliki untukmu itu hanya sebatas perasaan yang bertepuk sebelah tangan." kata-kata yang keluar dari mulut Annabelle bagaikan pisau yang langsung menikam jantung Franco.


Bukan seperti itu yang dia inginkan, tapi Tuhan memberikan jalan seperti ini. Tuhan seperti ingin mengatakan kalau Annabelle dan Franco mungkin tidak akan bisa bersama selamanya. "Maaf jika aku membuatmu terluka, maaf jika aku menyakitimu tanpa aku sadari." setelah mengatakan itu Franco meninggalkan Annabelle. dadanya begitu sesak, jantungnya terasa diremas dengan sangat keras.


Annabelle berdiri di depan ruang operasi, menunggu Gabriel keluar dari ruangan itu. untuk pria yang selalu ada di saat dia butuhkannya, untuk pria yang selalu ada ketika dia merasakan kesedihan.


waktu berjalan.. satu jam telah berlalu, 2 jam 3 jam hingga beberapa jam lamanya. Gabriel masih belum juga keluar dari ruang operasi, Annabelle menunggu dengan begitu sabar. terlihat dari raut wajah Annabelle begitu lelah. wanita itu begitu binggung. begitu ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Gabriel.


"Makanlah dahulu." pinta Franco.


"Tidak terima kasih, aku tidak ingin makan. nanti saja aku makan." Annabelle menolak makanan yang diberikan oleh Franco. dua tangan yang saling meremas satu sama lain, kegalauan kegelisahan kebingungan ketakutan pencampur menjadi satu.


Sudah 6 jam operasi pengangkatan tumor otak Franco masih belum usai, sekitar 30 menit kemudian salah satu dokter keluar dari ruangan itu.


Franco langsung berlari, pria itu mendekati salah satu dokter yang keluar dari ruang operasi. "Dokter." Panggil Franco.

__ADS_1


"Bagaimana saudara saya, dokter?" tanya Franco kembali.


"Mungkin ada beberapa berita yang sangat tidak menyenangkan yang harus saya katakan kepada tuan." dokter pria itu begitu enggan untuk memberikan berita yang mungkin begitu tidak menyenangkan.


"Tolong katakan apa yang terjadi dengan saudara saya?" tanya Franco.


Dokter menjelaskan mengenai kondisi Franco, kondisi yang mungkin akan membuatnya kehilangan setengah memorinya. kondisi di mana Franco mungkin akan kehilangan setengah ingatannya, entah itu mengenai apa.


"Kenapa seperti itu, dokter." Annabelle yang bertanya.


"Kita tidak tahu, tapi yang jelas kanker itu sudah memasuki tahap yang sangat berbahaya. ketika kami melakukan operasi kami harus membuat keputusan yang sangat berat ini, jika tidak dilakukan kemungkinan besar dia akan meninggal. tapi jika dilakukan maka kemungkinan besar pula Dia kehilangan setengah memori hidupnya." jawab dokter.


Franco dan Annabelle tidak tahu apakah itu berita baik atau berita buruk, tapi mereka yakin Gabriel akan bertahan dengan semua kondisi yang dihadapi sekarang ini. Gabriel bukanlah orang yang akan patah semangat, seperti apapun hasilnya kedua orang itu hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Gabriel.


"Bagaimana jika tiba-tiba saja dia tidak mengingat kita atau mengingat kenangan lama kita, Tuan?" tanya Annabelle.


"Entahlah, Annabelle. melakukan pengobatan kanker seperti ini akan membutuhkan waktu yang lama, aku tidak tahu apakah kamu mau bertahan dengannya atau bagaimana. tapi yang aku minta padamu adalah tolong bertahan dengannya." Franco tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi.


"Untuk beberapa jam ke depan kalian berdua tidak bisa masuk ke ruangan Tuan Gabriel, jika kondisinya sudah membaik para perawat akan memanggil kalian." salah satu dokter memberitahu Franco dan Annabelle.


Di sebuah ruangan Franco dan Annabelle menunggu kabar mengenai kondisi Gabriel, dua orang itu benar-benar mengkhawatirkan pria yang sekarang berada di ranjang rumah sakit.


"Makanlah dahulu, Kalau kamu tidak makan kondisimu akan semakin menurun." pinta Franco.


"Aku baik-baik saja, Tuan. Jangan khawatir."


"Kalau kamu seperti ini terus bagaimana Kamu akan menjaga Gabriel." Franco memaksa Annabelle untuk makan. kondisi Annabelle terlihat begitu lelah, pikirannya juga tidak bisa dikatakan jernih karena dia memikirkan bagaimana kondisi Gabriel sekarang.


Cafe rumah sakit menjadi tempat Annabelle dan Gabriel melepaskan lelah mereka, Annabelle menghela nafasnya dengan begitu berat. berharap semua yang terjadi hari ini hanyalah sebuah mimpi.

__ADS_1


"Lebih baik kamu istirahat sebentar di ruang, tunggu nanti aku akan memanggilmu jika Gabriel sudah bisa dijenguk."


"Tidak, Tuan. aku akan menunggu Gabriel siuman terlebih dahulu, setelah itu aku akan beristirahat sebentar." jawab Annabelle yang kemudian meminum segelas air mineral.


Sepiring makanan sudah dipesan oleh Franco, pria itu memaksa Anabelle untuk mengisi perutnya. "Aku minta padamu makanlah sebentar, kalau kamu tiba-tiba sakit.. Lalu bagaimana kalau tiba-tiba Gabriel mencarimu?" mendengar perkataan Franco Annabelle langsung memakan makanan yang sudah dipesan oleh pria itu.


segelas orang jus juga dipesan oleh Franco, beberapa makanan lain untuk mereka bawa ke ruangan jika Gabriel sudah bangun.


"Apa semuanya akan baik-baik saja, tuan?" Annabelle bertanya lagi.


"Kita lihat apa yang akan terjadi pada Franco, Annabelle. kamu yakin kalau dia akan baik-baik saja kan? jadi Aku juga yakin dia akan bisa bertahan untukmu dan untuk kita semuanya."


Hari ini akan menjadi titik awal dari kehidupan Annabelle dan Franco, salah satu dokter tiba-tiba memanggil Franco dan Annabelle. ternyata kondisi Gabriel mengalami sedikit kemunduran, dokter yang ada di Singapura meminta Gabriel dibawa ke Amerika untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love

__ADS_1


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2