
SATU BULAN KEMUDIAN
satu bulan setelah kejadian yang ada di hotel, David selalu memperlihatkan Annabelle lebih kejam.
"Hoek.. hoekk..,"
pagi ini Annabelle terus muntah tanpa sebab.
"Ada apa, Annabelle ?" tanya bibi Lily.
"Aku.. aku tidak tahu, blbi. beberapa hari ini aku sering pusing sama muntah-muntah." jawab Annabelle.
"Heh.. bagaimana mana kamu tidak masuk angin, kamu sering di guyur air oleh wanita iblis itu." jawab bibi Lily.
"Bi, bisa minta tolong Carikan aku obat." pinta Annabelle.
"Bibi ambilkan dulu." jawab bibi Lily.
BRAKK!!!
tiba-tiba pintu kamar Annabelle di tendang oleh David.
"Kenapa kamu tetap ada di sini? Kenapa kamu tidak memasak?!" seru David.
"Hari ini aku tidak enak badan, aku mau istirahat terlebih dahulu." jawab Annabelle.
"Mau istirahat? enak sekali kamu mau istirahat, Aku dan kekasihku sudah lapar cepat masak untuk kami!!" bentak David.
Annabelle tidak menjawab, wanita itu menatap suaminya dengan tatapan mata ia memohon belas kasihan.
"Aku sudah bilang kan cepat kamu keluar dan memasak, Aku tidak mau tahu kamu sakit atau apapun. yang aku minta sekarang Cepat kamu memasak Jika kamu tidak mau memasak, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." jawab David yang kemudian berjalan mendekati Annabelle.
Rasa takut itu seketika menyelimuti diri Annabelle saat David mendekatinya.
"Ampun.. ampun..," ucap Annabelle sembari memohon kepada David.
"Cepat kamu masak, Aku tidak mau pembantu sepertimu itu bersantai-santai di sini. kamu itu pembantu bukan majikan." David mencengkram keras dagu Annabelle.
Tubuh yang begitu lemah itu akhirnya berdiri dan berjalan ke dapur, tidak mungkin Annabelle terdiam di tempat itu karena dia tahu David tidak akan membiarkan dia beristirahat dengan tenang. akhirnya Annabelle ke dapur, namun Bibi Lily masuk ke ruangan itu.
"Kemana Annabelle? Kenapa dia tidak ada di sini?" binggung bibi Lily.
Annabelle memasak ditemani oleh salah satu pembantu.
"Kalau Nyonya Annabelle sakit kenapa tidak istirahat saja?" tanya si pembantu.
"Mana mungkin aku bisa istirahat, Kalau aku istirahat maka akan lebih banyak luka di tubuhku." jawab Annabelle.
tubuh yang benar-benar tidak bisa menopang diri itu akhirnya semakin lama semakin tak berdaya.
"Nyonya tidak apa-apa?" tanya pembantu.
"Kepalaku pusing." jawab Annabelle.
"Lebih baik nyonya ke kamar saja, Saya akan memasak." pinta pembantu.
"Tidak, tidak apa-apa." jawab Annabelle yang kemudian mulai memotong beberapa sayuran. namun tak berselang lama...
BRUKK..
__ADS_1
tubuh yang merasa sakit itu akhirnya terjatuh tak berdaya, si pemantu yang melihat hal itu dia langsung berteriak.
"Tolong.. tolong!!!" seru si pembantu.
salah satu pembantu pria mendekati pembantu wanita,
"Ada apa?" tanya pembantu pria.
"Tolong nyonya, nyonya tidak sadar." jawab pembantu wanita.
"Ada apa ini?" Lucia yang berada di dapur menatap Annabelle yang sudah tersungkur tersebut.
"Maaf, nyonya. nona Annabelle tiba-tiba pingsan." jawab pembantu wanita.
"Minggir!" bentak Lucia yang kemudian mendorong tubuh pembantu wanita. wanita itu mengambil segelas air membuka keran kemudian mengisi gelas itu.
BYURR...
segelas air disiram ke muka Annabelle, namun tetap saja wanita muda itu tidak bergerak sama sekali.
"Lihatlah nyonya, dia tidak bergerak jangan-jangan terjadi sesuatu." ucap pembantu wanita yang membuat Lucia sedikit kebingunga.
"Bawa dia ke kamarnya!" perintah Lucia kepada pembantu laki-laki.
Akhirnya tubuh Annabelle di bawah ke kamarnya. Bibi Lily yang melihat hal itu nampak dia sedikit kebingungan.
