
"Dasar wanita pelacur!!!" seru Lucia.
BRAKK!!
Lucia langsung menggebrak pintu kamar Annabelle dengan amarah yang menggebu-gebu. wanita itu langsung memasuki kamar Annabelle.
"Dasar wanita pelacur! wanita murahan! beraninya kamu menggoda kekasihku!" teriak Lucia.
"Kamu masuk seperti orang yang tidak mempunyai sopan santun sama sekali." ucap Annabelle.
"Apa yang kamu katakan? beraninya kamu mengatakan hal itu padaku!" seru Lucia.
"Heh...," David menghela nafasnya. pria itu menatap Lucia yang masuk ke kamar Annabelle tanpa sopan sama sekali.
"Dasar wanita pelacur! kamu itu wanita pelacur! wanita murahan tidak tahu diri!!" seru Lucia.
Terlihat Annabelle tidak ingin berdebat dengan Lucia, dia nampak tersenyum sembari memakan makanan yang dibawakan oleh David.
"Kamu menghinaku ya?!" teriak Lucia.
Annabelle tidak bergeming, dia masih dengan tenang makan makanan yang dibawakan oleh David.
"Dasar wanita murahan!!" teriak Lucia yang hendak mendekati Annabelle. salah satu tangannya sudah terangkat, wanita itu ingin memukul wajah Annabelle.
"Berhenti!!" seru David dengan suara yang begitu keras.
Lucia langsung menghentikan pergerakan tangannya, wanita itu menatap David yang berteriak padanya.
"Ada apa denganmu, sayang?" tanya Lucia.
"Berhenti!! kamu ini benar-benar selalu membuat masalah. Tidak bisa kah kamu diam sebentar?" tanya David.
"Apa aku harus diam saja ketika wanita ini mengganggumu? menggodamu?" tanya Lucia.
"Aku hanya ingin berterima kasih karena Annabelle sudah merawatku saat aku sakit. bisakah kamu tidak membuat masalah? Aku tidak ingin berbuat kasar padamu, jadi berhentilah." pinta David.
Mendengar perkataan David yang memojokkan dirinya tentu saja Lucia marah. dia dipermalu lakukan oleh David di depan Annabelle.
"Jangan-jangan kamu terbuai rayuan wanita pelacur ini?" tanya Lucia sembari menunjuk wajah Annabelle.
"Aku diam bukan karena aku takut padamu, aku sudah capek berurusan denganmu. jadi Bisakah kamu memberiku waktu untuk bersantai? Aku ingin makan, aku lapar.. Aku baru pulang dari luar kota." Annabelle yang kemudian meminta Lucia keluar dari kamarnya.
"Dasar wanita murahan tidak tahu diri! kamu berani mengusirku?! ini adalah rumahku!!" teriak Lucia dengan sangat keras.
Annabelle menunjukkan senyum sinisnya, tatapan matanya menatap Lusia seperti wanita yang ada di depannya itu adalah wanita murahan.
"Lebih baik kamu pergi dan bawa wanita kesayanganmu ini keluar, aku capek Aku mau istirahat." ucap Annabelle.
__ADS_1
"Dasar wanita tidak tahu diri!" seru Lucia yang langsung mengarahkan tangannya ke pipi Annabelle.
David langsung mencekal tangan Lucia dan menatap wanita yang ada di depannya itu.
"Sudah aku katakan jangan buat masalah, aku capek aku baru sembuh dari sakitku. Apakah aku harus mendengar teriakanmu setiap hari? benar apa yang dikatakan Annabelle, kamu seperti wanita tidak mempunyai sopan santun dan etika. kamu selalu berteriak seperti kamu ini wanita gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa." David kemudian berdiri. pria itu langsung menarik tangan Lucia dengan sangat kasar.
"Kamu beristirahatlah dahulu, nanti aku ingin berbicara sesuatu." ucap lembut David yang kemudian membawa Lucia keluar dari kamar Annabelle.
Annabelle yang melihat hal itu seketika senyum kemenangan nampak di wajahnya, perlahan-lahan namun pasti semua akan berjalan pada tempatnya.
"Kamu tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan, kalian berdua akan kubuat menderita." ucap Annabelle yang kemudian menyelesaikan makan.
David sendiri terlihat pria itu menarik kasar tangan Lucia.
"Lepaskan aku, sayang! lepaskan!!!" teriak Lucia.
David menghempaskan tangan Lucia dengan begitu kasar. "Bisakah kau bersikap seperti wanita berpendidikan?" tanya David.
"Apa maksudmu berkata seperti itu, sayang?" tanya Lucia.
"Aku bertanya padamu, Bisakah kamu bersikap seperti wanita berpendidikan?" tanya David.
"Tentu saja aku bisa melakukan hal itu, Sayang. Aku ini adalah wanita berpendidikan, Aku adalah wanita yang mempunyai status tinggi. Kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Lucia.
Pertanyaan yang diajukan oleh David membuat wanita itu benar-benar sangat kesal.
"Ingin hati pria itu berbicara dengan Annabelle berdua sembari berbincang-bincang kecil sebagai rasa terima kasihnya kepada wanita yang masih istrinya itu.
"Sayang! sayang! Kenapa kamu melakukan hal ini padaku!" teriak Lucia.
David tidak menghiraukan perkataan Lucia.
"Jika Nyonya Lucia mengganggu Nyonya Annabelle, kalian langsung telepon aku." perintah David.
"Baik, Tuan." jawab pelayan.
Akhirnya David keluar dari rumah dengan Amarah yang tidak bisa terkata lagi, pria itu perlahan-lahan mulai muak dengan sikap yang ditunjukkan oleh Lucia. berbalik perbandingan David perlahan-lahan mulai merasa nyaman dengan wanita yang sudah dia campakkan selama 3 tahun itu.
Di salah satu diskotik David mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Sudahlah, tuan. tuan tidak usah menghiraukan Nyonya Lucia." ucap Joseph.
"Bagaimana aku tidak menghiraukan wanita itu, Josep. perlahan-lahan perasaanku ini mulai berubah, perlahan-lahan perasaanku ini mulai merasa lelah." jawab David.
"Apa Tuan David mulai jatuh cinta sama istri Tuan itu?" tanya Joseph.
"Aku tidak tahu, Joseph. tapi yang jelas sekarang aku nyaman dengan istriku itu." jawab David.
__ADS_1
"Tapi.. mungkin Tuan akan terluka jika tuan ditolak oleh Nyonya Annabelle." ucap Joseph.
"Pantas dia menolakku, Joseph. gadis yang begitu baik.. aku nikahi dia, aku bawa pulang ke rumah bukan ku jadikan istri malah ku jadikan bahan siksaan dan pelampiasan amarahku. Aku tidak pernah menganggapnya sebagai wanita yang kucintai, aku selalu menyiksanya aku selalu mencampakkannya Bahkan aku berselingkuh di depannya." jawab Davi.
"Lalu, apa yang akan Tuan lakukan?" tanya Joseph.
"Aku akan berusaha untuk mendapatkan perhatian dari wanita itu, Josep. Aku ingin menjadi pria yang memiliki hati." jawab David.
Josep menatap Bosnya itu, 3 tahun lebih bersama Lucia namun sekarang dia malah jatuh cinta kepada istrinya. Lalu ke mana saja pria itu selalu selama ini? wanita yang dia campakkan selama 3 tahun namun sekarang dia baru jatuh cinta, apa mungkin wanita itu mau menerimanya? Apa mungkin wanita itu memaafkannya? Joseph menghela nafasnya dengan begitu dalam.
Tadi Joseph sudah mendapatkan pesan dari Lucia mengenai foto-foto dirinya dan Lucia di beberapa tempat.
"Oh ya, tuan. Bagaimana dengan foto-foto itu?" tanya Joseph.
David menghela nafasnya kembali.
"Aku tidak tahu, Joseph. Aku tidak tahu, aku benar-benar mencintai Wanita itu. aku memberikan segalanya padanya namun dalam sekali hembusan saja terasa hatiku hancur. wanita itu membuatku patah Hati, aku begitu mempercayainya.. namun ketika melihat foto-foto itu hatiku bagaikan bebatuan yang dihancurkan." jawab David.
"Lalu, apa Tuan akan memaafkan Nyonya Lucia begitu saja?" tanya Joseph.
"Aku tidak tahu, Joseph. Aku tidak tahu tapi yang jelas aku masih memiliki perasaan padanya. aku masih mencintainya." jawab David.
Jawaban yang begitu membingungkan bagi Josep, dengan terang-terangan Lucia berkhianat bahkan wanita itu menggoda orang kepercayaan Joseph yang begitu bodoh. Tentu saja dia akan langsung termakan rayuan Lucia.
"Tuan, lebih baik anda pulang ini sudah sore. apa Tuan tidak ingin beristirahat?" tanya Joseph.
"Aku tidak ingin pulang, Joseph. Aku tidak ingin pulang, aku ingin menghabiskan waktuku di sini saja. kalau aku pulang aku akan melihat wajah Lucia." jawab David.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1
****