AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
MENJADI ISTERI FRANCO


__ADS_3

Keputusan Franco untuk menikahi Annabelle sudah begitu bulat, mereka berdua memutuskan untuk menikah di Meksiko. tanpa berpikir dua kali mereka akhirnya menikah, di salah satu catatan sipil di tempat itu. begitu bahagia, dua orang itu mereka berdua tidak memikirkan bagaimana perasaan orang yang sudah mereka sakitnya. mempertahankan perasaan mereka tanpa berpikir untuk memikirkan orang lain.


"Sekarang kamu sudah menjadi istriku, mulai sekarang aku akan membahagiakanmu."


Kata-kata itu diucapkan oleh Franco dengan begitu tulus, dia mencium kening Annabelle. menjadi pria yang akan melindungi wanita itu Apapun yang terjadi. tidak apa-apa Dia kehilangan sebagian kekayaannya, yang penting pria itu ingin bersama dengan Annabelle selamanya.


"Aku harap kamu akan terus bersamaku sampai dunia ini berhenti berputar." beberapa kata yang keluar dari mulut Annabelle bagaikan kata-kata yang penuh dengan permintaan dari dalam hati. perasaan itu tidak bisa dielak oleh dua manusia itu, setelah pernikahan itu Franco membawa Annabelle di salah satu tempat yang ada di Meksiko. menjalani kehidupan sebagai sepasang suami istri, berharap mendapatkan kebahagiaan yang ingin mereka dapatkan. mengorbankan perasaan orang lain karena mereka juga ingin bahagia di salah satu tempat yang ada di Meksiko.


Franco membeli rumah sederhana di sana, sepasang suami istri itu ingin memulai kehidupan baru. mereka ingin memulai fase Di mana mereka akan menjalani babak baru.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Franco melihat istrinya memikirkan sesuatu. kelihatannya pikirannya dipenuhi oleh permasalahan yang tidak bisa dikatakan.


"Tidak ada apa-apa, cuma saja aku hanya ingin menenangkan diri saja." ada beberapa pemikiran yang memang mengganggu Annabelle, antara merasa bersalah dan mengejar Cinta wanita itu ingin sepenuhnya memikirkannya. Apakah itu adalah jalan yang memang sudah dia pilih?


Franco tahu kalau istrinya Masih memikirkan Gabriel, mungkin bukan karena cinta namun rasa bersalah. Franco meremas tangan istrinya sembari memberikan kekuatan. Tak ada kata yang diucapkan oleh Franco, hanya senyum yang penuh semangat ditunjukkan oleh pria itu kepada istrinya. "Sekarang kita sudah menjadi suami istri. Apapun yang kamu pikirkan lebih baik kamu katakan, jangan memendam apapun sendiri. Sekarang kita akan berbagi suka dan duka bersama."


Bukan jawaban yang diberikan oleh Annabelle, namun wanita itu menyandarkan kepalanya di dada sang suami. Ya.. sebenarnya Annabelle memang merasa bersalah kepada Gabriel, namun dia tidak ingin disalahkan karena dia memilih cintanya. dia sudah pernah merasakan kesakitan karena menikah dengan orang yang tidak dia cintai. jadi jangan salahkan dia kali ini jika dia memang ingin bersama dengan pria yang begitu dia cintai.


"Jika kamu memikirkan Gabriel, aku bisa mengajakmu ke tempat pria itu. kita akan meminta maaf padanya." Franco langsung menebak apa yang ada di pikiran istrinya.

__ADS_1


Annabelle langsung menarik tubuhnya, menatap suaminya kemudian menundukkan kepalanya. "Jangan, saat ini aku masih belum bisa menemui Gabriel. aku masih belum siap untuk bertemu dengannya, aku takut dia tidak akan memaafkan kita. aku takut tiba-tiba dia membenci kita." Annabelle berbicara tanpa menatap wajah sang suami. wanita itu menempelkan kepalanya di dada sang suami. rasa bersalah yang memang besar itu mungkin tidak akan dimaafkan oleh Gabriel, namun Annabelle ataupun Franco harus mencari cara untuk menemui Gabriel. meminta maaf kepada pria itu atas semua yang sudah mereka lakukan.


