
BRAKK!!
BRAKK!!
PRANGG!!
Lucia membanting barang-barang yang ada di rumah David.
"Dari tadi malam aku mendengar Nyonya Lucia terus membanting barang, sampai pagi seperti ini pun dia masih marah-marah. mungkin barang-barang yang ada di kamarnya sekarang sudah hancur total." ucap salah satu pembantu.
"Biarkan saja, ngapain Kita harus pusing-pusing. mau dihancurin ya tidak apa-apa lah lagian Tuan David tidak akan marah kan." jawab Vania.
"Aku heran sekali dengan Tuan David, matanya itu ke mana sih. sudah dikasih istri secantik Nyonya Annabelle baik dan sangat pengertian. eh.., malah selingkuh dengan Wanita berhati hantu itu." cibir panjang lebar pembantu wanita.
"Sudah jangan keras-keras, kalau tiba-tiba Nyonya Lucia datang bisa-bisa kita langsung kena semprot." Vania yang kemudian mengajak temannya untuk segera memasak.
David hari ini bangun sangat pagi, karena dia harus pergi ke tempat pengacaranya.
"Aku harus segera ke tempat pengacara, memangnya ada berita apa? kenapa dia sangat sulit untuk mengatakannya." David yang terburu-buru keluar dari kamarnya.
Ketika dia turun ke lantai 1 terdengar suara barang-barang dipecahkan. "Apa yang dia lakukan." ucap David yang kemudian berjalan ke kamar Lucia.
PRANGG!!
BRAKK!!
suara barang-barang dibanting terdengar begitu keras, David menghentikan langkah kakinya. pria itu ingin tahu apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu, perlahan-lahan David membuka pintu kamar Lucia. ketika pria itu sudah membuka pintu kamar Lucia, Betapa terkejutnya David ketika mengetahui barang-barang yang ada di kamar itu sudah dibanting oleh kekasihnya.
"Apa yang kamu lakukan?!" seru David saat melihat beberapa barang pecah belah sudah dihancurkan oleh Lucia.
"Memangnya kenapa? Apakah aku tidak boleh menghancurkan barang-barang yang ada di rumah ini?" tanya Lucia.
"Apa kamu gila ya, Kamu benar-benar gila. kenapa kamu membanting barang-barang ini?" tanya David.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh membantingnya, sayang. aku kesel.. aku kesel dengan semua perlakuanmu padaku." jawab Lucia.
David tidak mengatakan apapun, pria itu berjalan mendekati Lucia yang melihat David mendekatinya. seketika dia tersenyum, tersenyum yang begitu luar biasa Karena Dia mengira David akan menenangkannya.
PLAKK..
tiba-tiba saja David langsung menampar pipi Lucia. "Aku tidak suka barang-barangku dihancurkan, kamu di sini itu menumpang jadi bersikaplah sebagai penumpang. jangan menghancurkan barang milik orang lain." ucap David sembari menatap penuh kemarahan kepada Lucia
Lucia benar-benar sangat syok, dia ditampar oleh David bahkan pria itu mengeluarkan kata-kata yang begitu menyebalkan.
__ADS_1
"Beraninya kamu melakukan hal itu, David." ucap Lucia.
"Dengarkan aku baik-baik, aku tidak peduli dan aku tidak mau tahu. cepat bersihkan ruangan ini, jika aku sudah kembali ke tempat ini belum bersih.. lihat saja apa yang akan kulakukan padamu." David yang kemudian langsung pergi meninggalkan Lucia.
Amarah yang belum reda itu ditambah lagi dengan kekesalan karena David sangat marah. "Beraninya pria itu melakukan hal ini padaku, beraninya dia menamparku." ucap Lucia.
Lucia bagaikan bunga yang sudah di sesap habis madunya kemudian dicampakkan. David pergi ke tempat pengacaranya untuk mengetahui mengenai pernikahannya dengan Annabelle. sekitar 30 sampai 40 menit kemudian David sudah sampai di tempat pengacaranya, di salah satu gedung yang tidak terlalu besar itu David memasuki tempat itu
"Bagaimana, pengacara?" tanya David.
"Kemungkinan besar Semuanya sudah terlambat, Tuan David." jawab pengacara.
"Apa maksudmu, pengacara. kenapa semuanya terlambat?" tanya David.
