
"Ada apa kamu tertawa sendiri? Kelihatannya kamu sangat bahagia?" tanya Franco kepada Annabelle.
"Tentu saja aku sangat bahagia, karena semua rencanaku sudah berjalan." jawab Annabelle sembari meneguk segelas air mineral.
"Baguslah kalau semua rencanamu berhasil, lebih cepat lebih baik lebih cepat kamu keluar dari rumah pria itu. lebih cepat kamu bisa terbebas dari semua belenggu masa lalumu."
"Aku akan membuat pria itu tersiksa perlahan-lahan, aku akan membuat pria itu merasakan semua penderitaanku. Annabelle mengusap kepalanya.
"Jika kamu terus seperti ini, Masa lalu itu akan membelenggumu Masa lalu itu akan membuatmu semakin menderita." Franco mencoba untuk memberi pengertian kepada Annabelle.
"Biarkan saja aku menderita, Biarkan saja aku hancur. namun sebelum itu aku akan menghancurkan mereka berdua, aku akan menghancurkan kehidupan mereka. anak yang seharusnya ada di tanganku telah mereka renggut, kebahagiaan yang hendak kurasakan itu telah mereka hancurkan. aku ingin mempunyai kebahagiaan namun mereka menghancurkan semuanya. apa salahku? apa yang sudah aku perbuat? Aku tidak ingin hadir di antara mereka, namun kenyataannya mereka sudah merenggut segalanya dariku." Annabelle mulai mengingat setitik demi setitik semua luka masa lalunya.
kebahagiaannya ketika mendapat kabar akan menjadi seorang ibu, kebahagiaannya yang ingin memiliki seseorang bersamanya. namun begitu cepat kebahagiaan itu luntur bagaikan sebuah kehidupan yang langsung diterjang ombak yang begitu dahsyat.
Franco tidak bisa mengatakan apapun, pria itu hanya melihat kebencian di wajah dan hati Annabelle.
"Seandainya waktu itu Franco bersedia merasakan kesakitan Annabelle mungkin semuanya tidak akan seperti ini. dengan begitu tak berhati Franco menghancurkan perasaan Annabelle. hasilnya sekarang hati Annabelle bagaikan air yang sudah membeku.
"Lebih baik kamu tidur, Besok pagi kita kembali." ucap Franco.
Annabelle berdiri di salah satu tempat yang ada di hotel, nampak dia hanya terdiam. air matanya tiba-tiba menetes, luka lama itu harus terbuka kembali apa yang bisa dikatakan semuanya sudah lenyap tak berbekas. secara tidak sengaja kesedihan Annabelle di masa lalu membuka kenangan pahit ketika David merenggut anak dan Bibi Lily darinya. hanya dalam hitungan hari semuanya hancur tanpa tersisa. senyum yang selalu ditunjukkan Annabelle seketika sirna tak berkas.
Keesokan hari Annabelle dan Franco kembali ke tempat mereka, terlihat Franco mengantar Annabelle ke rumah David. hari ini sengaja David tidak pergi ke perusahaan, pria itu menunggu kedatangan Annabell.
"Hari ini kamu beristirahat saja, besok kamu bekerja seperti semula." ucap Franco.
"Baiklah, Tuan terima kasih." jawab Annabelle yang kemudian melambaikan tangannya. senyum ditunjukkan anak yang senyum yang begitu cantik yang selalu ditunjukkan oleh wanita itu semenjak dulu namun. senyum itu sekarang terasa dingin, langkah kaki Annabelle memasuki rumah David. terlihat di ruang tamu David sudah menunggu kedatangan Annabelle.
"Kamu sudah pulang?" tanya David.
Annabelle hanya menganggukkan kepalanya, terlihat dia langsung berjalan melalui David begitu saja.
"Uhukk.. Uhuk..," David berpura-pura terbatuk.
"Apa kamu masih tidak enak badan? kamu tidak minum obat ya?" tanya Annabelle.
David terlihat masih pucat, entah obat yang diberikan oleh Annabelle diminum atau tidak Tapi kelihatannya pria itu masih dalam kondisi tidak enak badan.
"Sebenarnya sudah aku minum, tapi entah kenapa masih tetap seperti ini." jawab David.
Annabelle menyentuh dahi David kemudian mengusap wajah pria itu dengan lembut.
"Lebih baik kamu beristirahat aja, Jangan memaksakan diri untuk menggerakkan tubuhmu." ucap Annabelle.
