
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
Sore sudah menjelang, David kembali dari perusahaan bersama dengan Lucia. dua orang itu nampak tersenyum bahkan tertawa begitu bahagia, namun ketika mereka berada di ruang tengah senyum yang ditunjukkan oleh David seketika hilang tak berbekas.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya David kepada Franco.
Franco dan David saling menatap satu sama lain, terlihat dua pria itu sama-sama memiliki denda masa lalu.
"Aku kemari karena aku mengantarkan karyawanku kembali ke rumah." jawab Franco.
"Siapa karyawanmu dan mengapa dia di rumahku?" tanya David.
Annabelle terlihat membawa dua piring kue yang sudah selesai dia buat, Franco menunjuk Annabelle sembari tersenyum.
"Ternyata kalian sudah pulang ya?" Annabelle yang kemudian duduk di samping Franco.
"Mau apa dia kemari?" tanya David.
"Tentu saja dia mengantarku, Memangnya ada apa." jawab Annabelle yang kemudian makan kue itu bersama dengan Franco.
"Lebih baik kau keluar dari sini, jika tidak aku akan menarik tubuhmu dengan kasar!" seru David yang mulai marah.
"Tenanglah, David. kenapa kamu harus marah, Sebenarnya aku kemarin bukan hanya mengantarkan Annabell. aku kemari ingin melihat Seperti apa wajah pembunuh dari ibuku. Aku kira kau sudah berubah, ternyata kamu tetap saja sama seperti dulu, Kamu adalah pria brengsek yang seharusnya aku masukkan ke penjara. dasar pembunuh!" Franco mempertegas kata-katanya.
Entah apa yang terjadi, tapi ada sebuah rahasia yang belum dikatakan oleh Franco kepada Annabelle.
"Sudahlah, sayang. lebih baik kita masuk, Kenapa kita harus meneladani dua makhluk ini." Lucia yang kemudian menarik tangan David.
"Ternyata masih ada wanita pelacur yang tidak tahu diri, Lihat saja dengan begitu bangganya kamu mempertontonkan kemerasaanmu dengan suami wanita lain. memang kalian itu benar-benar pasangan yang sangat sempurna." Franco mulai mengejek David dan Lucia.
"Tutup mulutmu, beraninya kamu menghina aku!" seru Lucia.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh menghinamu? benar kan pelacur sepertimu itu benar-benar tidak punya harga diri, di rumah ini masih ada istri sahnya. namun kelakuanmu seperti wanita binal yang tidak tahu diri." Franco terus menghina Lucia.
PRANGG!!
David langsung melempar sesuatu ke arah Franco. Untung saja lemparan itu tidak mengenai Franco namun mengenai tembok.
"Apa yang ingin kamu lakukan? apakah kamu ingin membunuhku juga?" tanya Franco.
Dari kejauhan beberapa pelayan melihat majikannya sedang bertengkar dengan seseorang.
"Siapa pria itu?" tanya salah satu pelayan.
"Dia temannya Nyonya Annabelle." jawab Viana.
"Aku benar-benar tidak mengira kamu berani datang ke rumahku." ucap David.
"Memangnya kenapa aku tidak berani ke rumahmu? Apakah kamu mengira kalau aku ini penakut? Aku tidak akan takut, aku tidak akan pernah takut padamu." jawab Franco.
Karena tidak ingin memperkeruh suasana akhirnya Annabelle mengajak Franco keluar. wanita itu menyuruh Franco untuk pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa kamu yakin mau tinggal di sini?" tanya Franco.
"Tentu saja aku akan tinggal di sini, aku akan membalas semua yang mereka lakukan padaku dulu. aku tidak akan membiarkan dua orang itu menikah, karena aku akan membuat hidup mereka menderita." jawab Annabelle.
"Apa kamu masih mencintai pria itu?" tanya Franco dengan tatapan mata yang begitu Ingin tahu.
"Untuk apa aku harus mencintainya, untuk apa aku harus mengemis cinta padanya. cinta itu sudah hilang, cintaku sudah tertelan kebencian yang sangat dalam." jawab Annabelle.
sedikit senyum ditunjukkan oleh Franco.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang, hati-hatilah kalau ada sesuatu langsung hubungi aku." setelah mengatakan itu Franco pergi meninggalkan Annabelle di rumah David.
Ketika Annabelle masuk ke rumah, ternyata di ruang tengah masih ada Lucia yang berdiri dengan keangkuhan yang biasa dia tunjukkan.
"Ternyata kamu ini wanita tidak tahu malu juga ya." Lucia yang menghina anaknya.