"Memang ketika Nyonya Annabelle Kembali ke tempat anda beberapa waktu yang lalu tepatnya Beberapa bulan yang lalu.. wanita itu masih sah sebagai istri Anda. Namun sekitar 3 minggu yang lalu dia sudah memasukkan gugatan cerai itu dan disetujui. jadi bisa dikatakan dia memang bukan istri Anda lagi." jawab pengacara.
"Maksudmu?" David yang bingung.
"Jadi Nyonya Annabelle secara sah bukanlah istri anda, wanita itu sudah menjadi janda beberapa waktu yang lalu." jawab pengacara.
DEG..
jantung David benar-benar hancur seketika, pria itu tidak akan pernah mengira kalau Annabelle sudah bukanlah istrinya. pantas saja Gabriel menantang dirinya untuk membawa surat nikah kepada pria itu. semenjak pernikahan hingga sekarang David memang sudah menghancurkan surat pernikahannya, buku nikah itu disobek oleh David bahkan dibakar.
"Tidak, bagaimana itu bisa terjadi. Aku tidak pernah memberikan dia surat cerai?" tanya David.
"Mungkin itu surat cerai lama yang anda minta pada saya, tuan. kemungkinan besar Nyonya Annabelle mengunakan surat itu, karena yang saya tahu surat itu sudah anda tanda tangani." jawab pengacara.
Hancur sudah keinginan David untuk merebut Annabelle dari Franco.
"Apa yang bisa kita lakukan, pengacara. Aku tidak akan membiarkan istriku bersama pria lain." ucap David.
"Mungkin kita tidak bisa banding, tuan. yang hanya bisa kita lakukan adalah...," ucap pengacara yang kemudian diam.
"Yang kita lakukan apa? apa yang harus kita lakukan?" tanya pengacara.
"Saya tidak bisa mengatakan ataupun melakukan apapun, Tuan. semuanya tergantung kepada tuan David." jawab pengacara.
Jika Ini semua tergantung dari David, itu artinya David sendiri harus berusaha untuk mendapatkan hati Annabelle. pria itu harus bisa membuat wanita itu jatuh cinta kembali padanya.
"Apa yang harus aku lakukan, pengacara?" tanya David.
"Saya tidak bisa mengatakan apapun, Tuan. semuanya ada di tangan Tuan, jadi saya tidak bisa mengatakan apapun." jawab pengacara.
__ADS_1
Berharap mendapat berita yang baik namun nyatanya dia malah mendapatkan berita yang sangat buruk. David langsung berdiri, pria itu meninggalkan tempat pengacara kepercayaannya. David benar-benar sangat frustasi, pria itu nampak berdiri di luar gedung pengacara.
"Apa yang harus aku lakukan? apa yang harus aku lakukan?" David mencoba untuk berpikir.
Tak berselang lama ponsel David mulai berdering kembali, pria itu mendapat kabar mengenai keberadaan Lucia.
"Kemana wanita itu? kenapa dia ada di sekitar tempat ini." David yang bingung.
Salah satu anak buah David diperintahkan untuk mengikuti Lucia setelah foto-foto yang diberikan oleh orang misterius itu kepada David.
David langsung masuk ke dalam mobil, pria itu bergegas pergi ke tempat yang sudah diberitahu oleh anak buahnya. mobil melaju dengan begitu cepat, David ingin melihat Apa yang dilakukan oleh Lucia.
Sekitar 15 menit kemudian David sudah sampai di tempat itu, pria itu keluar dari mobilnya.
"Tuan." panggilan anak buah David.
"Dia bersama siapa?" tanya David.
"Dia bersama seorang pria, tuan." jawab anak buah David kembali.
"Bersama seorang pria? Jadi selama ini dia sudah membohongiku." David yang kemudian masuk ke dalam salah satu diskotik. langkah kaki pria itu berjalan dengan begitu terburu-buru, dia harus melihat wanita yang begitu dia cintai itu ternyata sudah menghianatinya.
"Kamu tahu, Josep. Aku benar-benar sangat lelah, aku benar-benar sangat kesal!!" seru Lucia.
"Seharusnya kamu tidak melakukan hal ini, Jika Tuan David tiba-tiba kembali dan kamu tidak ada di rumah.. dia bisa murka!" seru Joseph kembali.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
__ADS_1
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO