
DEG..
jantung Annabelle berdebar begitu kencang, terlihat tatapan mata Annabelle terus menatap Gabriel. pria yang usianya sedikit tua dari Franco itu memang selalu memberikan dia perhatian lebih, mengenal pria itu satu tahun lebih membuat Annabelle terkadang begitu dimanjakan oleh sikap yang selalu ditunjukkan oleh Gabriel.
<>
*ANNABELLE BRIANNA*
*FRANCO WILSON*
*GABRIEL GROULD*
*DAVID REIS*
*LUCIA CAFEL*
Maaf ya visualnya jika tidak seperti keinginan pembaca 😁😁
"Makanlah dahulu, aku sudah membelikan mu makanan." Gabriel menatap Annabelle.
"Kamu membeli makanan berapa? Tentu saja aku membeli makanan untuk kita bertiga. Aku tidak menjengkelkan itu." jawab Gabriel yang kemudian duduk.
"Kamu tadi sudah bertemu dengan salah satu tamu kita?" tanya Franco.
"Sudah, aku sudah bertemu dengan mereka." jawab Gabriel yang kemudian menyodorkan sesendok makanan di depan Annabelle.
Annabelle terdiam, wanita itu menatap Gabriel yang memperlakukannya dengan begitu luar biasa.
"Bukalah mulutmu, cobalah makanan ini aku baru mencobanya kemarin. menurutku makanannya sangat lezat kok..," ucap Gabriel.
Franco benar-benar harus menahan amarahnya. "Yang sakit itu aku, yang seharusnya kamu suapin itu aku." kesel Franco.
"Aku kan tidak berniat menyuapimu, kenapa aku harus melakukannya." cibir Gabriel yang meminta Annabelle untuk membuka mulutnya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Gabriel.
"Lezat.. makanan ini menurutku memiliki cita rasa yang sangat baik." jawab Annabelle.
"Coba lagi." pinta Gabriel.
Annabelle membuka mulutnya.
HAP..
__ADS_1
Franco langsung merampas makanan yang hendak di makan oleh Annabelle.
Gabriel bengong...
"Kamu ini ngapain sih, aku menyuapi Annabelle, kenapa kamu yang memakannya." Gabriel tidak terima.
"Yang sakit itu aku, ngapain kamu menyuapi Annabelle?" Franco mulai cemburu.
"Menjauh..," Gabriel mendorong tubuh Franco.
"Yang sakit itu Aku, Jadi Yang harus kamu rawat itu aku. yang kamu suapin itu aku, Kenapa kamu malah menyuapi Annabelle?" tanya Franco.
"Sudah sudah kamu kalian tidak usah bertengkar, lebih baik kita makan sendiri-sendiri lagi pula tanganku juga masih berfungsi." Annabelle yang langsung menengahi pertengkaran antara Franco dan Gabriel.
Di tempat lain David benar-benar begitu murkah, dia pulang dengan amarah yang sangat luar biasa. seharusnya dia pulang bersama Annabelle, namun sayangnya Franco langsung mengusir pria itu bahkan Gabriel membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali.
"Dasar brengsek! berani sekali mereka melakukan hal itu, wanita itu masih sah istriku Jadi mereka tidak bisa melakukan hal konyol ini!" kesal David.
Setelah sampai di rumah David terlihat menendang beberapa barang yang ada di rumahnya.
"Ada apa dengan tuan David?" tanya Vania kepada salah satu pembantu.
"Entahlah, kelihatannya Tuan David benar-benar sangat kesal. Apa mungkin nyonya Annabelle dan Tuan David bertengkar?" tanya pembantu.
"Kemungkinan Iya, tapi ngapain juga tuan David marah, seperti biasanya kan dia tidak pernah menghiraukan Nyonya Annabelle." jawab Vania.
Lalu kenapa dia bertengkar, Apa mungkin mereka memperebutkan sesuatu?" tanya pembantu.
Benar apa yang dikatakan oleh Vania dan teman-temannya, baru masuk ke kamarnya di dalam kamar sudah ada Lucia yang menunggu David dengan Amara yang sangat luar biasa.
"Kamu dari mana saja, Sayang. aku dari tadi menunggumu, kamu tidak ada di rumah?" tanya Vania.
Kamu tidak usah membuatku marah, Hari ini aku mau istirahat. kamu kembalilah ke kamarmu Aku tidak ingin melihatmu hari ini." jawab David.
"Apa maksudmu, sayang. kenapa kamu mengatakan hal itu?" Lusia tidak terima.
"Aku sudah bilang kan Pergilah, Aku tidak ingin membuat masalah jika kamu tetap ingin berada di sini Maka jangan salahkan aku jika tiba-tiba aku melakukan sesuatu kepadamu." jawab David.
Lucia merasa kalau David perlahan-lahan mulai berubah. "Mau apa kamu mencari wanita itu?" tanya Lucia.
David langsung menghentikan langkah kakinya.
"Kamu jangan pernah mengoreksi diriku, kamu jangan pernah berusaha untuk mencari tahu apa yang aku lakukan. cukup kamu diam jika kamu tidak bisa diam maka aku akan membuat mulutmu itu diam." ancam David yang kemudian meminta Lucia pergi dari kamarnya.
"Aku tidak mau.. aku akan tidur bersamamu." jawab Lucia.
David menatap Lucia dengan tatapan mata yang begitu kesal, seketika pria itu menarik paksa tangan Lucia dan menyeretnya keluar.
"Aku tidak suka kata-kataku dibantah."
BRAKK!!
David langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat kasar. pria itu membanting pintu di depan Lucia.
__ADS_1
"Dasar.. dasar kamu brengsek, David! beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" teriak Lucia.
David mulai menghembuskan nafasnya, perlahan-lahan pria itu mencoba untuk mencari tahu tempat keberadaan surat pernikahannya dengan Annabelle.
"Aku harus segera mendapatkan surat pernikahan itu, Aku tidak mau jika Annabelle terus-menerus dekat dengan pria itu." David yang kemudian membaringkan tubuhnya. rasa kesal yang sangat luar biasa itu membuatnya benar-benar sangat frustasi. Baru kali ini David begitu kesal karena seorang wanita, walaupun bersama dengan Lucia David tidak pernah merasakan kekesalan seperti ini.
"Aku tidak akan pernah membiarkan dia bersama dengan pria itu, dia masih istriku dan dia akan menjadi istriku..," ucap David yang kemudian mulai memejamkan matanya.
Akhirnya hari itu Annabelle tidur di rumah sakit, dia menemani Franco yang kata dokter membutuhkan perawatan untuk beberapa hari. malam itu Gabriel tidak tega melihat Annabelle yang terlihat begitu capek. Gabriel meminta Annabelle untuk beristirahat di apartemennya, karena dia juga ke rumah sakit diantar oleh sopir.
Pagi sudah menjelang, kedua bola mata Franco nampak perlahan-lahan terbuka. pertama kali yang dicari oleh Franco adalah Annabelle, dia menatap sofa panjang yang ada di sebelah ranjangnya. bukan Annabelle yang dia lihat melainkan sepupunya sendiri.
"Ngapain Gabriel yang ada di sini." ucap Franco yang kemudian menarik salah satu bantalnya dan melempar ke arah Gabriel.
BUGG..
"Kenapa kamu ada di sini, di mana Annabelle?" tanya Franco.
"Kamu ini kenapa sih, orang lagi tidur kok dibangunin. kamu tuh punya sopan santun nggak sih?" kesel Gabriel.
"Di mana Annabelle?" tanya Franco.
"Annabelle aku suruh pulang, aku suruh dia istirahat di apartemenku." jawab Gabriel yang kemudian kembali menutup matanya.
"Dasar kurang ajar, Kenapa kamu yang ada di sini! Seharusnya kan Annabelle yang merawatku menjagaku?" tanya Franco.
"Kamu ini ngapain sih, jangan sok kayak anak-anak deh.. Annabelle itu capek Aku menyuruhnya istirahat, lagian kamu kan tidak sakit parah. masih bisa bergerak lagi, gitu aja kok manja..," jawab David sembari melotot kemudian lanjutkan tidurnya.
"Dasar menyebalkan, lebih baik kamu pulang urus perusahaan biar Annabelle yang mengurusku di sini!" seru Franco.
"Ngapain juga aku ke perusahaan, hari ini hari Minggu Bos, jadi hari ini aku meminta Annabelle untuk beristirahat di apartemenku. hari ini aku akan menjagamu kalau kamu cerewet akan kuracuni kamu." ancam Gabriel kembali.
"Dasar resek menyebalkan." kesal Franco yang kemudian membaringkan tubuhnya kembali.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1