
"Aku benar-benar tidak mengira kamu akan mengatakan hal itu." ucap Franco.
"Kenapa aku harus diam? jika mereka menghinaku Maka aku harus membalas penghinaan mereka. satu tahun aku diam, 2 tahun aku pergi, sekarang Sudah cukup aku mendengar semua penghinaan mereka. aku tidak akan membiarkan mereka bersenang-senang di atas lukaku." jawab Annabelle.
Setelah dari berpusat pusat perbelanjaan Annabelle kembali, terlihat wanita itu hanya tersenyum mengingat Apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Oh ya, apa kamu mau aku temani?* tanya David.
"Memangnya kenapa harus ditemani, Tuan?" tanya Annabelle.
"Mungkin saja mereka akan berbuat sesuatu padamu." jawab Franco.
"Tenang saja, Tuan. jika mereka mau melakukan sesuatu Aku tidak akan membiarkannya. lagi pula mereka itu adalah orang-orang yang sangat menyebalkan." jawab Annabelle.
"Ya sudah kalau begitu, Aku pergi dulu nanti kalau ada apa-apa kamu langsung kabari aku." pinta Franco.
"Tenang saja, aku akan baik-baik saja kok." jawab Annabelle yang kemudian masuk ke rumah.
Sekitar beberapa menit kemudian David dan Lucia juga sampai di rumah, sepasang kekasih gelap itu menatap Annabelle yang juga sudah sampai di rumah.
"Aku yakin wanita itu memeras anak sambung bibimu itu." ucap Lucia.
"Aku tidak peduli, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan." jawab David.
Sekitar 1 jam kemudian Annabelle sudah berada di dapur, dia membuat makanan yang begitu dia rindukan.
"Kelihatannya kamu senang sekali bersama dengan pria itu." sindir David yang sudah berada di dapur. pria itu melihat Annabelle memasak sesuatu.
"Kenapa kamu harus memikirkan hal itu, sayang. Aku mau bersama siapapun itu biarkan saja, lagi pula aku tidak pernah mengusikmu bersama jalangmu itu kan?" jawab Annabelle.
David sedikit marah, seketika pria itu menarik salah satu tangan Annabelle. wajah yang saling berhadapan, hembusan nafas yang saling menerpa.
"Apakah kamu pernah bercinta dengannya?" tanya David.
Annabelle tersenyum ketika mendengar perkataan David.
"Aku ini masih wanita yang memiliki hati, aku ini wanita yang masih mempunyai moral. aku tidak sepertimu, bercinta dengan kekasih gelapmu di depanku." jawab Annabelle yang kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah David.
DEG..
DEG..
seketika jantung David berdebar begitu kencang, pria itu menatap wajah Annabelle. bibir merah merona kedua bola mata bulat sempurna dengan pesona wajah yang benar-benar luar biasa. entah ke mana saja David selama ini dia tidak pernah melihat wajah Annabelle secara dekat seperti hari ini.
__ADS_1
"Jangan pernah kamu berusaha untuk melawanku, Jika kamu melakukannya kamu akan tahu seperti apa aku." David yang kemudian mendorong tubuh Annabelle.
"Tenang saja, Sayang.. aku sudah tahu Seperti apa dirimu, Kamu tidak usah memperingatkan aku. pria bejat dan tidak tahu diri sepertimu itu tidak pantas mengatakan hal itu padaku." jawab Annabelle.
David sedikit marah, pria itu mengangkat salah satu tangannya ke arah Annabelle. seketika Annabelle mengangkat pisau yang ada di tangannya.
"Jangan main-main, sayang. Aku ingin tahu lebih cepat mana pisau ini dan tanganmu, akan lebih sakit mana pisau ini dan tanganmu." ucap Annabelle sembari tersenyum.
Senyum yang ditunjukkan oleh Annabelle membuat David tidak mampu memalingkan wajahnya, jantungnya tiba-tiba berdebar kembali. terasa begitu menghimpit saat dia melihat senyum yang ditunjukkan oleh istrinya itu.
"Jangan pernah mengusikku, Pergilah dari sini." ucap David.
