AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
SESAK


__ADS_3

"Pergilah, Gabriel." pinta David.


"Hai, bro.. ada apa denganmu?" tanya Gabriel.


"Baiklah, Annabelle. aku pulang dulu, nanti sore aku akan menjemputmu." Gabriel yang kemudian pergi.


Franco merasakan sesak yang begitu luar biasa, pria itu kembali ke kantornya dengan amarah yang terpendam. dasi yang di pakai di tarik longgar oleh Franco, nafasnya benar-benar terasa sesak.


"Heh..., kenapa perasaanku segelisa ini?" guman Franco.


TOK..


TOK..


Annabelle mengetuk pintu kantor Franco.


"Masuklah," jawab Franco.


"Ini." Annabelle memberikan segelas kopi juga bekal yang tadi dia buat.


Tak Ada jawaban dari Franco, pria itu nampak terdiam dengan nafas yang sedikit tercekat.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Annabelle,


Franco menganggukkan kepalanya.


"Makanlah dahulu." Annabelle membukakan bekal makanan yang dia buat.


"Apa kamu memiliki perasaan kepada Gabriel?" tanya Franco tiba-tiba.


Tangan Anabelle yang hendak membuka kotak bekal itu langsung terhenti.


"Memangnya ada apa?" tanya Annabelle.


"Apa kamu memiliki perasaan kepada Gabriel?" tanya Franco.


Annabelle menunjukkan senyumnya kembali.


"Tuan Gabriel adalah orang yang sangat baik, orang yang sangat peduli dan dia adalah orang yang sangat pengertian." jawab Annabelle.


kata-kata yang dikeluarkan oleh Annabelle bagaikan pisau yang langsung menusuk jantung Franco.


"Aku benar-benar sesak..," ucap Franco.


Annabelle terkejut wanita itu langsung panik.


"Apakah kamu ingin aku buatkan sesuatu yang hangat?" Annabelle mendekati Franco.


Franco menggelengkan kepalanya. pria itu menarik salah satu tangan Annabelle.


"Kepalaku pusing." ucap Franco kembali.


Annabelle berjalan mendekati Franco, wanita itu berdiri di belakang Franco yang sedang duduk di kursi kebesarannya. perlahan-lahan tangan Annabelle memijat kepala Franco.


"Apakah ada sesuatu yang membuatmu seperti ini?" tanya Annabelle dengan lembut.


Franco tidak ingin menjawab, namun sentuhan yang diberikan Annabelle membuatnya memejamkan mata. begitu hangat, begitu lembut bahkan sentuhan yang diberikan Annabelle begitu tulus.


"Bisakah aku meminta tolong padamu?" tanya Franco kepada Annabelle.


"Apa?" tanya Annabelle.


Franco berjalan, dia hendak duduk ke sofa yang ada di kantornya.


"Duduklah sini." pinta Franco.

__ADS_1


Annabelle kebingungan, namun dia menuruti apa yang diminta oleh Bosnya itu. Annabelle duduk di sofa ruang kerja, namun sesaat kemudian.. Franco membuat Annabelle sangat terkejut, pria itu meletakkan kepalanya di pangkuan Annabelle.


"Bisakah kita tetap seperti ini untuk beberapa saat. aku ingin mengistirahatkan kepalaku, aku ingin menghilangkan bebanku untuk sejenak." ucap Franco.


Annabelle hanya terdiam, wanita itu menatap Franco yang mulai memejamkan matanya. perlahan-lahan Annabelle mengusap rambut Franco berulang kali, raut wajah Franco tiba-tiba menjadi tenang, menjadi begitu rileks tanpa beban sama sekali.


"Pria yang begitu dingin dan menyebalkan ini terlihat begitu tenang. Mungkin dia benar-benar kebingungan dan tertekan dengan semua ini." guman Annabelle.


Entah berapa lama, Namun Annabelle hanya bisa menatap Franco. wanita itu mengusap rambut Franco berulang kali.


Sekitar beberapa menit kemudian terlihat Annabelle hendak mengangkat kepala Franco, wanita itu akan pergi ke suatu tempat.


"Kamu mau ke mana?" Franco langsung meraih tangan Annabelle.


"Aku mau ke toilet sebentar." jawab Annabelle.


Di dalam ruangan Franco sudah lengkap, ada kamar untuk beristirahat juga kamar mandi di sana. rasa capek dan beban itu terasa menghilang dari pikiran Franco, pria itu menatap Annabelle yang baru keluar dari toilet.


"Apa kamu sudah lebih baik?" tanya Annabelle.


Franco menganggukkan kepalanya, setelah itu dia duduk sembari menghela nafasnya perlahan-lahan.


"Kamu mau makan atau apa?" tanya Annabelle.


"Kita makan saja." jawab Franco.


Bekal makanan yang sudah dipersiapkan oleh Annabelle dibuka oleh Franco, masakan yang sudah beberapa hari dibuatkan oleh Annabelle.


"Kamu membuatkan makanan ini untuk siapa saja?" tanya Franco kembali.


"Aku kan cuma membawa dua bekal makanan, jadi itu untukmu dan aku saja." jawab Annabelle.


Perlahan-lahan Franco mulai membuka kotak bekal itu, dia makan perlahan-lahan sembari merasakan kenikmatan makanan buatan Annabelle. ada rasa penyesalan, ada rasa kekosongan di hatinya.


"Andai saja waktu itu aku menuruti permintaan istriku, apa kamu...," perkataan Franco langsung terhenti.


Pintu kantor Franco tiba-tiba terbuka, di sana muncul Gabriel kembali.


"Halo sayang..," Gabriel yang masuk ke dalam kantor Franco.


"Kenapa kamu kembali lagi?" tanya kesal Franco.


"Kenapa denganmu, saudaraku. aku sudah bilang aku kemari karena aku ingin berbicara dengan wanita kesayanganku dong." jawab Gabriel.


Suasana hati yang terlihat tenang itu akhirnya kembali menjadi menyebalkan, raut wajah Franco yang begitu kesal menatap Gabriel dengan kekesalan yang sangat luar biasa.


"Oh ya Annabelle, aku membawa sesuatu untukmu." ucap Gabriel.


"Memangnya Tuan Gabriel membawa apa?" tanya Annabelle sembari tersenyum.


Gabriel meminta Annabelle untuk duduk di sofa, sesaat kemudian pria itu merogoh sakunya dan mengambil sesuatu dari dalam sakunya.


"Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sudah lama, tapi hari ini aku mau mengatakannya padamu." jawab Gabriel.


Kotak kecil berwarna merah itu dibuka oleh Gabriel, sebuah cincin yang tidak terlalu besar namun mungkin bernilai mahal.


"Aku ingin menikahi kamu, apakah kamu mau menjadi istriku?" tanya Gabriel.


Seketika kedua bola mata Franco membulat sempurna.


"Kamu jangan main-main, Gabriel." ucap Franco.


"Kenapa aku harus main-main, usiaku ini sudah 30 tahun ke atas. Aku ingin meminang wanita yang aku cintai, kamu pernah merasakan pernikahan. Aku adalah pria lajang yang sudah jatuh cinta kepada Annabelle." jawab Gabriel.


DEG..

__ADS_1


DEG..


seketika jantung Franco berdebar tidak terkendali, pikirannya benar-benar tidak terkontrol. rasa kesal bercampur dengan amarah juga kebingungan, tubuh lelah itu nampak menatap Annabelle yang duduk menatap Gabriel.


BUGG..


tiba-tiba tubuh Franco tidak bisa menahan beban yang begitu berat, pria itu langsung tersungkur tidak sadarkan diri. Annabelle yang melihat hal itu dia benar-benar terkejut.


"Tuan!" seru Annabelle yang kemudian berdiri. dia mencoba untuk membangunkan Franco. kedua tangan Annabelle menepuk pipi Franco kemudian menggoyangkan tubuhnya.


"Aku akan Panggil ambulans, kelihatannya dia sakit." ucap Gabriel.


"Sudah beberapa hari ini dia tidak enak badan, aku setiap hari membuatkan dia bekal makanan. dia sulit makan." jawab Annabelle.


Akhirnya Gabriel menelpon ambulans, Franco dibawa ke rumah sakit dengan kondisi yang begitu lemah. hari itu akhirnya Franco sudah tidak bisa menerima kenyataan yang begitu menyakitkan.


*RUMAH SAKIT*


"Bagaimana dokter?" tanya Annabelle.


"Kondisinya sangat lemah, dia sakit tapi dia memaksakan diri." jawab dokter.


"Heh..," Annabelle menghela nafasnya dengan kasar.


"Dia ini pria yang benar-benar menyebalkan, dia gila kerja bahkan Sakit pun dia tahan." ucap Franco.


Annabelle terdiam saat mendengarkan perkataan Gabriel.


"Lebih baik Tuan Gabriel pulang dahulu, aku akan menjaga Tuan Franco." ucap Annabelle.


"Tidak usah, Annabelle. aku akan menjaga di sini, kamu pulanglah dahulu." pinta Gabriel.


"Apa Tuan sudah makan?" tanya Annabelle.


"Nanti saja aku makan, aku akan menunggu pria gila ini sadar." jawab Gabriel.


siang itu akhirnya Annabelle menunggu Franco di rumah sakit.


"Annabelle." Panggil Gabriel.


"Iya Tuan." jawab Annabelle.


"Aku akan ke perusahaan dahulu, ada salah satu rekan bisnis perusahaan yang sudah datang." ucap Gabriel.


"Baiklah, Tuan. aku akan menunggu tuan Franco. kalau tuan Franco sudah sadar aku akan memberi kabar Tuan Gabriel." ucap Annabelle.


"Terima kasih ya." Gabriel yang kemudian menyentuh rambut Annabelle sembari tersenyum.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN

__ADS_1


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2