"Memangnya ada apa? kenapa dia tidak sadar?" tanya Bibi Lily.
"Saya tidak tahu, Nyonya. tiba-tiba nyonya Annabelle tidak sadar." jawab pembantu wanita.
"Cepat ambilkan kompres, buatkan air hangat serta bawakan buah-buahan kemari." minta bibi Lily.
"Annabelle..," Panggil Bibi Lily sembari menepuk-nepuk kecil pipi Annabelle.
"Hoeekk..., Ada apa Annabelle?" tanya Bibi Lily.
"Kepalaku pusing." jawab Annabelle.
"Lebih baik aku membawamu pergi ke rumah sakit." ucap baby Lily.
"Jangan bi, nanti dua orang itu akan sangat marah." jawab Annabelle.
"Tenang saja, Nyonya. kelihatannya nyonya Lucia dan Tuan David keluar. mereka bahkan membawa koper." jawab si pembantu wanita.
"Memangnya suamiku mau ke mana, bi?" tanya Annabelle.
"Sudahlah, jangan diurusi dia. mau ke mana saja itu terserah dia." jawab Bibi Lily yang kemudian menunggu David dan Lucia pergi lebih jauh dahulu.
Sekitar 1 jam kemudian akhirnya Bibi Lily meminta salah satu sopir untuk mengantarkannya ke rumah sakit.
Empat puluh lima menit kemudian
*RUMAH SAKIT*
di salah satu ruangan Bibi Lily mengantar Annabelle, sekitar 15 menit kemudian pemeriksaan itu sudah selesai
"Bagaimana, dokter?" tanya Bibi Lily.
Dokter nampak tersenyum kepada bibi Lily.
__ADS_1
"Selamat ya, Nyonya. Putri Nyonya sedang mengandung." jawab dokter.
"Maksud dokter?" tanya Annabelle yang baru turun dari ranjang.
"Selamat ya, nyonya. kamu sudah mengandung, wanita muda sepertimu itu harus menjaga kandungannya. apalagi usia kehamilanmu ini masih sangat muda." jawab dokter.
DEG...
seketika Annabelle dan bibi Lily saling memandang satu sama lain, rasa bahagia nampak di wajah mereka. namun sesaat kemudian rasa bahagia itu tiba-tiba menjadi ketakutan yang luar biasa.
"Bagaimana ini, Bagaimana jika pria itu tahu kalau aku hamil." ucap lirih Annabelle.
"Ada apa, Nyonya?" tanya Dokter.
"Tidak apa-apa, dokter. Baiklah kalau begitu terima kasih." bibi Lily yang mengajak Annabelle keluar dari ruang dokter.
Langkah kaki dua wanita itu terhenti di luar ruang dokter
"Bi, bagaimana ini?" tanya Annabelle.
"Sudah-sudah, tidak usah dipikirkan. kita berpura-pura saja tidak ada yang terjadi, Kamu harus ingat kamu jangan bilang kalau kamu hamil, jika sampai kamu bilang sama David Kalau kamu hamil aku takut dia akan melakukan sesuatu." jawab bibi Lily.
Tubuh yang sedang tidak sehat itu.. ditambah dengan kabar bahagia namun mungkin akan mencelakai Annabelle. Hal itu membuat Annabelle benar-benar begitu kebingungan.
Setelah dari rumah sakit bibi Lily dan Annabelle kembali ke rumah David, terlihat dua wanita itu tersenyum dengan kabar bahagia itu. namun ketika mereka membuka pintu rumah besar itu.. terlihat dua orang sudah menyambut Annabelle dan bibi Lily.
"Kalian dari mana?" tanya David.
"Aku membawanya ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, Memangnya ada apa?" tanya bibi Lily.
Dua wanita itu sangat terkejut ketika melihat David dan Lucia ternyata sudah kembali.
"Kamu benar-benar sangat brengsek ya, kamu adalah wanita yang paling brengsek! berani sekali kamu berbicara dengan tuan Simpson." ucap David.
"Memangnya apa yang aku lakukan? aku tidak pernah melakukan apapun." jawab Annabelle.
Beberapa hari yang lalu Tuan Simpson kemari kan? apa saja yang dia tanyakan dan apa saja yang kamu jawab?" tanya David.
"Aku tidak bicara apa-apa." jawab Annabelle.
"Tidak mungkin kalau kamu tidak bicara apa-apa." David mulai marah.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan
- Air mata dan pembalasan