
Franco terus mencari tahu siapa orang yang sudah melakukan teror kepada Annabelle,
"Aku tidak yakin jika orang itu masih memiliki hati. tapi yang jelas dia mungkin orang gila yang tidak mempunyai otak." ucap Franco.
Franco meminta anak buahnya untuk mencari tahu siapa orang yang sudah meneror Annabelle.
"Tuan." panggil anak buah Franco.
"Ada apa?" jawab Franco.
"Saya mendapatkan sebuah informasi yang sangat penting." jawab anak buah Franco.
"Memangnya ada apa?" tanya Franco.
"Tuan, Saya mendengar sebuah kabar yang mungkin akan membuat tuan tidak akan percaya." jawab anak buah Franco.
"Maksudmu apa, Roni?" tanya Franco.
"Saya beberapa hari yang lalu mendapatkan informasi mengenai adik dari tuan Joni." jawab Roni.
"Adik dari Joni? maksudmu Silia?" tanya Franco.
"Benar sekali, tuan saya mendapatkan sebuah informasi kalau nona Silia berjalan-jalan di sekitar pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari tempat tinggal tuan." jawab Roni.
"Maksudmu?" Franco nampak tidak mengerti juga tidak percaya.
"Saya mendengar kalau wanita itu tidak seperti wanita gila, Bahkan dia terlihat seperti wanita normal yang tidak mengalami gangguan jiwa sama sekali." jawab anak buah Franco.
"Kalau begitu kamu Cari tahu mengenai wanita itu, karena aku juga mempunyai kecurigaan ketika dia didiagnosa mengalami kegilaan. jika itu terjadi maka kita akan tahu apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu." ucap Franco.
"Baik, Tuan. Saya akan meminta beberapa anak buah saya untuk mencari tahu mengenai kejadian beberapa tahun yang lalu." jawab anak buah Franco.
Jika benar apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu, maka Franco dapat menarik kesimpulan kalau kejadian beberapa tahun itu memang benar-benar jebakan yang dibuat oleh seseorang. namun sampai sekarang pun perangko tidak tahu siapa yang menjebaknya, kejadian itu begitu cepat begitu mengerikan bahkan Franco tidak pernah berpikir kalau dia akan jadi pembunuh. tinggal di penjara beberapa bulan kemudian dia terbukti tidak bersalah bersama dengan Gabriel.
"Heh.. Mengapa kasus yang sudah selesai beberapa tahun yang lalu itu muncul kembali? semuanya sudah terbukti kalau aku dan Gabriel tidak bersalah." ucap Franco.
Setelah dari bertemu dengan anak buahnya Franco melihat beberapa hasil tes dari kesehatan Gabriel, dokter sudah mengatakan kalau Gabriel harus segera dioperasi agar nyawanya bisa diselamatkan. jika terus ditunda nyawa Gabriel akan dalam bahaya..
"Kenapa semuanya serumit ini? di sisi lain aku harus melindungi Annabelle, aku harus melindungi wanita yang mulai menempati hatiku. namun di sisi lain Kenapa aku begitu sakit, aku tidak akan mampu melepaskannya untuk Gabriel." Franco yang benar-benar merasakan frustasi yang begitu luar biasa. dia bagaikan berdiri di persimpangan jalan yang tidak tahu harus kemana. Jika dia memilih jalan yang satu maka mungkin jebakan akan menantinya.
*KEDIAMAN FRANCO WILSON*
RUANG TENGAH
"Kenapa kamu tidak mau makan?" tanya Gabriel.
__ADS_1
"Aku tidak ingin makan, Annabelle. Aku kurang enak badan." jawab Gabriel.
"Kalau tidak makan tubuh akan malah sakit, bagaimana kalau aku buatkan sesuatu lalu aku menyuapimu?" tanya Annabelle.
Gabriel begitu bersemangat saat mendengar kata-kata yang du ucapkan oleh Annabelle.
"Kamu benar-benar wanita yang sangat luar biasa, Annabelle. tidak salah jika aku mencintaimu." ucap Gabriel.
Annabelle tersentak, dia menatap Gabriel yang memang selama ini begitu baik dan tulus padanya. tiba-tiba saja Annabelle teringat kata-kata yang diucapkan oleh Franco, pria itu memintanya untuk menjaga Gabriel. ada sedikit rasa sakit di hati Annabelle ketika Franco memintanya untuk menjaga sepupunya. padahal pria itu tahu kalau Annabelle memiliki perasaan kepadanya.