"Kalau aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku. Aku akan pergi dari sini, sayang. lagi pula jika aku pergi dari sini kamu harus membayar kompensasi lebih dari 50%. apakah kamu sanggup?" senyum menggoda ditunjukkan oleh Annabelle.
Salah satu tangan wanita itu menyentuh dagu David dengan begitu lembut. "Ini wajah yang pernah aku cintai, wajah yang begitu membuatku tergila-gila." ucap Annabelle yang kemudian meninggalkan David.
Hembusan nafas David terasa tercekat, senyum yang begitu menggoda itu membuat debaran yang begitu tak terkendali.
"Kenapa tiba-tiba seperti ini." ucap David yang terlihat membuka satu kancing bagian atas bajunya. wajahnya terasa panas, jantungnya berdebar tak terkendali. seketika David mengambil air mineral dia mencoba untuk menetralkan debaran jantung yang tidak terkendali itu.
"Wanita ini benar-benar sudah berubah, dia jauh berubah.. dia sangat berbeda dengan wanita yang dulu aku kenal." David menatap Annabelle yang sudah pergi.
Malam sudah mulai menunjukkan dirinya, perlahan-lahan Annabelle juga mulai makan dengan beberapa bahan makanan yang sudah dia buat di ruang tengah. Annabelle nampak bersantai dengan semua pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Wanita itu melihat Annabelle sedang makan sembari mengerjakan beberapa pekerjaannya.
"Pergilah dari sini, jangan mengusikku. aku sedang mengerjakan pekerjaanku." usir Annabelle.
"Dasar wanita tidak tahu diri, berarti sekali kamu mengusirku. ini adalah rumahku!" seru Lucia.
"Kenapa kamu harus mengatakan hal itu, semenjak Kapan Ini rumahmu? yang Aku tahu Ini rumah suamiku.. berarti ini rumahku." jawab Annabelle dengan begitu santai sembari memakan makanan yang barusan dia buat.
David keluar dari salah satu ruangan, pria itu melihat Annabelle yang bekerja begitu tekun sedangkan Lucia hanya wanita yang selalu menjadi parasit.
BYURR..
tiba-tiba Lucia langsung menyiram beberapa berkas yang dikerjakan oleh Annabelle dengan minuman yang dia bawa. Annabelle yang melihat hal itu seketika dia marah, dia menatap Lucia dengan semua unek-unek yang sudah dia simpan.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!" teriak Annabelle dengan suara yang begitu keras.
GREPP..
Tanpa bisa menahan emosinya seketika Annabelle menjambak rambut Lucia dengan kekuatan yang sangat luar biasa. wanita itu mendapatkan perlakuan yang super duper menakutkan dari Annabelle.
__ADS_1
"Aku sudah memeras otak untuk mengerjakan ini semua, beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" teriak Annabelle yang kemudian mencakar wajah Lucia.
"Aaaa!!!"
suara teriakan Lucia ketika salah satu pipinya dicakar oleh Annabelle. kekesalan Annabelle sudah Di luar batas dengan amarah yang begitu luar biasa. dia akan menunjukkan bagaimana dia sudah berusaha namun wanita itu tetap saja mengganggunya.
"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!" teriak Lucia.
"Aku akan melakukan apapun dasar wanita murahan! dasar pelacur!!" teriak Annabelle yang kemudian menatap Lucia dengan amarah yang begitu luar biasa.
PLAKK!!!
PLAKK!!!
beberapa tamparan terus diberikan oleh Annabelle. Lucia hanya bisa berteriak, dia tidak mampu melawan Annabelle yang sekarang. wanita itu benar-benar seperti monster, Wanita itu benar-benar sangat menakutkan.
"Aku sudah bilang kan Jangan pernah kamu berusaha untuk menggangguku. Jika kamu berusaha menggangguku maka inilah akibatnya!!" teriak Annabelle dengan kemarahan yang begitu luar biasa.
David yang melihat hal itu dia nampak turun ke lantai satu dengan begitu santai.
"Berhenti!" seru David.
Annabelle tidak menghiraukan suara teriakan David, wanita itu terus menghajar habis-habisan Lucia dengan semua amarah yang ada di hatinya.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1