"Memangnya apa ya aku lakukan?" tanya Annabelle.
"Kamu selalu menghinaku seperti itu, nyatanya kamu sendiri wanita yang suka menjual diri kepada bosnya. Apakah kamu tidak tahu malu setelah menghinaku ternyata kamu itu sama brengseknya dengan denganku." Lucia terlihat ingin sekali menghina Annabelle dengan semua pemikiran yang dia miliki.
"Maaf ya, Sayang aku bukanlah wanita seperti dirimu, aku masih mempunyai harga diri. aku masih mempunyai privasi dan perasaan sebagai seorang wanita, jadi jangan samakan aku denganmu. seorang wanita tidak tahu diri, seorang wanita yang benar-benar menjijikan bahkan wanita murahan." jawab Annabelle yang kemudian berjalan meninggalkan Lucia.
Lucia yang melihat Annabelle tidak menghiraukannya bahkan menghina dirinya, seketika salah satu tangan wanita itu menarik rambut Annabelle dengan sangat kasar.
"Berani sekali kamu melawanku!" seru Lucia.
GREPP...
"Kamu kira kamu ini wanita hebat, kamu kira kamu ini wanita luar biasa?!" seru Lucia.
Salah satu tangan Annabelle langsung terangkat, wanita itu memutar tubuhnya kemudian menjambak balik rambut Lucia dengan sangat kasar. bahkan lebih menyakitkan daripada yang dilakukan oleh Lucia.
"Dengarkan aku baik-baik, Aku tidak akan membiarkanmu ataupun pria itu menyakitiku lagi. aku akan membalas semua yang kalian lakukan!" seru Annabelle yang kemudian menjambak rambut Lucia dan mendorong tubuh wanita itu.
BUGG..
salah satu kaki Annabelle menendang tubuh Lucia.
"Jangan pernah berusaha untuk menyakitiku, Aku tidak akan membiarkan siapapun melakukan hal itu!" seru Annabelle
Lucia benar-benar merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, wanita itu harus tertunduk lesu karena tubuhnya ditendang oleh Annabelle dengan sangat kasar.
"Aku pasti akan membalasmu!" seru Lucia.
"Bahkan 1000 kali rencana yang kamu miliki Kamu tidak akan bisa menyakitiku." Annabelle yang kemudian pergi meninggalkan Lucia.
Rintihan kesakitan terdengar dari mulut Lucia, wanita itu berdiri sembari memegang pinggangnya yang ditendang oleh Anabelle.
"Kenapa kamu memegang pinggangmu?'' tanya David.
"Wanita sialan itu benar-benar tidak tahu diri, dia menendangku bahkan dia telah merusak rambutku!" seru Lucia.
__ADS_1
"Kamu tidak melawan?" tanya David.
"Wanita gila itu sekarang sangat kuat, aku menjambak rambutnya malah dia menjambak balik rambutku. Bahkan dia menendangku dengan sangat kasar." jawab kesal Lucia.
tubuh dan pikiran David hari ini benar-benar begitu lelah, dia tidak ingin membuat keributan dengan Annabelle.
"Lebih baik kita masuk, kita tidur saja tidak usah menghiraukan wanita itu. aku capek!" David yang kemudian mengajak Lucia masuk ke kamar.
Annabelle yang berada di kamarnya nampak dia menatap foto bibi Lily, wanita yang begitu baik padanya.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
*PERUSAHAAN FRANS CO*
"Selamat pagi Annabelle yang sudah masuk ke kantor Franco.
"Selamat pagi." jawab Franco.
"Hari ini kita ada rapat dengan beberapa pengusaha yang berasal dari Rusia dan Cina, apakah Tuan akan menemui para tamu itu?" tanya Annabelle.
"Tentu saja." jawab Franco.
Annabelle kemudian memberikan beberapa berkas kepada perangko.
"Apa hari ini kamu ada janji sama Gabriel?" tanya Franco.
"Hari ini Tuan Gabriel akan pergi ke Swiss untuk melakukan perjalanan bisnis, kemungkinan satu minggu Dia baru kembali." jawab Annabelle sambil tersenyum.
Mendengar jawaban seperti itu seketika raut wajah Franco langsung berubah total, berubah menjadi begitu bahagia seolah mendung tiba-tiba hilang dari atas kepalanya.
"Ya sudah baguslah kalau begitu nanti kamu ikut aku menemui rekan bisnisku. lagi pula selalu keluar bersama Gabriel nanti orang mengira kalau aku ini penyuka sesama jenis." canda Franco .
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO
__ADS_1