"Kenapa semuanya harus seperti ini, kenapa semuanya seperti buah simalakama." ucap Annabelle yang kemudian menatap kulkas yang ada di depannya.
"Nona Annabelle mau masak apa?* tanya salah satu pembantu.
"Oh ini.. tidak aku sebenarnya... aku mau memasak untuk Tuan Gabriel, katanya dia tidak enak badan." jawab Annabelle.
"Apa Nona memasak untuk Tuan Gabriel?" tanya pembantu.
Annabelle menganggukkan kepalanya, beberapa bahan makanan disiapkan oleh pembantu yang ada di rumah, masakan apapun jika itu adalah masakan yang penuh cinta Mungkin rasanya akan sangat luar biasa sekitar beberapa menit kemudian Annabelle sudah membawa makanan yang dia masak untuk Gabriel.
"Baunya harum sekali?" tanya Gabriel.
"Sebenarnya ini cuma roti panggang yang aku kasih sayur sama beberapa bahan makanan." jawab Annabelle.
"Kenapa sikapmu begitu berbeda hari ini?" tanya Gabriel.
Annabelle menggelengkan kepalanya.
"Kamu benar-benar tidak mau menjawabnya?" tanya Gabriel.
Annabelle meletakkan piring yang dia bawa, wanita itu memegang salah satu tangan Gabriel.
"Ada apa?" tanya tanya Gabriel yang sedikit penasaran.
"Jika aku meminta sesuatu.. Apakah kamu mau mengabulkan permintaanku?" tanya Annabelle.
"Memangnya kamu memiliki permintaan apa?" tanya Gabriel kembali.
Annabelle harus menata kata-katanya, sesaat kemudian wanita itu menatap Gabriel.
"Tolong lakukan operasi untuk mengangkat tumor yang ada di otakmu." jawab Annabelle.
DEG..
Gabriel sangat tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Annabelle.
__ADS_1
"Apa.. apa maksudmu, Annabelle?" tanya Gabriel yang kebingungan.
"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu tidak sengaja aku melihat hasil laporan medis rumah sakit. Aku melihat semua yang ada di laporan itu. Aku tidak pernah mengira kalau kamu sakit kanker otak." jawab Annabelle.
Gabriel semakin kebingungan saat Annabelle mengatakan hal itu.
"Lalu Dari mana kamu tahu kalau aku tidak mau operasi?" tanya Gabriel.
"Aku menyimpulkannya sendiri, di beberapa berkas dari rumah sakit tertera tanggal yang ada di sana. tidak mungkin kan Jika kamu mau melakukan operasi satu tahun yang lalu kamu masih kesakitan seperti ini." jawab Annabelle.
Gabriel langsung terdiam, pria itu menghembuskan nafasnya kemudian menundukkan kepalanya.
"Aku masih belum siap untuk melakukan operasi, Annabelle. aku masih belum siap untuk menerima hasil akhirnya." jawab Gabriel.
"Apa yang kamu takutkan?" tanya Annabelle.
Gabriel tidak menjawab, pria itu hanya diam tanpa bisa mengatakan apapun.
"Tolong lakukan operasi Itu demi aku, tolong lakukan semuanya untukku. kamu harus bisa bertahan demi aku. kamu harus bisa berjuang untukku." ucap Annabelle.
kata-kata yang begitu mengejutkan bagi Gabriel, kata-kata yang begitu membuat Gabriel tersentak luar biasa. Gabriel tidak mengatakan apapun namun pria itu menatap Annabelle dengan tatapan mata yang begitu dalam.
"Kamu tahu, Annabelle. Aku tidak mau melakukan operasi itu karena aku ingin melihatmu karena aku ingin bersamamu, aku tidak mau jika tiba-tiba aku menutup mataku, aku ingin sekali berjuang untuk mendapatkan dirimu." ucap Gabriel.
Annabelle memegang salah satu tangan Gabriel. "Kalau begitu berjuanglah demi aku, lakukan operasi itu. aku akan selalu bersamamu, kamu tidak boleh memikirkan hasil dari operasi itu. Tapi kamu harus tahu Kamu adalah pria kuat. Kamu adalah pria hebat, Jadi tidak mungkin kamu akan dikalahkan oleh penyakit itu, jadi aku mohon lakukan operasi itu untukku, berjuanglah untukku dan tetaplah hidup di sampingku." jawab Annabelle yang kemudian tersenyum.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1