
PROK!!
PROKK!!
suara tepuk tangan terdengar begitu nyaring dari tempat Franco dan Annabelle, seketika dua orang itu menoleh menatap seseorang yang bertepuk tangan dengan begitu keras.
"Bravo!! bravo!!" seru Gabriel. pria itu terus bertepuk tangan, bersorak dengan begitu keras di tengah-tengah pesta perusahaan milik Franco. "Aku tidak akan pernah menyangka aku akan menemukan kalian di sini, akhirnya aku bisa mendapatkan keberadaan kalian!!" seru Gabriel. dengan tatapan mata yang menatap Franco dan Annabelle. tatapan mata yang penuh dengan kebencian, tatapan mata yang begitu penuh dengan rasa sakit hati yang tidak pernah terkatakan. "Aku tidak akan pernah mengira aku akan bertemu kalian di sini!" seru Gabriel kembali.
Beberapa tamu yang ada di tempat itu mereka menatap Gabriel yang memasuki pesta itu, dengan suara teriakan yang begitu keras. mereka tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pria itu. "Tuan Gabriel, Sudah lama kita tidak bertemu." salah satu pengusaha menyapa Gabriel dan mendekatinya. namun sayangnya Gabriel menepis tangan pria itu, dia tidak ingin berbicara dengan siapapun. dia hanya ingin berbicara dengan pria yang sudah menghianatinya.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Gabriel?" dengan nada suara yang menunjukkan ketidaksukaan Franco ketika melihat Gabriel. dia tahu hari ini pasti Gabriel akan datang ke tempatnya. Franco sudah memutuskan untuk menyelesaikan semuanya dengan baik, dia tidak ingin dianggap sebagai penghianat. dia tidak ingin dianggap sebagai orang yang sudah melukai Gabriel.
Gabriel nampak tersenyum kemudian mendekati Franco dan Annabelle. "Apa kabar kalian berdua? para pengkhianat..," kata Franco yang menunjukkan rasa sakit dan kekecewaannya. dia menatap Annabelle dan Franco dengan tatapan mata yang penuh dengan kebencian.
"Apakah kamu datang kemari hanya untuk berbuat kegaduhan, Gabriel?" sengaja Franco Diam Tanpa mengatakan apapun. dia juga tidak ingin menyakiti sepupunya itu, namun ada suatu alasan yang membuat pria itu melakukan hal ini.
"Kenapa aku tidak boleh datang ke tempat sepupuku, ini kan pesta perusahaan yang sudah kamu adakan. tentunya aku akan datang dengan membawa hadiah untuk kalian berdua." kata Gabriel dengan begitu menekan.
"Lebih baik kamu menikmati pesta ini, Gabriel. ini ada pesta perusahaan, kamu jangan merusak pesta ini." sahut Annabelle yang kemudian menarik suaminya agar tidak bertengkar dengan Gabriel.
__ADS_1
"Wow..., ini adalah wanita yang aku cintai." salah satu tangan Gabriel hendak menyentuh wajah Annabelle.
Franco menepis tangan Gabriel, pria itu menatap sepupunya dengan begitu marah. Salah satu tangan Franco sudah mengepal, dia ingin menghajar Gabriel namun dilerai oleh Annabelle. "Jika kamu tidak mempunyai urusan, lebih baik kamu pergi dari sini, Gabriel." pinta Annabelle. dari raut wajah Gabriel Annabelle tahu kalau pria itu sangat marah padanya dan suaminya. namun setelah mendengar kebenaran yang dikatakan oleh suaminya sekarang Annabelle tidak merasa bersalah lagi. dia tidak ingin terus dibohongi oleh pria yang dianggap begitu baik.
"Kenapa kamu bersikap seperti ini, Annabelle. Apakah kamu tidak merasa bersalah denganku? Seharusnya kamu menikah denganku malah kamu kabur dengan pria ini!" beberapa kata yang diucapkan oleh Gabriel membuat para tamu yang ada di tempat itu mereka saling berbisik satu sama lain. membicarakan mengenai kebenaran yang dikatakan oleh Gabriel.
