
"Selamat pagi, nyonya." beberapa wartawan terlihat sudah berada di kantor David.
"Selamat datang, tuan-tuan. beberapa wartawan sudah berada di kantor David.
"Apa yang mereka lakukan di sini?" Lucia dan David menatap beberapa wartawan yang sudah berada di tempat itu.
"Apa yang sedang mereka lakukan di sini?" tanya Lucia.
"Aku kan tadi sudah bilang kalau para wartawan akan ada di sini, tentu saja mereka mau mencari tahu mengenai pernikahan gagal yang kalian rencanakan karena kedatanganku." jawab Annabelle.
Lucia benar-benar sangat geram dengan semua yang dilakukan oleh Annabelle.
"Aku tidak ada waktu untuk acara tanya jawab atau acara apapun. silahkan kalian pergi dari sini." David mengusir para wartawan.
"Maafkan kami, Tuan David. kami kemari hanya ingin mewawancarai Nyonya Annabelle, Kalau tuan David tidak mau menjawab pertanyaan kami itu tidak apa-apa. karena kami sudah melihat sendiri kenyataan mengenai pernikahan ini." jawab Salah satu wartawan.
Senyum tipis ditunjukkan oleh Annabelle.
"Apa maksud kalian?" David mulai marah.
"Ternyata rumor mengenai perselingkuhan yang tuan David lakukan bersama Nyonya Lucia itu ternyata benar adanya. beberapa foto kekerasan yang tuan David lakukan juga sudah kami terima." jawab wartawan.
"Maksudmu." David terpancing amarah David.
"Kami mendapatkan beberapa informasi mengenai semua yang tuan David lakukan beberapa tahun yang lalu ketika Nyonya Annabelle masih menjadi istri Tuan. kami juga mendapatkan beberapa foto mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang tuan David lakukan." jawab wartawan.
Beberapa foto ditunjukkan oleh para wartawan kepada David, pria itu benar-benar terkejut. dia tidak bisa melakukan apapun, foto tubuh Annabelle yang penuh dengan luka beberapa luka memar bahkan sulutan rokok dan lain sebagainya itu mungkin sampai sekarang masih ada. karena Annabelle akan mempertahankan semua itu.
"Bagaimana kalian mendapatkan foto-foto ini?" David membentak salah satu wartawan.
"Itu adalah privasi kami, jadi Kami tidak akan memberitahukan Siapa yang memberikan foto-foto itu." jawab wartawan.
"Keluar dari sini, aku tidak menerima kehadiran kalian di sini." bentak Annabelle.
"Kami ingin melakukan konferensi pers dengan Nyonya Annabelle, jadi kami tidak akan pergi dari sini sebelum mendapatkan apa yang kami inginkan." salah satu wartawan menantang David.
Seketika David melihat beberapa wartawan. jika para wartawan menjelek-jelekkan namanya bisa-bisa beberapa usaha yang dia miliki akan hancur.
"Sudahlah, sayang. Biarkan.. biarkan wanita itu melakukan apa yang diinginkan." Lucia mencoba untuk menenangkan David.
"Kamu ini bagaimana sih, tadi kamu marah sekarang kamu malah berkata seperti itu." David menghempaskan tangan Lucia.
"Jika mereka merekam kita Setelah itu mereka menyiarkan secara langsung.. Mereka pasti akan menjebak kita dengan kata-kata khas mereka, bukan? lalu apa yang akan kita jawab. kita tidak akan bisa berkelip dari semua ini." ucap Lucia.
__ADS_1
"Baiklah tuan-tuan, apa yang ingin kalian tanyakan? karena suamiku sudah memberikan kita kesempatan dan dia sudah mempersilahkan. silakan kalian berbicara Mungkin kalian juga boleh bertanya dengan mereka." Annabelle mempersilahkan para wartawan.
Akhirnya konferensi pers itu dilakukan di salah satu ruang kosong yang ada di gedung perusahaan David.
"Wanita ini benar-benar licik, wanita ini benar-benar brengsek." kesal David.
"Tenanglah, Sayang. kita harus lebih pandai dari wanita itu, jika kita terjebak dengan permainannya bisa-bisa kita yang akan dipermalukan." jawab Lucia.
"Kalau aku tahu dia masih hidup mungkin lebih baik aku membunuhnya." David menatap Annabelle.
Wajah Annabelle yang sekarang mungkin tidak berubah, namun wanita itu hanya memakai make up dan perawatan saja. namun wajah itu terlihat semakin cantik semakin menggairahkan bahkan wajah itu benar-benar membuat semua pria terpesona dengannya.
