
Dari luar pintu ruangan Annabelle.. terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. langkah kaki yang begitu berat, langkah kaki yang memiliki begitu banyak beban. Anabelle mengira kalau langkah kaki yang mendekat ke ruangannya adalah Gabriel. terlihat wanita itu tersenyum dengan begitu sumringah.
"Gabriel, Apakah kau...," perkataan Annabelle terhenti ketika melihat sosok yang sudah ada di depan pintu ruangan tempatnya merias diri.
"Kenapa kamu terhenti?" tanya seorang pria yang sudah berdiri di depan pintu ruangan.
Annabelle terlihat begitu cantik, kecantikan itu membuat David begitu terpukau. pria itu langsung masuk dan mengunci pintu ruangan itu.
"Apa yang kamu lakukan di sini, David?" tanya Annabelle.
Sebuah senyum terlukis di wajah David, senyum yang begitu menyakitkan. senyum yang tidak pernah dia ingin perlihatkan kepada siapapun. "Kelihatannya kamu sangat bahagia sekali, Annabelle ?" David menatap Annabelle dengan beribu pemikiran yang ada di otaknya.
Annabelle terdiam tanpa menjawab pertanyaan mantan suaminya itu. "A-apa yang kamu lakukan di sini, David. Pergilah dari sini." Annabelle mengusir David.
"Kenapa aku harus pergi? aku kemari karena aku ingin berbicara denganmu." David semakin mendekati Annabelle.
"Pergilah dari sini, David. Aku tidak ingin berbicara denganmu." rasa takut dirasakan Annabelle ketika wanita itu melihat David semakin mendekatinya.
Entah apa yang ingin di dilakukan oleh David, namun salah satu tangannya merogoh saku celananya. "Maafkan aku karena aku tidak bisa melakukan apa yang kamu minta, Annabelle. hatiku ini terlanjur jatuh cinta padamu. hatiku ini terlanjur merasakan sesuatu yang begitu membara." jawab David dengan semua perasaan yang dia rasakan saat ini. "Aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk kali ini." lanjut David yang kemudian mengambil sesuatu dari saku celananya.
Annabelle hendak melarikan diri dari ruangan itu, namun sayangnya David langsung menarik tangan Annabelle dan membekap mulut wanita itu. sapu tangan yang sudah diberi obat bius itu dibukamkan di mulut Annabelle, sekitar beberapa detik kemudian Annabelle yang meronta-ronta itu akhirnya tidak mampu melakukan apapun. dia langsung tersungkur tidak berdaya.
David tersenyum Setelah dia dapat membuat Annabelle tidak sadarkan diri, pria itu harus segera melakukan sesuatu. David meminta salah satu anak buahnya yang sudah dia persiapkan untuk membawa tempat sampah ke tempat itu. pria itu menggunakan tempat sampah itu untuk membawa Annabelle keluar dari hotel tempat dia akan menikah.
"Kalian harus bersikap setenang mungkin, jangan sampai ada siapapun yang memergoki kalian." perintah David.
"Tenang saja, tuan. Kami tidak akan ditangkap oleh mereka." jawab anak buah David yang kemudian membawa Annabelle keluar dari hotel dengan begitu tenang.
__ADS_1
David yang menyamar menjadi orang lain itu tentu saja dia tidak akan dikenali oleh siapapun, walaupun seperti itu Gabriel juga tidak akan mengenali David karena dia tidak mengingat David sama sekali. acara pesta yang begitu meriah itu terlihat benar-benar sangat luar biasa. dengan begitu tenang David keluar dari hotel tersebut, dia tidak berpikir kalau akan ada seseorang yang mengenal dia atau seseorang yang mengetahui Siapa dirinya.
Gabriel yang berada di altar pernikahan dia benar-benar begitu tidak tenang menunggu kedatangan Annabelle. "Kenapa mereka lama sekali, Gabriel menunggu kedatangan Annabelle.
"Tenang saja, Tuan. Nona Annabelle akan segera kemari." ucap manager hotel.
"Tolong kamu perintahkan kepada anak buahmu untuk menjemput calon istriku." pinta Gabriel yang begitu tidak sabar.
