AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
GABRIEL YANG MELAWAN


__ADS_3

BRAKK!!


pintu kamar Franco di buka.


Annabelle yang sedang menyuapi Franco dia nampak terkejut karena pintu dibuka dengan begitu kasar. terlihat di tempat itu David sudah berada di sana, tatapan matanya menatap Annabelle dengan emosi yang sedikit tinggi.


"David, kamu ngapain di sini?" tanya Annabelle tanpa mengatakan apapun.


David langsung meraih tangan Annabelle yang hendak menyuapi Franco.


"Lebih baik kamu pulang bersamaku sekarang." David yang langsung menarik tangan Annabelle.


Franco yang melihat hal itu pria itu langsung meraih tangan Annabelle.


"Apa maksudmu?" tanya Franco.


"Dia harus segera kembali, dia harus pulang bersamaku." jawab David.


"Apa hakmu mengatakan hal itu?" tanya Franco.


"Secara sah dia masih istriku." jawab David.


Seketika Franco tersenyum, pria itu tersenyum sembari menundukkan kepalanya.


"Hahaha... istri dari mana?" tanya Franco.


Perdebatan dua pria itu membuat Annabelle sedikit bingung.


"Kenapa kamu ada di sini, David?" tanya Annabelle kembali.


"Kamu Cepat pulang bersamaku." pinta David yang langsung menarik tangan Annabelle.


Franco yang masih lemah itu nampak memaksakan dirinya untuk berdiri, seketika pria itu menarik tangan Annabelle dengan sangat keras hingga membuat Annabelle tubuhnya menabrak tubuh Franco.


"Kamu tidak mempunyai hak atas Annabelle." ucap Franco.


"Apa maksudmu aku tidak mempunyai hak atas dirinya? secara apapun dia adalah istriku, jadi kamulah yang tidak berhak atas dirinya." jawab David.


"Keluar dari sini sebelum aku meminta security menyeretmu keluar." Franco sedikit mengancam.


"Jangan macam-macam denganku, Franco. aku ke sini ingin menjemput istriku, jadi jangan pernah kamu mengatakan Aku tidak punya hak. dia secara sah masih istriku, jadi kamu jangan ikut campur." David yang berusaha menarik tangan Annabelle namun langsung di tangkis oleh Franco.


"Jangan membuatku marah, kamu tidak akan tahu bagaimana kemarahanku." Franco menatap David dengan tatapan mata yang penuh ancaman.


"Kamu juga tidak tahu seperti apa aku." jawab David balik.


Annabelle memutuskan untuk meminta David keluar dari ruangan Franco karena pria itu masih dalam perawatan.


"Ada apa Annabelle?" Gabriel yang sudah berada di tempat itu.

__ADS_1


"Tuan David ingin memintaku pulang bersamanya." jawab Annabelle.


Mendengar nama David seketika Gabriel menatap pria itu.


"David? Apakah David yang kamu maksud itu mantan suamimu?" tanya Gabriel.


Tiga pria dalam satu ruangan memperebutkan satu wanita, belum tuntas permasalahan dengan Franco Gabriel juga ikut kesal dengan kedatangan David.


"Kamu mau apa ke sini?" tanya Gabriel.


"Aku kemari karena aku ingin membawa istriku pulang." jawab David.


"Memangnya kamu punya istri?" tanya Gabriel.


"Tentu saja aku punya istri, wanita ini adalah istriku." jawab David.


"Oh no, Jangan pernah mengatakan Annabelle istrimu. sampai kapanpun Anabelle bukanlah istrimu dan sampai akhir pun dia tidak akan pernah menjadi istrimu." jawab Gabriel.


"Kamu bicara apa, secara hukum negara dia masih istriku." jawab David.


"Apa kamu punya bukti mengenai pernikahanmu dengan Annabelle?" tanya Gabriel.


"Tentu saja aku mempunyai bukti pernikahanku dengan Annabelle." jawab David.


Gabriel sedikit tersenyum. namun berbeda dengan David, pria itu kebingungan dengan dirinya sendiri. bukti pernikahan bukti pernikahan apa? Bahkan dia tidak memiliki surat nikah sah dari catatan sipil negara.


David benar-benar sangat marah ketika Gabriel mengatakan Annabelle adalah seorang janda.


