
"Hahaha...," tawa seorang wanita.
Siria, seorang wanita berusia 26 tahun, adik dari Joni. mencintai Franco juga Gabriel. sayangnya.. kedua pria itu juga tidak menyukai Siria.
"Kalian harus hancur, kalian harus hancur. beraninya kalian mencintai wanita lain, beraninya kalian mencampakkan aku." ucap Siria.
"Ada apa?" tanya seseorang.
Tatapan mata yang begitu tajam, senyum yang begitu menawan. ternyata selama Siria adik Joni tidak gila, wanita itu berpura-pura gila hanya ingin membuat Gabriel dan Franco merasa bersalah.
"Kenapa kamu tidak menghentikan semua ini, Siria?" tanya seorang wanita tua yang selama ini menjaga Siria.
"Tentu saja aku tidak mungkin melepaskan pria itu." jawab Siria.
"Kenapa memangnya? kenapa kamu melakukan hal itu! Bukankah kamu wanita normal, kamu tidak gila? kenapa harus berpura-pura menjadi gila?" tanya wanita tua.
"Aku harus membuat dua pria itu benar-benar merasa bersalah padaku, aku baru mengetahui kalau mereka menyukai satu wanita yang sama. aku tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja, aku tidak akan membiarkan mereka bersama dengan wanita lain." jawab Siria.
DUA HARI KEMUDIAN
*APARTEMEN ANNABELLE*
TOK!!
TOK!!
pintu apartemen Annabelle diketok.
CEKLEK..
Annabelle membuka pintu apartemennya.
"Siapa sih yang main-main seperti ini." ucap Annabelle yang melihat di sekitar apartemennya tidak ada orang sama sekali.
Ketika Annabelle hendak menutup pintu itu tiba-tiba saja tatapan matanya menatap sebuah bingkisan yang ada di depan pintu apartemennya.
"Kado dari siapa? padahal ini bukan hari ulang tahunku." Annabelle kemudian mengambil kado yang ada di depan pintunya.
"Ini ada kartu nama untukku, Siapa yang mengirimnya." ucap Annabelle yang kemudian membawa masuk kado tersebut kemudian menutup pintu apartemen. di dalam ruang apartemennya Annabelle meletakkan batu itu.
"Masa ada orang iseng yang ngasih aku kado sih." Annabelle kemudian tersenyum. wanita itu membuka kado entah dari siapa.
Senyum yang begitu mengembang itu seketika menjadi raut wajah yang benar-benar sangat ketakutan.
BRUKK..
"Aaaaa!!!" teriak Annabelle saat melihat isi dari kado tersebut
"Siapa orang gila yang mengirim ini." Annabelle ketakutan.
__ADS_1
Setelah mendapatkan kado yang sangat tidak menyenangkan itu seketika Annabelle menelpon Gabriel. setelah mendengar kabar dari Annabelle Gabriel bergegas ke apartemen wanita muda itu. Gabriel sudah tahu sandi nomor Annabelle jadi dia langsung masuk ke rumah wanita muda itu tanpa kendala sama sekali.
"Ada apa, Annabelle?" tanya Gabriel.
Annabelle langsung memeluk Gabriel, wanita muda itu benar-benar sangat ketakutan. dia benar-benar merasa seperti mendapatkan teror.
"Ada apa, Annabelle?" tanya Gabriel kembali.
Annabelle menunjuk kotak yang tadi dilempar, Gabriel melihatnya.. Betapa terkejutnya Gabriel saat melihat isi kotak tersebut. bangkai 2 kucing ada di dalam kotak itu.
"Siapa yang melakukan hal ini?" Gabriel mulai marah.
"Aku takut, aku takut..," Annabelle yang meringkuk ketakutan.
"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja." Gabriel memeluk Annabelle.
Terlihat sekali wanita muda itu sangat ketakutan, dia tidak tahu siapa yang sudah melakukan hal ini padanya. dia merasa tidak mempunyai musuh.
"Aku akan meminta CCTV bangunan apartemen ini, kamu tenanglah." minta Gabriel.
"Aku takut.. aku takut..," jawab Annabelle berulang kali.
"Lebih baik kamu ikut lah aku ke tempat Franco saja. kalau kamu di sini sendirian aku takut terjadi sesuatu padamu." Gabriel memapah Annabelle. pria itu memeluk erat tubuh Annabelle kemudian menggendongnya.