Franco sudah tidak ingin berdiam diri lagi, dia juga harus menyelamatkan reputasinya juga cintanya. "Lebih baik kamu pergi dari sini, Gabriel. Aku tidak ingin merusak persaudaraan kita." dengan sekuat tenaga Franco mencoba untuk menahan dirinya menahan agar dia tidak melakukan sesuatu melebihi batas.
"Apa maksudmu? Kenapa kamu mengatakan hal itu? seharusnya aku lah yang mengatakan hal itu kamu sudah menghianatiku, Franco. kamu sudah menghianatiku dengan membawa kabur mempelai wanita dari tanganku. kenapa seolah-olah sekarang kamu tidak merasa bersalah sama sekali? Apakah aku harus membongkar aibmu di pestamu sendiri?!" ancam Gabriel dengan kata-katanya itu. pria itu berbicara dengan menunjukkan keegoisannya.
Franco tidak tinggal diam, pria itu sudah mempersiapkan bukti kalau selama ini Gabriel sudah berbohong. "Lebih baik kita pergi dari sini, aku tidak ingin kamu malu di tempat ini." Gabriel tidak menghiraukan perkataan sepupunya itu. dia masih tetap saja ingin mempermalukan Franco Karena sudah mengambil calon istrinya. "Apakah kamu malu saat aku mengatakan hal ini? apakah kamu malu ketika semua tamu yang ada di sini mengetahui kalau kamu telah mengambil calon istriku, mengambil wanita yang harusnya aku nikahi waktu itu!!" seru Gabriel dengan suara yang begitu keras.
Franco mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang itu, sebagian dari para pengusaha tentu saja tidak mau tahu dengan urusan dua pria itu. beberapa istri dari pengusaha nampak membicarakan apa yang dikatakan oleh Gabriel. "Aku sudah lelah dengan semua yang kamu lakukan, karena dia haruskah aku terus mengalah padamu? haruskah aku terus menutup mata untukmu? aku mempunyai kehidupan, aku mempunyai perasaan yang harus aku pertahankan. dulu.. setelah kau melakukan sesuatu dengan Liliana, dengan begitu mudahnya kamu meninggalkannya. kau membuatnya begitu frustasi, kamu membuatnya seperti wanita yang tidak berdaya setelah kita menghadapi kasus kematian istri Joni." Franco menatap Gabriel dengan tatapan mata yang ingin menunjukkan Siapa dirinya yang sebenarnya. selama ini pria itu diam dengan menutupi semua Masa Lalu Gabriel. semua orang menganggap Gabriel adalah orang yang sangat baik mereka tidak tahu seperti apa sebenarnya Gabriel.
Annabelle menatap suaminya, wanita itu sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya itu. Annabelle sempat berpikir, Apakah wanita yang sudah meninggal itu sebenarnya ada hubungan dengan Franco.
"Kamu jangan memutar balikkan kebenaran, Franco." Gabriel mulai marah. pria itu tidak ingin masa lalunya diketahui oleh orang lain.
"Kenapa Memangnya? kamu takut ya, kamu takut jika aibmu itu aku bongkar. Apa kamu juga takut ketika aku mengetahui jika selama ini Kamu membohongi Annabelle? selama ini kamu berpura-pura sakit, kamus berpura-pura kehilangan ingatan untuk membelenggu Annabelle agar tetap di sisimu. Aku tidak tahu Annabelle pun juga tidak tahu, lalu apakah itu semuanya salah? apakah Semuanya itu tidak benar?" tanya Franco. perkataan yang diucapkan oleh Franco membuat Gabriel langsung terdiam. dia menetap sepupunya dengan tatapan mata yang begitu tidak percaya. jadi pria itu tidak tahu kalau Franco sudah mengetahui mengenai kebenarannya.
__ADS_1
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1