
"Berhenti!" seru David kembali.
Annabelle masih tidak menghiraukan suara teriakan David, wanita itu terus menghajar Lucia dengan membabi buta bahkan Annabelle seperti wanita barbar yang sedang berada di ring tinju. David memegang tubuh Annabelle, pria itu memeluk tubuh Annabelle dengan pelukan yang begitu erat.
"Berhenti, kamu ingin membunuh Lucia ya?!" seru David.
"Ya, aku akan membunuh kekasih gelapmu ini. aku akan membunuh selingkuhanmu, aku akan membunuh pelacur ini!" teriak Annabelle dengan sangat keras.
Nafas yang begitu terengah-engah, Annabelle benar-benar tidak bisa menahan semua amarahnya. wanita itu menatap David dengan tatapan mata yang begitu menyebalkan.
BUGG..
Annabelle langsung menghempaskan kepalanya ke wajah David. Hal itu membuat David mengerang kesakitan saat kepala Annabelle menghantam wajahnya.
"Apa yang kamu lakukan!" seru David.
"Rasakan dasar kalian pasangan brengsek!!" teriak Annabelle yang kemudian mendorong tubuh David dengan sangat kasar.
Akhirnya singkat cerita Annabelle pergi meninggalkan dua orang yang sudah dia lukai dengan sangat barbar itu l. Annabelle kembali ke kamarnya, emosinya tidak bisa terbendung beberapa pekerjaan yang sudah selesai itu.
Akhirnya dia kerjakan kembali dengan semua perasaan kesal luar biasa.
"Seharusnya aku membuat mereka merasakan apa yang harus mereka rasakan, berani sekali mereka melakukan hal ini padaku!" teriak Annabelle yang berada di dalam kamar.
David dan Lucia hanya bisa menahan emosi mereka, hidung David mengeluarkan darah sedangkan pipi Lucia ada bekas cakaran dari kuku Annabelle.
"Wanita itu benar-benar monster, wanita itu wanita tidak tahu diri, beraninya dia melakukan hal ini padaku!" teriak Lucia dengan suara yang begitu menggelegar.
"Lagian Kenapa sih kamu mencari masalah, kalau wanita itu diam tidak usah mencari masalah, kalau kamu mencari masalah beginilah akibatnya." David malah marah kepada Lucia.
"Kenapa kamu harus marah padaku? Seharusnya kamu marah kepada wanita itu, dia sudah melukaiku.. Lihatlah wajah cantikku ini akan berbekas!" seru Lucia.
"Sudahlah, aku tidak mau mendengar semua ucapanmu. kamu ini sukanya membuat masalah, kalau di beri tahu tidak mau." kesal David yang kemudian pergi ke salah satu ruangan.
Lucia benar-benar begitu marah, dia sangat kesal saat David bukan membantunya malah pria itu menyalahkannya karena mengganggu Annabelle.
Di ruang kerja rumahnya David hanya bisa mengerang kesakitan, pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi kantor rumah. Entah mengapa tiba-tiba terlintas di pikirannya wajah Annabelle yang sedang tersenyum, tanpa terasa senyum ditunjukkan oleh David ketika dia mengingat senyum Annabelle yang berada di dapur.
"Wanita itu benar-benar sudah berubah, bahkan sangat berubah..," ucap David yang kemudian memejamkan matanya.
"Akhirnya pria itu tidur di kantor rumahnya, dia tidak ingin mendengar semua ocehan yang dikatakan oleh Lucia. jika tidak mungkin David akan terus-menerus depresi karena Lucia selalu berteriak tidak karuan.
pagi akhirnya menjelang, Annabelle sudah berada di dapur dengan beberapa masakan yang dia buat.
__ADS_1
"Masakan Nyonya Annabelle sangat lezat." ucap Vania.
"Terima kasih." jawab Annabelle yang menunjukkan senyumnya.
Sekitar 5 menit kemudian David turun dengan hidung yang diperban.
"Tuan David, Kenapa hidungnya?" tanya Vania.
David tidak menjawab, pria itu diam kemudian mengambil makanan yang ada di meja.
"Hidung tuanmu itu kemarin mendapatkan kecelakaan, mungkin kalau kecelakaan fatal yang berakibat ketampanannya itu akan hilang seketika." jawab kesal Annabelle.
Hari ini David tidak ingin membuat masalah ataupun ribut dengan Annabelle, pria itu melihat Annabelle yang menatap ponselnya sembari tersenyum.