Ketakutan terlihat jelas di wajah Annabelle.
Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Annabelle dan Gabriel sudah berada di tempat Franco. Franco Franco sendiri dia dibuat terkejut karena Gabriel sudah ada di rumah sakit padahal dia tadi bersama Gabriel ke rumah sakit kemudian tiba-tiba pria itu langsung menghilang.
"Kamu ini kenapa sih?!" seru Franco gang pria memberikan isyarat untuk menutup mulutnya Franco berjalan mendekati Gabriel. ternyata di ruang tengah sudah ada Annabelle yang duduk sembari meringkuk ketakutan.
"Ada apa dengan Annabelle?" tanya Franco
"Jangan bilang apapun, oke." pinta Gabriel Baiklah.
"Memangnya ada apa dengannya!" tanya Franco.
"Ada seseorang yang mengirim bangkai kucing ke tempat Annabelle." jawab Gabriel.
"Bangkai kucing? maksudmu?" tanya Franco.
"Ada seseorang yang meneror Annabelle, kemungkinan seseorang yang mempunyai permusuhan dengannya." jawab Gabriel.
"Tidak mungkin Annabelle mempunyai musuh, yang aku tahu dia adalah wanita yang tidak terlalu bergaul dengan siapapun." jawab Franco.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas Annabelle diteror oleh seseorang dan orang itu memberinya bangkai kucing." jawab Gabriel.
Franco melihat raut wajah Annabelle, terlihat sekali kalau wanita itu benar-benar sangat ketakutan.
"Aku tidak habis pikir kenapa orang itu melakukannya, tapi yang jelas orang itu mempunyai dendam kepada Annabelle. jika tidak untuk apa dia mengirim bangkai tikus kepada Annabelle." ucap Gabriel.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas jika itu benar pasti ada seseorang yang mempunyai dendam kepada kita. dia tahu kalau kita dekat dengan Annabelle, karena itu dia ingin membuat Annabelle ketakutan." jawab Franco.
Seketika Gabriel langsung terdiam, benar apa yang dikatakan oleh Franco ini bukan mengenai orang itu yang mempunyai dendam kepada Annabelle. tapi orang itu mempunyai dendam kepada Franco dan Gabriel. orang itu menggunakan Annabelle sebagai alat agar dia bisa meneror Franco dan Gabriel.
"Kalau itu benar itu, berarti kita dalam masalah." Gabriel mulai bingung.
"Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi untuk saat ini kita hanya bisa melakukan cara pengamanan." ucap Franco.
"Maksudmu?" tanya Gabriel.
"Sekarang Annabelle akan tinggal di sini, hal itu akan lebih baik, karena jika dia jauh dari kita dia akan dalam bahaya." jawab Franco.
"Jika Annabelle tinggal di sini bersama kita, Apa itu akan lebih baik?" tanya Gabriel.
"Itu akan lebih baik daripada kita kebingungan untuk mengawasinya. Jika benar orang itu menjadikan Anabelle target maka kita harus mengawasi Annabelle 24 jam." jawab Franco.
akhirnya Franco memutuskan Annabelle untuk tinggal di rumahnya, dia tidak mau terjadi sesuatu kepada wanita muda itu.
Di tempat lain pula David berusaha untuk mendekati Annabelle dengan begitu banyak cara David. mulai mencari tahu apa saja yang dilakukan Annabelle, kesukaan Annabelle apa dan apa yang dia harus lakukan.
"Bagaimana menurutmu dengan hadiah ini?" tanya David kepada pelayan toko perhiasan.
"Menurut saya itu sangat bagus, Tuan. jika untuk wanita yang anda cintai kalung ini akan menjadi hadiah yang sangat indah." jawab pelayan toko.
"Aku juga ingin memberikan dia sesuatu, apakah menurutmu cincin itu akan terlihat bagus di jarinya?" David memperlihatkan foto Annabelle.
"Lebih baik anda memberi kalung dahulu, tuan. di hari ulang tahunnya mungkin akan menjadi hal yang spesial. baru setelah itu cincin akan menjadi cincin saat Anda melamarnya." jawab pelayan toko.
Mendengar jawaban dari pelayan toko David benar-benar begitu bersemangat.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1