Beberapa wanita sudah diperintahkan oleh manajer hotel untuk menjemput Annabelle di ruang rias. dua wanita itu berjalan dengan begitu santai karena mereka tidak tahu kalau pengantin yang akan mereka jemput itu sudah tidak ada di tempatnya.
"Tuan Gabriel benar-benar sangat bahagia ya.' ucap salah satu pekerja wanita.
Perbincangan dua wanita itu terlihat begitu biasa, sesaat kemudian mereka berdua memasuki ruangan tempat Annabelle. "Nona Annabelle." Panggil karyawan wanita.
"Lho.. kok tempatnya kosong?" tanya karyawan wanita yang lain.
"Iya di mana, Nona Annabelle? kok tidak ada." dua karyawan wanita itu akhirnya mencari sosok Annabelle yang tidak ada di ruangan itu. mereka harus menemukan keberadaan wanita yang akan menikah hari ini itu. "Kok Nona Annabelle tidak ada, Coba kita cari di toilet..," dua wanita itu mencari keberadaan Annabelle yang tiba-tiba menghilang. mereka baru meninggalkan Annabelle sekitar 10 menit namun 10 menit kemudian Wanita itu sudah tidak ada di tempat itu.
"Kalian harus mencari cara untuk menutupi semua ini." pinta David.
"Tenang saja, Tuan. kami akan melakukan sesuatu perintah Tuan." jawab anak buah David yang kemudian meminta bosnya untuk segera pergi dari hotel tersebut.
Mobil hitam melaju dengan kecepatan yang begitu santai ketika mereka baru keluar dari parkiran hotel. Franco yang baru sampai di hotel tersebut pria itu melihat sosok David yang ada di tempat itu.
"Apa yang dilakukan pria itu di sini." Franco yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat David ada di hotel.
Franco mengikuti mobil David yang sudah meninggalkan hotel, tak berselang lama di sebuah tempat David menghentikan mobilnya dan berbicara dengan seorang pria yang tidak dikenal oleh Franco. terlihat pria itu menatap David yang sedang berbicara dengan salah satu anak buahnya yang ada di tempat parkir
__ADS_1
pusat perbelanjaan.
Franco keluar dari dalam mobilnya dan mendekati mobil milik David. pria itu melihat ke dalam mobil, Betapa terkejutnya pria itu saat melihat Annabelle ada di dalam mobil tersebut. "Apa yang terjadi? Kenapa wanita itu ada di sini?" Franco melihat Annabelle yang ada di dalam mobil milik David. tanpa mengatakan apapun Franco langsung membuka pintu mobil David.
David sendiri sedang berbicara dengan anak buahnya agak jauh dari mobilnya, entah apa yang sedang mereka bicarakan namun itu kesempatan yang sangat bagus bagi Franco untuk mengambil Annabelle kemudian membawanya pergi.
"Aku harus membawa Annabelle pergi, aku tidak boleh membiarkan David mengambil Annabelle dari Gabriel." Franco membawa Annabelle pergi dari tempat itu secara diam-diam.
David tidak mengetahui kalau Annabelle sudah tidak ada di dalam mobilnya, dengan segera Franco membawa Annabelle pergi dari tempat itu saat berada di dalam mobil Franco terus menatap Annabelle yang masih tidak sadarkan diri. sekitar 5 menit kemudian Franco menghentikan mobilnya di suatu tempat.
Niat hati memang pria itu ingin membawa Annabelle Kembali ke tempat Gabriel, namun entah apa yang terjadi. tiba-tiba Franco Franco mempunyai sebuah pemikiran yang mungkin dimiliki oleh semua pria yang mencintai wanita pujaannya. CCTV mungkin sudah merekam David dan anak buahnya, Jika dia membawa Annabelle hari ini tidak akan ada siapapun yang tahu. mungkin sekarang ini hati Franco sudah dibutakan oleh cinta hingga pria itu memutuskan untuk membawa Annabelle pergi dari Gabriel di saat pernikahan itu akan berlangsung.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO