
"Sudahlah Tuan, tuan tidak boleh melakukan hal ini." pinta Annabelle yang berusaha untuk menghentikan Franco.
"Kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu? dia hendak melecehkan mu, Jika dia berani melakukan hal itu akan kupastikan dia membusuk di penjara seumur hidupnya." jawab Franco.
Akhirnya rapat itu diakhiri dengan beberapa kekecewaan gara-gara salah satu pengusaha yang membuat keributan. sore itu Franco tidak langsung pulang, pria itu mengajak Annabelle untuk makan di salah satu restoran terlebih dahulu.
"Apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Franco.
"Aku tidak apa-apa." jawab Annabelle sambil menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba saja pria itu memegang salah satu tangan Annabelle.
"Aku tidak akan membiarkan mereka berbuat tidak senonoh padamu." ucap Franco.
Entah Annabelle harus bahagia atau bagaimana, tentu saja wanita itu bingung dengan sikap aneh Franco. perubahan itu terjadi begitu saja.
BRETTTT..
ponsel yang ada di tas Annabelle nampak berbunyi, seketika Annabelle menarik tangannya. wanita itu menatap ponselnya, panggilan telepon tertera nama Gabriel.
"Siapa yang menelpon?" tanya Franco.
"Tuan Gabriel yang menelpon, tuan." jawab Annabelle.
Hati Franco yang begitu bahagia itu seketika hancur karena panggilan telepon dari Gabriel.
"Sebentar tuan, saya jawab panggilan telepon dari tuan Gabriel dahulu." ucap Annabelle yang kemudian menjawab panggilan telepon dari Gabriel.
"Halo tuan Gabriel." Annabelle menjawab panggilan telepon.
"Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya Gabriel.
Annabelle tersenyum..
"Kabar saya baik-baik saja, Tuan. Bagaimana kabar Tuan di sana? Apakah Tuan baik-baik saja?" tanya Annabelle.
"Aku di sini tidak baik-baik saja, Sayang. aku begitu merindu kan dirimu, aku benar-benar sangat merindukan kehadiranmu." jawab Gabriel.
Annabelle kembali tersenyum, namun berbeda dengan Franco, pria itu menetap Annabelle yang dari tadi tersenyum begitu menawan, seketika satu tangan Franco langsung terulur. pria itu langsung mengambil ponsel yang dipegang oleh Annabelle.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai? kenapa kamu menelpon?" tanya Franco dengan nada yang begitu ketus.
"Memangnya Kenapa aku tidak boleh menelpon? lagian Kenapa kamu langsung merampas telepon Annabelle?" tanya Gabriel dengan sangat kesal.
"Itu urusanku, lagi pula Kami ini sedang ada pekerjaan. matikan ponselnya mengganggu saja." cibir Franco.
"Jangan berani mematikan ponselnya, lagi pula aku sudah bilang kan aku sangat merindukan gadis kesayanganku!" bentar Gabriel.
"Dia itu bukan gadis dia itu wanita. atau.. kamu tidak bisa membedakan antara gadis dan wanita?" cibir Franco kembali.
"Aku tidak peduli, pokoknya dia adalah wanita kesayanganku. cepat berikan ponselnya padanya!" teriak Gabriel.
TUT..
Franco langsung mematikan ponsel itu, Annabelle yang melihat hal itu dia sedikit kesal.
__ADS_1
"Kenapa harus dimatikan, tuan? saya kan belum selesai berbicara dengan Tuan Gabriel?" tanya Annabelle.
"Pembicaraan kalian tidak penting." jawab Franco yang kemudian malah memasukkan ponsel Annabelle ke sakunya.
"Kenapa harus Tuan bawa ponselku? tolong kembalikan." minta Annabelle.
"Tidak bisa, kalau aku kembalikan tentunya dia akan mengganggu kita." jawab Franco.
Seketika pria itu menonaktifkan ponsel Annabelle, pelayan restoran menyajikan makanan yang dipesan oleh Franco.
"Cepat makan makanannya, nanti dingin tidak enak." perlahan-lahan Franco mulai menunjukkan keposesifannya kepada Annabelle.
Terkadang juga pria itu tanpa sadar selalu mencuri dengar pembicaraan Annabelle dengan seorang pria.
"Ada apa sih dengan pria ini? kenapa dia tiba-tiba seperti ini? Apa dia salah makan sesuatu." guman Annabelle dalam hati yang kemudian mulai makan.
Beberapa menit kemudian akhirnya Franco mengantarkan Annabelle pulang, terlihat pria itu merogoh sakunya dan memberikan ponselnya kepada Annabelle.
