AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
MENANGKAP SIRIA


__ADS_3

"Jika benar Wanita itu sudah ditangkap, maka akan lebih baik. aku ingin semua orang tahu bahwa aku ataupun Franco bukanlah orang ya pernah dianggap sebagai pembunuh ataupun sebagai orang yang tidak memiliki perasaan. aku ingin Mereka melihat kalau kami adalah orang yang memiliki hati dan pikiran." ucap Gabriel.


"Semoga saja Tuan Franco bisa lekas menemukan keberadaan wanita itu, dengan begitu semuanya akan berjalan dengan baik." ucap Annabelle.


"Tentu saja, tentu saja akan lebih baik jika wanita itu ditangkap." Gabriel yang kemudian mengambil ponselnya.


Di tempat lain mobil hitam melaju berjumlah empat, beberapa orang sudah keluar dari mobil itu. salah satu orang yang keluar dari mobil itu adalah Franco.


"Kamu cari di mana keberadaan wanita itu, Roni. Aku tidak mau wanita itu lepas begitu saja." Franco berdiri dengan semua keangkuhannya. dia harus mendapatkan Silia bagaimanapun caranya.


Di apartemen megah Silia sedang berpesta pora bersama teman-temannya, wanita itu berjoget ria sembari memposting Semua yang dia lakukan. wanita itu begitu bahagia, namun dia tidak tahu kalau beberapa pria sudah mulai mencari keberadaannya.


"Huaaa!!!" suara teriakan Siria ketika dia berjoget ria bersama teman-temannya. "Aku sangat bahagia." lanjut Siria yang kemudian berjoget dengan gaya yang begitu erotis.


"Kamu benar-benar sangat menawan, sayang." seorang pria terlihat mulai menyentuh bagian tubuh Siria. "Aku ingin merasakan halusnya kulitmu." lanjut si pria yang kemudian berjoget di belakang tubuh Siria.


Suara musik yang terdengar begitu menggelegar, Silia dan beberapa temannya begitu bahagia, mereka tidak tahu apa yang akan menghadang mereka. mereka tidak tahu apa yang akan menanti di balik layar. Siria begitu bahagia, dia melihat ponselnya.


"Baguslah kalau begitu, dengan begini kalian berdua akan hancur." Siria melanjutkan berjoget ria setelah melihat ponselnya.


"Ada apa, sayang." kekasih Silia bertanya.


"Aku? Tentu saja aku melihat ponsel." jawab Siria.


"Apakah ada berita yang menarik?''


"Tentu tentu ada berita yang sangat menarik, sayang."


"Berita apa?"


"Kamu akan tahu nanti setelah dua pria itu hancur."


Suara musik yang semakin keras dan semakin menggelegar, anak buah Franco bergegas naik ke apartemen Siria. mereka harus segera menangkap Siria di tempat agar wanita itu tidak melarikan diri.


BRAKK!!


seketika pintu ditendang oleh anak buah Franco. "Sergap mereka semuanya!" perintah Roni.


Franco memasuki ruangan itu, salah satu tangannya mengusap rambutnya. "Jika ada yang lolos dari tempat ini langsung tembak di tempat!"


Silia melihat orang-orang berpakaian hitam itu tiba-tiba masuk ke tempatnya, Silia sangat terkejut. "Siapa kalian!" seru Siria yang kemudian berjalan mendekati beberapa orang yang sudah masuk apartemennya.

__ADS_1


PROK!!


PROK!!


PROK!!


suara tepuk tangan dari seseorang.


"Siapa kau?!" seru Siria.


Franco keluar dari balik tubuh anak buahnya, sekuntung rokok sudah dihisap oleh pria itu. tatapan mata yang begitu tajam bahkan seringai yang begitu menakutkan. "Ternyata kamu ada di sini, Siria."


Siria sangat terkejut, wanita itu menatap pria yang begitu dia kenal. pria yang begitu dia puja dan pria yang begitu ingin dia miliki.


"Franco..," Siria terkejut.


Franco sendiri tersenyum, langkah kakinya mendekati Siria sembari salah satu tangannya memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menangkap orang-orang yang ada di tempat itu. "Halo Siria, Sudah lama kita tidak bertemu."


Siria terkejut juga tidak percaya terlihat jelas di wajah Siria.


"Aku tidak percaya kalau kamu adalah pendusta yang begitu hebat, Siria. kamu pembohong tingkat dewa, kamu membohongiku dan yang lain selama bertahun-tahun. kamu benar-benar wanita brengsek." Franco berjalan mendekati Siria sembari menjambak rambut wanita itu. "Beraninya kamu membohongiku, Siria. beraninya kamu mencoba untuk menjebakku." Franco semakin marah.


Semakin meminta Franco semakin menggenggam erat dan menjampak rambut Siria. "Dasar wanita murahan. kamu mencoba untuk menjebakku lagi, kamu berusaha untuk menghancurkanku dan Gabriel. Sebenarnya kamu ini wanita seperti apa? aku menolakmu setelah itu kamu lari mendekati Gabriel. kamu ini tidak ada ibahnya dengan pelacur di jalanan." bisik Franco di telinga Silia.


"Lepaskan aku! lepaskan aku!" Siria mencoba untuk memberontak.


"Percuma kamu memberontak, Siria. semakin kamu memberontak semakin tanganku ini menggenggam erat rambutmu. semakin kamu berusaha melepaskannya semakin Aku akan membunuhmu." Franco menjambak keras lebih keras.


"Lepaskan dia!!' seru kekasih Siria yang berada di ruangan itu.


Franco menatap pria yang berseru padanya. "Jadi kamu yang selama ini membantu wanita gila ini?" tanya Franco yang kemudian menunjuk wajah si pria.


"Lepaskan dia, dasar pria brengsek!" seru kekasih Siria.


Franco memutar tubuhnya kemudian berjalan mendekati kekasih Siria.


PLAKK!!


"Jaga mulutmu itu, jika tidak mulutmu yang berkata kasar itu akan aku robek. jika mulutmu itu tidak bisa berhenti berbicara maka jangan salahkan aku jika pisau dan pistol ini akan merusak mulutmu itu."


"Apa yang kamu inginkan, Franco!" Siria berteriak dengan sangat keras. wanita itu tidak akan pernah mengira kalau Franco akan mendekatinya bahkan menemukan keberadaannya.

__ADS_1


"Bawa pria itu masuk kemari!" perintah Franco yang kemudian menarik tubuh Siria hingga wanita itu tersungkur di lantai.


Tak berselang lama Seorang pria sudah memasuki apartemen tempat Siria bersenang-senang, seorang pria yang begitu mempercayai Siria. seorang pria yang begitu menyayangi wanita itu. kedua bola mata Siria menatap pria yang sudah masuk ke pintu apartemennya. tatapan mata yang penuh keterkejutan tatapan mata yang penuh dengan ketidakberdayaan karena kebohongannya sudah terbongkar.


"Aku tidak akan pernah mengira kalau kamu akan membohongiku seperti ini, Siria!" seru Joni. pria itu benar-benar sangat marah, bertahun-tahun lamanya dia dibohongi bertahun-tahun lamanya dia menyimpan dendam atas kesalahan yang tidak pernah dilakukan oleh Franco dan Gabriel.


"Kakak..," ucap Siria.


"Jangan pernah memanggilku kakak, jangan pernah kau menyebutku dengan mulut busukmu itu." Joni yang langsung berjalan mendekati Siria.


"Sabarlah Joni, sabar. kamu harus melihat Apa yang dilakukan oleh adikmu ini, kamu harus melihat apa yang dilakukan oleh orang yang begitu kamu cintai, begitu kamu banggakan dan begitu kamu lindungi. orang yang sudah kamu percaya ini ternyata orang yang sudah membunuh istrimu, orang yang sudah menghianatimu bahkan orang yang sudah membuat kita bermusuhan."


"Heh..," Joni menghela nafasnya dengan begitu kasar. pria itu menatap jijik kepada adiknya itu. "Kamu benar-benar wanita brengsek, kamu benar-benar wanita pelacur." Joni tidak bisa memendam semua kehancurannya. semua sakit hati karena kebohongan yang dilakukan adiknya.


"Dengarkan aku, Joni. Dengarkan Aku!" Siria berusaha untuk menjelaskan.


"Percuma kamu menjelaskan padaku, Siria. percuma! aku sudah tahu semuanya!"


"Joni! Dengarkan Aku." salah satu tangan Siria berusaha untuk menarik tangan Joni.


"Lepaskan aku, dasar wanita pelacur! kamu pantas masuk penjara! kamu pantas membusuk bersama orang-orang busuk itu!" Joni menahan sesak di dadanya. pria itu menyerahkan segalanya kepada Franco, pria itu tidak mampu melihat semua kebohongan yang dilakukan oleh adiknya selama beberapa tahun ini.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2