"Tutup mulutmu, dia masih sah istriku. jadi jangan pernah mengatakan hal itu!" seru David.


"Kalau kamu mau lapor polisi terserah, tinggal Aku mengatakan kalau kamu itu sukanya mengakui istri orang sebagai istrimu." jawab santai Gabriel.


"Jaga mulutmu, wanita Ini istriku maka aku akan mengajaknya pulang ke rumahku." David mulai marah.


"Jika kamu mengatakan hal itu terserah, tapi Annabelle akan tetap di sini bersamaku." Gabriel langsung menarik tangan Annabelle kemudian memeluknya dengan begitu erat.


Franco yang melihat apa yang dilakukan oleh Gabriel seketika kedua bola matanya membulat sempurna dengan tubuh yang masih lemah dia hanya duduk sembari mendengarkan perdebatan antara Gabriel dan David.


"Pergilah dari sini sebelum aku memanggil polisi. Jika kamu tidak pergi aku bisa memakai cara kasar." Gabriel mulai menunjukkan amarahnya.


"Kamu kira aku takut?" tanya David.


"Tentu." jawab Gabriel.


BUGG..


Satu pukulan langsung diarahkan oleh Gabriel ke wajah David, David yang tidak terlalu pandai berkelahi itu pun dia langsung tersungkur tidak berdaya.


"Jangan salahkan aku jika membuat wajahmu itu babak belur." tegas Gabriel.

__ADS_1


"Dasar brengsek, beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" seru David.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukannya? Kamu itu siapa dan lagi pula aku tidak akan pernah takut padamu. Kamu itu hanyalah banci yang suka menyiksa wanita, namun giliran berkelahi dengan pria kamu akan mati mengenaskan." jawab Gabriel yang tersenyum menghina David.


David nampak berdiri kembali, pria itu akan menunjukkan kepada Gabriel kalau dia bukanlah seorang banci. Dia pria sejati maka dia juga bisa melakukan sesuatu.


"Cepatlah Annabelle, kita pulang." David mengulurkan tangannya.


"Kamu tidak punya telinga ya, Annabelle tidak akan pulang. dia akan tetap di sini, lagi pula kamu harus tahu wanita ini adalah calon istriku. dia adalah ca-lon istri-ku." Gabriel mendikti kata-katanya.


"Hahaha.., kamu gila ya. Kamu mengakui istri orang lain sebagai istrimu. kamu kira kamu itu orang pintar? orang hebat atau orang yang lebih berpengaruh?" tanya David.


"Walaupun aku bukanlah pria kaya dan pria berkuasa, tapi aku adalah pria sejati. aku akan selalu melindungi wanita yang kucintai, aku akan mempertahankannya, aku akan selalu ada untuknya." jawab Gabriel yang kemudian menarik mundur tubuh Annabelle ke belakang tubuhnya.


"Aku pasti akan membuatmu masuk penjara." ucap David.


"Silahkan, jika kamu ingin memasukkan ke penjara itu urusanmu. tapi yang jelas aku pasti akan membuatmu membusuk di dalam penjara karena masa lalumu." jawab Gabriel yang terlihat tersenyum.


David langsung menghentikan langkah kakinya, pria yang ada di depannya mungkin lebih berbahaya dari Franco. Dia mengancam David dengan sekali gertakan.


"Aku akan kembali dengan membawa surat-surat pernikahan." ucap David.


"Silakan, mungkin kamu akan mendapatkan kenyataan yang lebih menyakitkan." jawab Gabriel.


David pergi dengan amarah Yang meluap, sedangkan Gabriel dia nampak tersenyum sembari terus menggenggam erat tangan Annabelle. terasa genggaman tangan itu begitu berarti bagi Annabelle, karena selama ini memang Gabriel selalu ada untuknya. pria itu selalu menjadi penghiburnya, teman berbicara bahkan tempat untuk Annabelle mengeluarkan seluruh pikirannya yang benar-benar tidak bisa diucapkan.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Gabriel yang menatap Annabelle.


Annabelle menggelengkan kepalanya, wanita itu menatap Gabriel dengan tatapan mata yang begitu dalam. begitu luar biasa di dalam hatinya.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2