Di tempat Gabriel sendiri pria itu mendapatkan Beberapa kabar mengenai David yang memang beberapa waktu lalu sudah datang ke tempat pernikahan. namun pria itu masih belum bisa ditemui karena ada beberapa hal yang membuatnya tidak ada di rumah ataupun perusahaan.


"Jadi Di mana pria itu sekarang?" Gabriel yang berada di kantornya. menatap beberapa catatan perusahaan.


"Tuan, kami tidak bisa menemukan di mana keberadaan Tuan David. kami tidak tahu karena pria itu tiba-tiba menghilang." anak buah Gabriel sudah berusaha mencari keberadaan David selama hampir dua minggu itu. mereka masih belum menemukan keberadaan David sama sekali, namun beberapa hari yang lalu mereka mendapatkan informasi kalau David memang pergi ke suatu tempat tanpa memberitahu anak buah atau karyawannya.


"Heh..,"


Gabriel menghembuskan nafasnya dengan begitu berat, kata-kata yang diucapkan oleh anak buahnya sangat mengganggu pikirannya dalam benak Gabriel Apakah pria itu membawa pergi Annabelle atau tidak. tapi jika pria itu membawanya dia harus segera merebutnya, namun jika pria itu tidak membawanya.. Lalu ke mana Annabelle pergi? begitu rumit pemikiran Gabriel, dia masih belum bisa menemukan keberadaan wanita yang begitu dia cintai. berulang kali Gabriel memikirkan mengenai beberapa orang yang mungkin mengenal Annabelle, namun tetap saja dia tidak tahu.


Franco sedikit memikirkan mengenai pria itu, namun dia harus berusaha untuk menekan perasaannya. dia harus bersikap sewajar mungkin agar Gabriel tidak mencurigainya Kalau Annabelle bersamanya. beberapa mata-mata yang dimiliki oleh Franco yang tinggal di tempat Gabriel, mereka sudah menceritakan mengenai pria itu yang mencari keberadaannya bersama Annabelle. sebisa mungkin Franco selalu berbicara dengan Gabriel, membicarakan mengenai beberapa usaha mereka dan berbicara mengenai beberapa permasalahan pribadi mereka.


"Apa kamu masih belum pulang juga dari Mexico, Franco?" tanya Gabriel dengan beberapa pemikiran yang mungkin dia pikirkan.


"Kamu tahu kan perusahaan itu mengalami krisis yang sangat besar, Jika aku melepaskan perusahaan itu lalu apa yang terjadi? beberapa tempat yang ada di Meksiko sudah Aku datangi. aku harus membereskan permasalahan di sini dalam kurun waktu yang lama. aku harus memulihkan beberapa usahaku di sini, aku tidak ingin kehilangan semua jerih payahku."


"Aku masih belum bisa menemukan keberadaan Annabelle, Franco aku bingung aku harus mencari tahu di mana keberadaan David. pria itu tiba-tiba menghilang setelah aku mengetahui kalau dia berusaha menculik Annabelle." dengan nada yang begitu berat Gabriel menceritakan mengenai keluh kesahnya.

__ADS_1


Franco sendiri dia harus menahan sesak dan rasa bersalah di hatinya, Gabriel adalah sepupunya. namun Annabelle adalah wanita yang dia cintai berulang kali, Franco mencoba untuk mengatakan kalau sekarang Annabelle atau dan dia sudah menikah. Wanita itu sudah menjadi istrinya, jadi Gabriel harus segera melupakannya namun jika dia mengatakannya untuk saat ini Franco sangat tahu betul Bagaimana sifat semenjak muda. Gabriel memiliki sifat yang begitu keras, dia tidak akan mudah memaafkan siapapun yang sudah melukainya, dia tidak akan pernah memaafkan siapapun yang sudah mengambil sesuatu darinya. oleh karena itu Franco memilih untuk menenangkan diri dulu, dia akan mencari cara dan mencari untuk berbicara empat mata dengan sepupunya itu. untuk saat ini hubungan mereka berdua memang masih terlihat baik, entah bagaimana jika mengetahui kalau Annabelle sudah menjadi istri dari sepupunya. mungkin perang dunia akan terjadi, mungkin saja dua laki-laki itu tidak akan pernah saling memaafkan satu sama lain.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN

__ADS_1


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2