"Kamu mau ke mana?" tanya David.
__ADS_1
"Aku mau beristirahat dulu, tubuhku capek kemarin ada begitu banyak pekerjaan." jawab Annabelle.
"Aku akan meminta pelayan membuat kamu makanan dan sup hangat." ucap David.
Tiba-tiba Annabelle yang ingin melangkah itu pun seketika dia berhenti, Annabelle menyadari kalau semua rencananya sudah berjalan dengan baik. umpan yang diberikan oleh Annabelle di makan oleh David.
"Tidak usah, nanti aku akan membuat makanan sendiri." ucap Annabelle.
"Tidak, aku akan minta pelayan untuk membuat makanan." jawab David yang kemudian meminta beberapa pelayan untuk membuatkan Annabelle makanan.
Sedikit demi sedikit David mulai memberikan perhatian kepada Annabelle, sedangkan Lucia terlihat wanita itu masih membaringkan tubuhnya di kamar ruang tamu.
"Celaka, jika sampai David mengetahui perselingkuhanku dengan Joseph.. maka semuanya akan hancur. Untung saja pria yang ada di foto itu bukan Joseph, jika sampai David tahu bisa-bisa aku celaka." ucap Lucia yang kemudian berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. make up yang sudah berantakan tubuh yang begitu lelah karena dia marah saat David menolak untuk bercinta dengannya. "Kenapa pria itu harus menolakku, biasanya dia tidak pernah melakukan hal itu kemarin malam dia tidak mau aku sentuh." ucap Lucia.
Di dapur David meminta beberapa pelayan untuk membuatkan makanan,
"Tuan, ini untuk siapa? apakah untuk Nyonya Lucia?" tanya Vania.
"Bukan." jawab David.
"Apakah mau ada tamu itu kan?" tanya Vania kembali.
"Makanan itu nanti mau ku antarkan untuk Nyonya Annabelle." jawab David.
David hanya diam, dia itu duduk dengan begitu manis di ruang makan sembari menunggu makanan yang dia minta untuk Annabelle.
"Tuan, ini makanannya." Vania memberikan nampan yang berisi makanan.
"Baiklah kalau begitu." jawab David yang langsung pergi.
Vania dan beberapa pelayan yang ada di dapur, terlihat mereka sangat kebingungan.
"Mimpi apa Tuan David mau mengantar makanan untuk Nyonya Annabelle?" tanya salah satu pelayan.
"Mungkin mimpi di siang bolong." jawab Vania.
TOK..
TOK..
pintu kamar Annabelle diketok oleh David.
CEKLEK.
"Annabelle membuka pintu kamarnya, ada apa?" tanya Annabelle.
__ADS_1
"Nanti perutmu kelaparan." jawab David.
Seketika David langsung masuk ke kamar Annabelle, pria itu meletakkan nampan makan yang berisi makanan.
"Sebenarnya tidak usah diantar atau dibuatkan makanan sih.. Nanti kalau aku akan turun sendiri." Annabelle terlihat memang sengaja tidak menutup pintu kamarnya.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya David.
"Semuanya berjalan dengan baik." jawab Annabelle.
"Apakah pria itu tidak berbuat aneh-aneh padamu?" tanya David.
Annabelle menatap David.. "Tuan Franco adalah orang yang baik, lagi pula dia adalah pria yang sangat menghormati wanita." jawab Annabelle.
"Yang aku dengar kalau dia pernah menikah?" tanya David yang mencoba untuk menelisik.
"Tuan Franco pernah menikah, istrinya meninggal 2 tahun yang lalu." jawab Annabelle.
"Lalu, selama ini apakah kamu tinggal bersama pria itu?" tanya Franco yang mencoba untuk menggali lebih dalam.
"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu? lagi pula Apakah kamu takut jika aku terjadi sesuatu?" tanya Annabelle.
Raut wajah David langsung berubah, pria itu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan Annabelle. "Sudahlah kamu makan dahulu, Kelihatannya kamu sangat kecapean. David menyuruh Annabelle duduk. ketika mereka sedang berbicara terlihat Lucia yang hendak ke kamar Franco.
Tanpa sengaja dia mendengar suara seorang laki-laki di kamar Annabelle, langkah kakinya terhenti tatapan matanya menatap ruangan itu. seketika kedua bola mata Lucia membulat sempurna saat dia melihat David berada di kamar Annabelle, pria itu terlihat memberikan makanan kepada wanita yang masih berstatus sebagai istrinya.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1