"Aku tidak pernah mengira wanita itu akan selicik ini, dia bahkan berusaha menjebak kita dengan mengundang para wartawan." ucap Lucia.
"Sudahlah, jangan mengatakan apapun perkataanmu itu akan membuat aku semakin marah." kesal David yang kemudian duduk di salah satu kursi.
"Tuan David." Panggil salah satu wartawan.
"Ada apa lagi?!" bentak David.
"Lebih baik Tuan David duduk bersama dengan Nyonya Annabelle, karena kamu masih suaminya Jadi silakan Anda ke sana." salah satu wartawan malah mendorong Lucia dan David untuk duduk di samping Annabelle.
hari ini akan menjadi hari yang sangat spesial, hari dimana pembalasan akan dimulai. para wartawan menanyakan semua permasalahan kehidupan dan asmara dari Annabelle.
David dan Lucia langsung menatap Annabelle. sedangkan Annabelle sendiri langsung menetap salah satu wartawan yang bertanya padanya.
"Mungkin dahulu Aku sangat mencintai suamiku itu, dahulu.. tapi sekarang mungkin cinta itu sudah lenyap, tapi aku tidak akan tahu cinta itu kapan datang tapi yang jelas aku masih merasakan perasaan sebagai seorang istri." jawab Annabelle.
"Lalu, apakah Nyonya akan memberikan kesempatan kedua untuk Tuan David?" tanya wartawan lagi.
Annabelle tersenyum.
"Kesempatan itu selalu ada, tapi entah aku mau memberikan kesempatan atau suamiku mau meminta kesempatan itu. kita tidak akan tahu." jawab Annabelle.
David dan Lucia hanya terdiam.
"Oh ya Tuhan David, Kenapa anda tidak bisa mencintai nyonya Annabelle, anda lebih memilih berselingkuh dengan Nona lucia!" tanya wartawan.
"Tutup mulut kalian, tidak sopan kalian menyia-nyiakan hal itu?!" bentak David.
"Kenapa tidak sopan, Tuan. seharusnya tuan yang berlaku sopan kepada istri tuan. Bukankah anda masih mempunyai hubungan dan berstatus sebagai suami dari Nyonya Annabelle. lalu Kenapa anda lebih memilih berselingkuh dengan sekretaris Anda?" tanya wartawan.
Suasana semakin menegangkan, pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan adalah pertanyaan menjebak.
__ADS_1
"Aku tidak mau menjawab." jawab David.
"Kalau begitu untuk Nyonya Lucia, Berapa kali Anda sudah ditiduri oleh Tuan David?" pertanyaan yang sungguh luar biasa.
"Tutup mulut kalian!!" seru Lucia yang mulai marah.
"Kami mendapat beberapa foto dari salah satu penggemar kami, foto mengenai Anda yang sering keluar masuk di salah satu hotel." ucap wartawan.
Raut wajah Lucia langsung berubah, berubah menjadi merah malu dan wanita itu benar-benar dipermalukan.
"Jika kalian ingin menghina Kami, lebih bakal Kalian pergi!" seru David.
"Kelihatannya Anda sangat mencintai selingkuhan Anda, tuan David. buktinya Anda begitu rela melindungi dia daripada melindungi istri anda. apakah dia mempunyai keistimewaan, Tuan David?" tanya salah satu wartawan.
"Atau mungkin dia sangat pandai di atas ranjang?' salah satu wartawan langsung menanyakan sesuatu yang begitu sensitif.
kedua bola mata David sudah mulai memerah, pria itu menatap para wartawan dengan tatapan mata yang ingin membunuh.
"Lebih baik kalian pergi dari perusahaanku, jika kalian tetap berada di sini akan kupastikan kalian keluar dengan luka yang sangat menyakitkan!!" seru David yang terlihat mulai berdiri sembari mengangkat salah satu kursi.
Para wartawan yang melihat hal itu mereka memotret.. melakukan siaran langsung Bahkan mereka akan memberikan judul istimewa pada wawancara itu.
Annabelle yang melihat hal itu nampak dia tersenyum, tersenyum begitu puas karena melihat suami dan selingkuhannya dipermalukan oleh para wartawan itu.
"Selamat datang di dunia yang sudah kalian buat, Selamat datang di kesakitan yang selalu aku rasakan." guman Annabelle dalam hati.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
__ADS_1
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO