AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
MULAI MENGEJAR ANNABELLE


__ADS_3

KEESOKAN HARI


*PERUSAHAAN FRANS*


"Selamat pagi, tuan Gabriel.


"Selamat pagi, nona Diana." jawab Gabriel.


"Apakah Tuan Gabriel sedang sibuk?" tanya Diana kepada Gabriel yang sedang memeriksa beberapa pembukuan perusahaan.


"Memangnya ada apa, Nona Diana?" tanya Gabriel.


"Saya ingin sedikit berbincang-bincang dengan anda, ya mungkin saja kita bisa membicarakan mengenai perusahaan." jawab Diana.


"Saya masih banyak pekerjaan, saya harus melihat beberapa laporan perusahaan. jadi saya mohon maaf tidak bisa menemanimu untuk berbincang-bincang." jawab Gabriel.


"Kenapa pria ini sangat sulit untuk di ajak berbincang-bincang. Apakah dia pria normal atau tidak sih." gerutu Diana dalam hati.


Diana pergi dengan kekesalan, hari ini dia di usir, namun wanita itu tidak akan menyerah.


"Cih.. dasar wanita murahan." cibir salah satu karyawan.


SATU BULAN KEMUDIAN


*PERUSAHAAN FRANS*


"Kita berangkat, Annabelle." ajak Franco.


"Kita jadi pergi ke perusahaan Quantong, tuan?" tanya Annabelle.


"Iya, kita bertiga akan pergi ke sana." jawab Franco.


"Nona Annabelle." panggil salah satu karyawan.


"Ada apa?" tanya Annabelle.


"Nona Annabelle, ada buket bunga untukmu." jawab karyawan wanita.


"Buket bunga? buket bunga dari siapa?" tanya Annabelle.


"Saya tidak tahu, Nona. tadi salah satu kurir toko bunga datang kemari. katanya ini untuk Nona Annabelle." jawab karyawan wanita.


Tanpa mengatakan apapun Franco langsung mengambil buket bunga itu, dilihatnya buket bunga itu dari atas ke bawah.


"Kenapa tidak ada nama pengirimnya?" tanya Franco


"Saya tidak tahu, tuan." jawab karyawan wanita.


"Ini dari siapa?" tanya Annabelle.


"Saya tidak tahu, nona." jawab karyawan wanita yang kemudian berpamitan pergi.


"Jangan-jangan ini dari Gabriel? dia kan belum datang, Mungkin dia pagi-pagi sudah memberimu buket bunga." kesal Franco.


"Tapi tidak mungkin lah, Tuan. karena tuan Gabriel kalau memberi sesuatu langsung pada saya." jawab Annabelle.

__ADS_1


"Siapa yang tahu." Franco kemudian membawa buket bunga itu.


Siapa yang diberi dan Siapa yang menerima, namun yang jelas Franco tidak suka ada seseorang yang mulai memberi perhatian kepada Annabelle. Gabriel saja sudah membuatnya pusing ditambah satu orang lagi.


Sekitar 10 menit kemudian Gabriel sudah ada di perusahaan, pria itu menunggu Annabelle dan Franco keluar dari perusahaan.


"Kenapa kamu tidak masuk ke perusahaan?" tanya Franco.


"Nanti sudah naik turun lagi, daripada gitu aku nunggu kalian aja di bawah." jawab Gabriel yang kemudian memberi setangkai mawar merah kepada Annabelle.


"Tadi kan sudah mengirim buket bunga untuk Annabelle, ngapain sekarang diberi lagi?" tanya Franco.


"Buket bung? buket bunga yang mana?" tanya Gabriel.


"Nggak usah main-main, tadi buket bunga yang kamu kirim sudah aku terima." jawab Franco.


"Siapa yang ngasih buket bunga? ini bunganya baru aku kasih sama Annabelle. lagian ngapain pakai kirim-kirim segala, kan bisa langsung aku kasih sama dia. lagian apartemennya aja bersebelahan, ya kan Annabelle." senyum Gabriel.


Dari tempat yang sedikit jauh terlihat David menatap perusahaan milik Franco.


"Bagaimanapun aku akan mendapatkanmu kembali." ucap David yang kemudian pergi dari perusahaan Franco.


Di tengah kebisingan ketiga orang itu pergi ke suatu tempat, mereka akan mendatangi salah satu pengusaha yang berasal dari Cina. salah satu pengusaha kaya itu berjanji akan memberikan saham kepada Franco jika pria itu memberikan beberapa bantuan untuk salah satu perusahaannya.


"Apa Tuan Ernan tidak menghubungimu lagi?" tanya Franco kepada Gabriel.


"Oh.. Pria tua itu ya. Memangnya kenapa?" tanya Gabriel.


"Aku tidak suka sama putrinya itu, putrinya benar-benar sangat menyebalkan. dia seperti wanita murahan yang menjajakan tubuhnya di antara para pengusaha." jawab Franco.


"Nona Diana ya?" Annabelle langsung menengahi pembicaraan dua pria itu.


"Iya, Diana. wanita yang selalu mencari celah untuk mendekati seorang pria, seorang wanita yang terlihat tidak mempunyai moral sama sekali." jawab Franco.


"Kamu pernah bertemu dengannya ya?" tanya Gabriel.


"Pernah aku pernah dua kali bertemu dengannya, Tapi sayangnya pertemuan kedua itu langsung aku putus kontrak kerjasamanya dengan perusahaan Tuan Ernan. karena aku tidak mau ada urusan dengan putrinya yang tidak bermoral itu." jawab Franco.


"Memangnya tidak bermoral Bagaimana, Tuan?" tanya Annabelle.


Franco dan Gabriel saling menatap satu sama lain.


"Apa perlu Kami jelaskan, Annabelle?" tanya Gabriel.


"Tentu saja, tuan. maksudnya tidak bermoral itu apa sih?" Annabelle kebingungan.


Franco menatap Annabelle yang memang wanita muda itu terlihat sangat polos.


"Usiamu itu sekarang berapa, Annabelle." tanya Franco.


"Dua puluh tiga tahun, tuan. Memangnya ada apa Tuan?" tanya Annabelle.


"Umurmu itu seharusnya sudah tahu kenapa malah tanya?" tanya Gabriel.


"Ya nggak gitu sih, maksudnya itu tidak bermoral bagaimana? karena kata-kata tidak bermoral Itu bisa diartikan sebagai wanita tidak baik kan?" tanya Annabelle.

__ADS_1


"Tentu saja dia wanita yang tidak baik kalau wanita baik-baik saja, dia tidak akan mungkin mengganggu para pria. dia menyodorkan tubuhnya untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan mudah." jawab Franco yang membuat Annabelle langsung membulatkan kedua bola matanya.


"Kita sudah sampai." ucap Gabriel.


*HOTEL ROSEMARY*


"Ngapain kita ke sini, tuan?" tanya Annabelle.


"Orangnya ada di sini." jawab Gabriel.


"Kita temui orang itu lalu pergi." ucap Franco.


"Memangnya ada apa, tuan. kenapa kelihatannya terburu-buru sekali?" tanya Annabelle.


TUT..


Franco menelfon seorang pria yang mengajak mereka janjian.


"Sebenarnya Tuan Gabriel dan Tuan Franco ini menemui siapa sih? kelihatannya mereka benar-benar sangat marah." ucap Annabelle yang menatap Franco dan Gabriel yang terlihat begitu serius.


Tak berselang lama salah satu seorang pria mendatangi Franco dan Gabriel.


"Hahaha.. aku senang sekali kamu mau datang, Gabriel, Franco." ucap salah satu pria yang datang bersama dengan beberapa pria yang lain.


"Sudahlah, Joni. cepat katakan apa yang ingin kamu lakukan? apa yang kamu rencanakan?" tanya Franco.


"Hahaha.. kenapa kamu terburu-buru sekali, Franco. aku masih ingin melihatmu.. sebagai salah satu kerabat apa kamu tidak merindukan aku?" tanya pria yang bernama Joni.


"Sudahlah, Joni. kamu tidak usah mengatakan apapun, cepat berikan barang-barang itu. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu sukses dengan semua rencana busukmu itu." Gabriel nampak mengancam si pria.


"Berikan uang yang sudah aku minta. jadi cepat berikan uang itu setelah itu aku akan memberikan barang-barang ini." jawab Joni.


"Aku tidak akan pernah mau memberikan barang-barang itu, karena aku ataupun Gabriel tidak pernah melakukan hal itu. jebakanmu tidak akan pernah berhasil, kamu baru keluar 1, 2 tahun dari penjara kan. Apa kamu mau membusuk lagi di penjara?" tanya Franco dengan sorot mata yang benar-benar sangat menakutkan.


"Kenapa kamu marah seperti itu, Franco. apa kamu ingin karirmu hancur dalam sekejap aku tidak akan segan-segan menghancurkan kalian berdua karena kalian sudah membuatku membusuk di penjara jawab Joni.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2