"Aku akan menelponmu." ucap Franco.
"Bagaimana anda bisa menelponku? sedangkan ponselku kan Anda bawa." jawab kesal Annabelle.
Franco memberikan ponselnya kepada Annabelle.
"Itu kan bukan ponsel saya." ucap Annabelle.
"Bawa ponselku dan aku akan membawa ponselmu." Franco yang langsung menarik tangan Annabelle dan memberikannya.
"Kalau ponsel ini diberikan kepada saya, Lalu bagaimana jika ada yang menelpon?" tanya Annabelle.
Hari ini benar-benar terasa aneh bagi Annabelle, sikap Franco benar-benar di luar nalar kebiasaan.
"Aku pulang dulu." pamit Franco.
Annabelle hanya menganggukkan kepalanya, karena hari ini dia benar-benar merasa aneh. ketika Annabelle memasuki rumah David terlihat wanita itu menatap David yang sedang bersandar di kursi ruang tengah. wajahnya terlihat begitu merah dengan tubuh yang sedikit lemas.
"Apa kamu masih sakit?" tanya Annabelle.
David tidak menjawab..
Anabelle melangkah maju, wanita itu menyentuh dahi David yang masih panas.
"Kamu Masih demam, kamu tidak minum obat ya?" tanya Annabelle.
David menggelengkan kepalanya.
"Kamu ini sudah tua, Kenapa keras kepala." ucap Annabelle yang kemudian berjalan ke dapur untuk mengambil sesuatu.
"Makanlah dahulu." pinta Annabelle.
"Kamu tidak usah terlalu baik padaku." David merasa malu.
"Sebenarnya aku tidak ingin berbuat baik padamu, tapi aku ini seorang manusia yang masih memiliki hati. jadi aku tidak akan membiarkanmu mati konyol seperti ini." ucap Annabelle yang kemudian memberikan makanan untuk David.
"Kalau kamu tidak mau makan apa kamu ingin aku suapi atau kamu mau mencari perhatianku?" goda Annabelle yang membuat David semakin malu.
__ADS_1
"Aku masih mempunyai tangan sendiri, jadi aku tidak perlu meminta bantuan padamu." jawab David yang kemudian hendak meraih makanan itu. tubuh yang benar-benar lemah itu tentu saja akan kesulitan melakukan hal itu.
"Gengsimu itu terlalu besar, hingga sekarang kamu itu terlalu gengsi." ucap Annabelle.
Langkah kaki Annabelle hendak meninggalkan David, wanita itu berjalan keluar dari ruang tengah menuju ruang tamu. tanpa sengaja Annabelle melihat seseorang dari jauh, seseorang yang benar-benar menghancurkan kehidupan Annabelle.
"Ternyata wanita itu sudah kembali, baiklah. sekarang aku harus membuat rencana." ucap Annabelle.
David benar-benar begitu lemah, Annabelle yang melihat hal itu seketika dia meraih piringnya. buka mulutmu..," pinta Annabelle.
"Tidak usah, nanti akan ku makan sendiri." jawab David.
"Apa kamu harus mati dulu setelah itu baru makan? emang bisa..," cibir Annabelle.
Akhirnya mau tidak mau David membuka mulutnya, pria itu menerima suapan demi suapan yang diberikan oleh Annabelle. perlahan-lahan Annabelle mulai menghitung waktu kedatangan Lucia.
"Kamu ini makan seperti anak kecil ya?" Annabelle yang kemudian membersihkan mulut David dengan tangannya.
Lucia yang masuk nampak dia menatap David yang sedang disuapi oleh Annabelle, terlihat dua orang itu benar-benar menjadi pemandangan yang merusak mata Lucia.
"Dasar wanita murahan! beraninya kamu mengganggu kekasihku!!" teriak Lucia yang langsung membanting barang-barang yang ada di tangannya.
Seketika wanita itu berjalan mendekati Annabelle, Salah satu tangannya hendak menampar wajah Annabelle.
David langsung meraih tangan Lucia, pria itu menatap kesal kepada wanita yang sudah bersamanya 3 tahun lebih itu.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya David yang sedikit lemah.
"Beraninya wanita ini menggodamu." jawab Lucia.
"Siapa yang hendak menggodaku?" tanya David kembali.
"Dia sengaja melakukan hal ini Untuk menggodamu kan, dia menggodamu waktu aku tidak ada di rumah, dia berharap dia akan kembali padamu!" seru Lucia dengan kata-kata yang begitu menjijikan itu.
David menghempaskan tangan Lucia, pria itu menatap Lucia dengan tatapan mata yang begitu marah.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1