AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
MEMBERI HUKUMAN


__ADS_3

"Maaf.. maafkan aku, David!!" seru Lucia.


"Sudah berapa lama kalian berselingkuh?" tanya David.


Lucia terdiam..


Joseph juga terdiam dan tidak berani menjawabnya.


"Sudah berapa lama kalian melakukan hal ini di belakangku?!!" seru David mulai marah.


"Ini semua salah paham, Sayang. ini salah paham." jawab Lucia.


"Salah paham, kau bilang salah paham?! salah paham apanya, aku sudah melihat apa yang kalian lakukan. jika aku tidak mempunyai mata.. kau bisa membohongiku, Aku mempunyai mata. dua bola mataku Ini melihat dengan jelas." jawab David.


"Dengarkan aku, sayang. dengarkan." Lucia mencoba untuk memohon.


"Jika kamu berani menyentuhku lagi, aku akan melemparmu. kamu sudah berani menghianatiku kamu benar-benar menghianatiku bersama dengan orang kepercayaanku! kalian berdua adalah orang brengsek. aku memberi kalian makan aku memberi kalian segalanya. seperti inikah yang kalian berikan padaku, beraninya kalian menusukku dari belakang!!" seru David kembali.


"Dengarkan aku, sayang. dengarkan.. aku tidak pernah menghianatimu, ini cuma salah paham." Lucia terus mengelak.


"Hahaha..., aku tidak pernah mengira kalau kamu wanita busuk. wanita brengsek yang sudah mengkhianatiku dan membohongiku selama ini. aku yakin kalian berselingkuh di belakangku sudah lama. benarkan Josep?" tanya David.


Joseph terdiam, pria itu sangat tahu betul Seperti apa David.


"Maafkan saya, tuan. Maafkan saya." Josep hanya bisa menjawab kata-kata itu berulang kali.


"Maaf.. kamu bilang maaf, Josep? kamu bilang maaf? beraninya kamu mengatakan hal itu padaku, kamu sudah mengkhianatiku, Joseph. Kalian berdua sudah menghianatiku!!" seru David dengan suara yang begitu Menggelegar.


Empat anak buah David menatap pria itu dengan tatapan marah mata yang benar-benar tidak bisa dikatakan.


"Betapa bodohnya aku menyimpan wanita hina sepertimu, aku menghina wanita yang sudah aku nikahi. aku mencampakkannya, aku menghianatinya, aku sudah memberikan segalanya padamu tapi hasilnya seperti ini." ucap David.


BRAKKK!!!


PRANGG!!


David menghancurkan apapun yang ada di depannya, pria itu begitu frustasi. salah satu tangannya menjambak rambutnya sendiri.


"Kalian seharusnya Aku bunuh, tapi..," ucap David.


Pria itu menatap Joseph dan Lucia dengan tatapan mata pembunuh, dia begitu mencintai Lusia dengan semua perasaannya. dia mencampakkan wanita yang begitu mencintainya, namun ketika dia ingin mendapatkan cinta itu malah dia mendapatkan kenyataan kalau ternyata wanita yang dia cinta itu telah menghianatinya selama ini.


"Kalian puaskan diri kalian bersama wanita ini, wanita ini adalah wanita pelacur. kalian gunakan dia sesuka hati kalian." perintah David yang kemudian keluar dari ruangan gelap itu.


"David! David! Apa yang kamu lakukan, David!!" seru Lucia dengan teriakan yang begitu keras.

__ADS_1


David akhirnya melakukan kekejaman, dia akan menghancurkan wanita yang pernah dia cintai dahulu. wanita yang begitu dia puja, begitu dia harapkan dengan segala perasaan cintanya.


"Aku akan memberikanmu hukuman yang sangat setimpal, kamu sudah menghancurkan hatiku. kamu sudah menghancurkan segalanya..," ucap David yang kemudian melajukan mobilnya entah pergi ke mana.


waktu mulai berjalan, satu minggu kemudian Annabelle tinggal di apartemennya sendiri.


"Kalian sudah mencari tahu di mana keberadaan mantan istriku?" tanya David.


"Sudah, tuan. Nyonya Annabelle tinggal di salah satu apartemen mewah." jawab anak buah David.


"Baguslah kalau begitu kalian berikan alamatnya. Oh ya, kalian pantau terus apa yang dilakukan oleh wanita itu." minta David.


"Baik, Tuan." jawab anak buah David.


Di perusahaan Frans terlihat Gabriel menemui salah satu rekan bisnisnya, pria tua berusia sekitar 55 tahun yang datang bersama dengan putrinya yang sangat cantik.


"Aku harap kamu mau makan malam bersama kami, Gabriel." ucap tuan Ernan.


"Saya mohon maaf, tuan Ernan. saya tidak bisa menerima ajakan anda karena saya ada janji dengan seseorang." jawab Gabriel.


"Apakah demi kerjasama Kita anda tidak bisa menunda janji itu?" tanya Tuan Ernan kepada Gabriel.


"Saya tidak ingin wanita yang saya cintai terluka karena saya membatalkan janjinya, Saya adalah pria yang menepati janji. Jadi saya mohon maaf jika saya harus menolak permintaan Tuan Ernan." jawab Gabriel dengan tegas.


Tuan Ernan menatap Gabriel.


"Kalau begitu aku akan meminta Anda lain waktu makan malam bersama saya dan putri saya." pinta Tuan Ernan.


"Tentu, Tuan." jawab Gabriel yang tersenyum.


Tuan Ernan pergi bersama putrinya yang bernama Diana, wanita berusia sekitar 29 tahun itu menatap Gabriel dengan tatapan mata yang benar-benar begitu terpukau.


"Apa pria itu sudah mempunyai kekasih, Papa?" tanya Diana kepada ayahnya.


"Aku kurang tahu, Diana. tapi kamu dengar sendiri kan kalau Gabriel bilang dirinya sudah mempunyai wanita yang dia cintai." jawab tuan Ernan.


"Kenapa ini harus terjadi, papa padahal aku benar-benar menyukai pria itu, pria itu benar-benar begitu hebat menarik dan membuatku begitu terpesona." ucap Diana.


"Kamu selalu saja bersikap seperti itu, kenapa kamu tidak mencari pria lain saja? kalau kamu membuat masalah bisa-bisa kerjasama antara perusahaan papa dan perusahaan Tuan Franco bisa ada kendala." jawab Tuan Ernan.


"Secantik apa memangnya wanita itu hingga membuat Tuan Gabriel tidak mau melirikku?" tanya Diana.


"Kamu kira papa ini detektif, mana Papa tahu." jawab Tuan Ernan.


"Jika aku bisa menikahi pria itu.. papa akan sangat senang." ucap Diana.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" tanya Tuan Ernan.


"Tentu saja, dengan begitu papa mempunyai menantu yang sangat luar biasa. sangat hebat dan sangat pandai berbisnis." jawab Diana.


"Kalau masalah itu aku tahu, karena memang Gabriel sangat hebat sama seperti Franco." jawab tuan Ernan.


"Maka dari itu Papa harus membantuku mendapatkan pria itu, jika pria itu menjadi menantu papa.. papa akan sangat bangga, apalagi aku tahu Dia adalah pengusaha muda yang mempunyai begitu banyak kekuasaan di dunia bisnis." otak licik Diana mulai bekerja.


"Sudahlah, kamu tidak usah menceramahi papa. lebih baik kita pulang dahulu." tuan Ernan mengajak putrinya untuk pergi.


Di dalam perusahaan FRANS, Annabelle hendak keluar bersama dengan Gabriel. Franco hari ini ke rumah sakit untuk melakukan beberapa pengecekan ulang.


"Apa Tuan Franco akan baik-baik saja?" tanya Annabelle.


"Tentu saja dia baik-baik saja, dia itu bukan anak kecil." jawab Gabriel.


Annabelle dan Gabriel pergi keluar, mereka hanya makan siang di sekitar perusahaan karena Annabelle adalah wanita yang disiplin pekerjaan.


"Oh ya, Annabelle. beberapa hari yang lalu apa ada tamu di rumahmu?" tanya Gabriel.


"Tidak, Memangnya kenapa?" tanya Annabelle kembali.


"Beberapa hari yang lalu aku melihat beberapa pria mondar-mandir di depan apartemenmu." jawab Gabriel.


"Tuan Gabriel jangan menakut-nakutiku ya." ucap Annabelle.


"Siapa yang menakut-nakutimu. aku bicara beneran kok, maka dari itu aku tanya padamu. Apa kamu punya janji dengan seseorang?" tanya Gabriel kembali.


"Tidak, aku tidak punya janji sama siapapun." jawab Annabelle yang mulai sedikit tidak nyaman.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love

__ADS_1


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2