"Apa yang membuatnya tersenyum di pagi seperti ini? melihat ponsel saja tersenyum secantik itu." puji David dalam hati tanpa dia sadari.
"Oh ya, nanti kalau aku pulang tolong kamu buatkan aku kue yang kemarin. kamu buat ya aku itu sangat enak." ucap Annabelle.
"Iya, Nyonya." jawab Vania.
Setelah makan akhirnya Annabelle pergi dari ruang makan.
"Kamu mau ke mana?" tanya David.
"Mau ke mana? tentu saja mau kerja mau ke mana lagi." jawab Annabelle.
"Itu urusanku, Aku mau pergi pukul berapa pun itu urusanku. lebih baik kamu urusi selingkuhanmu itu, kemungkinan pelacurmu itu tidak akan bangun karena kemarin habis aku hajar massal." jawab kesal Annabelle yang kemudian pergi dari rumah David.
David hanya bisa menghela nafasnya begitu kasar, kata-kata Annabelle benar-benar tidak bisa dikontrol sama sekali. sekitar 10 menit kemudian Lucia sudah keluar dari kamarnya dengan wajah Bapak belur, bahkan pipi yang mendapatkan cakaran dari Annabelle.
"Nyonya Lucia, Kenapa wajahnya?" tanya Vania.
"Sudah tidak usah bertanya lagi, cepat buatkan aku makanan!" teriak Lucia dengan sangat keras.
"Aku sedang makan bisa tidak kamu tidak bergerak seperti itu, Kamu ini mengganggu sekali sih." tiba-tiba David merasa kesal. pria itu langsung meninggalkan Lucia yang berada di ruang makan.
"Sayang, Kamu mau ke mana? Tunggu aku!" seru Lucia.
"Hari ini kamu tidak usah ke kantor, kamu diam di rumah. kamu ini selalu saja membuat keributan.. keributan dan keributan!!" bentak David yang kemudian pergi dari rumah.
Hari ini hari yang begitu berbeda, David begitu murka kepada Lucia dengan semua kelakuannya.
"Kenapa dia malah marah padaku? seharusnya dia itu marah kepada wanita itu, dasar wanita tidak tahu diri. kenapa dia harus melakukan hal ini padaku." kesal Lucia.
__ADS_1
"Nyonya, Memangnya ada apa? kenapa wajahnya seperti itu?" tanya Vania kembali.
"Sudah tidak usah banyak tanya, diam dasar pembantu!!" bentar Lucia yang membuat Vania terdiam.
David pergi ke perusahaan dengan kekesalan yang begitu luar biasa, sedangkan Annabelle dia sudah dijemput oleh sopir perusahaan perusahaan milik Franco. hari ini Annabelle mendapat pekerjaan untuk melakukan pengawasan di beberapa bagian perusahaan.
"Kenapa kita masuk seperti ini, nona Annabelle?" tanya salah satu manajer.
"Kamu ini tidak melihat pengumuman kemarin?" tanya Annabelle.
"Tidak, Nona." jawab manajer perusahaan.
"Bapak ini bagaimana sih, hari ini itu kita akan mendapatkan sidak mendadak. Aku tidak tahu apa yang terjadi karena yang aku dengar ada beberapa kebocoran berkas di perusahaan ini." jawab Annabelle.
"Maksudnya?" tanya manager.
"Ada beberapa karyawan yang menjual informasi perusahaan ini kepada perusahaan lain, hasilnya beberapa peluncuran produk baru sudah diketahui oleh perusahaan lain. bahkan salah satu tender proyek yang dimiliki oleh Tuan Franco juga terkendala karena desain pembangunan itu dibocorkan." jawab Annabelle.
"Wah ini sangat berbahaya, Nona. bisa-bisa Kami semuanya dipecat." ucap manager.
"Karena itu aku minta kepada bapak untuk melakukan sesuatu, jika sampai kita dituduh sebagai dalangnya bisa-bisa kita di penjara. harta kita dikuras habis sampai tidak tersisa, setelah itu apa yang terjadi kepada anak keturunan kita?" tanya Annabelle yang membuat manajer perusahaan wajahnya berubah total.
"Hih... ini sangat menakutkan. apalagi tuan Franco kalau marah sangat menakutkan." manager memegang dadanya.
Entahlah." jawab Annabelle.
"Apa tidak lebih baik kalau kita selidiki hal ini diam-diam saja?" tanya manager.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO