AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
KAMU HARUS SEMBUH


__ADS_3

Sakit, terasa Sakit perasaan Franco saat melihat Annabelle perlahan-lahan semakin dekat dengan Gabriel. dengan begitu bahagia dan bangganya akhirnya Gabriel memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan tumor di otaknya. walaupun dokter mengatakan kalau kemungkinan berhasil sekitar 40% namun anak balikin kalau Gabriel adalah orang yang sangat kuat.


SATU MINGGU KEMUDIAN


"Annabelle." Panggil Franco.


Annabelle menoleh menatap Franco.


"Iya, Tuan." jawab Annabelle.


"Di mana, Gabriel?" tanya Franco.


"Gabriel ada di kamarnya." jawab Annabelle.


Sekarang Annabelle memanggil Gabriel tanpa embel-embel panggilan tuan.


"Apalah dia sudah meminum obatnya?" tanya Franco.


"Sudah, Tuan. tadi dia sudah minum obatnya." jawab Annabelle.


"Annabelle." Panggil Franco kembali.


"Iya." jawab Annabelle.


"Aku sangat berterima kasih padamu karena kamu mau meyakinkan Gabriel."


"Anda tidak usah mengatakan hal itu, Tuan. Gabriel sudah membantu saya begitu banyak, dia selalu ada untuk saya. dia selalu menjadi pelindung saya." jawab Annabelle.


Franco hanya bisa menahan sakit, pria itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum kepada Annabelle.


"Sesakit ini perasaan yang dicampakkan." guman Franco dalam hati.


Tak berselang lama ponsel Franco mulai berdering lagi. Franco mendapatkan pesan dari Roni mengenai Siria.


TUT..


Franco mengangkat ponselnya.


"Ada apa, Roni?" tanya Franco.


"Tuan, sesuai yang anda minta saya sudah mendapatkan informasi mengenai Nona Siria." jawab Roni.


"Maksudmu kamu sudah mendapatkan mengenai wanita itu? lalu.. Apakah kamu juga sudah mendapatkan informasi mengenai kejiwaannya?" tanya Franco.


"Sudah, Tuan. ternyata selama ini Nona Silia tidak gila, Tuan Joni dan Tuan Franco sudah dibohongi oleh wanita itu. kemungkinan besar Nona Siria ingin memanfaatkan kondisinya agar Tuan Franco dan Tuan Gabriel ibah padanya." jawab Roni.


"Wanita itu benar-benar sangat licik, dari dulu sampai sekarang dia masih tetap licik. Baiklah kalau begitu tolong kamu dekati wanita itu dengan cara apapun, dapatkan kebenaran mengenai dia. aku akan menunjukkan kepada kakaknya kalau adiknya itu adalah seorang pembohong." Franco yang kemudian menutup ponselnya. perlahan-lahan akhirnya satu persatu masalah akan terselesaikan.

__ADS_1


"Telepon dari siapa?" tanya Annabelle.


"Ini tadi dari anak buahku, katanya dia sudah mendapatkan kebenaran dari Siria." jawab Franco.


Annabelle sedikit lega saat mendengar jawaban dari Franco.


"Kalau wanita itu sudah tertangkap itu lebih baik, dengan begitu aku bisa kembali ke tempatku." ucap Annabelle.


"Memangnya kamu tidak betah tinggal di sini?"


"Tentu saja saya betah, Tuan. Tapi akan lebih baik saya kembali ke tempat saya, ini bukanlah tempat saya, tidak baik Saya berlama-lama di sini karena akan menimbulkan kesan kalau saya ini wanita yang tinggal bersama dua laki-laki."


Franco tersenyum menatap Annabelle.


"Seandainya aku menerima permintaan istriku... semuanya tidak seperti ini kan?" tiba-tiba Franco mengatakan hal itu.


Annabelle tidak menjawab. Dia hanya tersenyum.


"Kita tidak akan tahu seperti apa takdir, kita tidak akan tahu seperti apa perjalanan hidup. tapi saya sangat berterima kasih karena tuan Franco mau menerima saya, mau melindungi saya selama ini dan mau mendengar semua keluh kesah saya." setelah mengatakan itu Annabelle Kembali ke tempat Gabriel. rasa sesak di dada itu masih ada, rasa sesak semakin besar ketika Franco meminta Annabelle untuk bersama dengan Gabriel.


CEKLEK..


"Kenapa lama sekali?" tanya Gabriel yang melihat Annabelle baru masuk ke kamarnya.


"Lama apanya? kan baru turun." jawab Annabelle.


"Perasaan kok lama banget ya." Gabriel tersenyum.


"Tadi Tuan Franco di telepon oleh anak buahnya, Mereka bilang kalau mereka sudah menemukan keberadaan Silia. Ternyata wanita itu tidak gila, dia masih normal bahkan dia seperti wanita pada umumnya." jawab Annabelle.


"Aku sudah mengira kalau dia tidak gila, karena itu pengadilan memutuskan kami tidak bersalah." jawab Gabriel.


"Akan terasa sesak, bukan? kalau kita mempercayai seseorang tapi orang itu tidak mempercayai kita, akan terasa sesak jika perasaan kita seperti terhimpit diantara dua bebatuan." tiba-tiba Annabelle mencurahkan isi hatinya.


"Apakah kamu memikirkan sesuatu, Annabelle?"


"Tidak, aku tidak memikirkan apapun, Gabriel. hanya saja terkadang aku memikirkan hidupku yang begitu kejam, begitu menakutkan dan begitu menyakitkan. jika aku tidak bertemu dengan tuan Franco.. Mungkin aku akan terus terjebak pada pria yang sudah menyakitiku. dia begitu membenciku atas dasar yang tidak aku tahu, aku begitu mencintainya, aku begitu mempercayainya namun semuanya ternyata hanya palsu. Dia pria pembohong yang bahkan sangat hebat saat membohongiku." Annabelle menatap Gabriel kemudian tersenyum.


"Kamu tidak boleh mengingat semua itu lagi, Kamu harus tahu kalau aku akan selalu ada untukmu." Gabriel mengusap pipi Annabelle.


"Terima kasih karena kamu mau mendengar semua keluh kesahku, Terima kasih karena kamu satu-satunya orang yang selalu ada di saat aku menderita." Annabelle meneteskan air matanya.


"Kalau kamu menangis cantikmu itu akan hilang." goda Gabriel.


Annabelle tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Makanan itu untuk aku kan?" tanya Gabriel.

__ADS_1


"Tentu saja, memangnya untuk siapa lagi."


"Kalau begitu suapi aku dong, setelah itu aku akan minum obat." Gabriel benar-benar bersemangat.


"Tentu kamu harus sehat, tiga hari lagi kamu akan menjalani operasi. Jika kamu tidak meminum obatnya bagaimana kamu akan kuat." Annabelle menatap Gabriel dengan tatapan mata yang begitu sendu. pria yang ada di depannya adalah pria yang selalu ada untuknya, pria yang selalu mengatakan cinta setiap kali Annabelle sedih.


Beberapa orang sudah diperintahkan oleh Roni untuk mendekati Siria, pria itu harus mencari bukti-bukti mengenai kejahatan Silia. tanpa diketahui oleh Siria salah satu anak buah Roni berteman dengan Siria, semua yang direncanakan Roni akhirnya mendapatkan hasil.


Dua hari kemudian Roni sudah mendapatkan bukti-bukti mengenai Siria yang telah berbohong kalau dia gila, seluruh bukti diberikan oleh Roni kepada Franco.


"Baguslah kalau begitu, Roni. dengan begini aku akan memberikan seluruh bukti ini kepada Joni. dengan begitu pria itu tahu kalau saudaranya itu adalah pembohong." jawab Franco yang kemudian meminta Roni untuk mempersiapkan segalanya.


Di salah satu ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Franco hampir satu bulan lamanya Joni di sekap oleh Franco di sana.


"Kamu mau apalagi kemari?!" seru Joni.


"Aku sudah bilang Kan aku akan memberimu bukti mengenai kejahatan yang dilakukan oleh orang terdekatmu beberapa tahun yang lalu." jawab Franco.


"Apa maksudmu? aku yakin kamu berbohong kan?!" seru Joni.


Franco memberikan beberapa foto Silia yang sedang berjalan-jalan bersama pengasuh yang selalu merawatnya. ternyata selama ini Siria telah membohongi Joni.


"Apa ini?" tanya Joni.


"Selama ini kita semua dibohongi oleh Siria, Joni. ternyata adikmu itu tidak gila, selama ini dia waras dan Dia memanfaatkan dirimu untuk menjebakku dan Gabriel." jawab Franco.


"Aku yakin kalau kamu memfitnah adikku?!" seru Joni.


Franco akhirnya menunjukkan video yang diambil oleh anak buah Roni secara diam-diam, di sana juga Silia mengaku mengenai pembunuhan yang dia lakukan kepada kakak iparnya sendiri. Joni benar-benar sangat marah, ternyata selama ini yang mencelakai istrinya adalah adiknya sendiri.


"Ternyata selama ini adikku adalah orang brengsek, dia yang membunuh istriku." Joni yang benar-benar tidak percaya dengan semua yang sudah dia lihat.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love

__ADS_1


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2