
Orang-orang yang ada di hotel tempat pernikahan akan berlangsung itu mereka belum mengetahui kalau Annabelle tidak ada di ruang rias. dua karyawan hotel nampak sangat kebingungan untuk mencari keberadaan Annabelle.
"Kita beritahu tuan Gabriel kalau Nona Annabelle tidak ada di sini." dua pekerja itu langsung berlari untuk memberitahu Gabriel kalau tidak ada Annabelle di tempat itu.
Mengetahui hal itu Gabriel benar-benar sangat terkejut, Dia meminta petugas keamanan hotel untuk memutar ulang CCTV yang ada di tempat itu.
"Aku minta kalian lakukan dengan cepat dan kalian cari di mana keberadaan calon istriku." Gabriel memerintahkan para pekerja hotel untuk mencari keberadaan Annabelle.
"Bagaimana ini bisa terjadi kenapa Annabelle tidak ada di sana." Gabriel yang begitu kebingungan. pria itu meminta pihak hotel untuk memutar ulang rekaman CCTV beberapa menit yang lalu.
Setelah rekaman CCTV diputar Gabriel bisa melihat beberapa orang yang sudah ada di luar ruang rias. "Putar ulang rekaman beberapa detik yang lalu kemudian hentikan." pinta Gabriel. pria itu melihat ada tiga orang di tempat itu, dua orang menunggu di luar satu orang keluar dari ruangan tersebut. dua orang itu membawa tempat sampah masuk ke ruang rias setelah itu keluar 3 orang dari ruang rias tersebut.
"Sekarang kalian lakukan sesuai yang Aku perintahkan, cari di mana keberadaan calon istriku, ini belum lama baru sekitar 20 sampai 25 menit!" Gabriel begitu marah. dia tidak pernah mengira kalau Annabelle akan menghilang di hari pernikahan mereka.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
Sinar mentari pagi memasuki celah jendela kaca di salah satu ruang. Entah sudah berapa lama.. berapa jam Annabelle tertidur akibat obat bius yang diberikan oleh David. sinar matahari yang memasuki jendela kaca itu tidak membuat Annabelle terbangun, dia masih terlelap dalam mimpinya yang begitu indah.
Di hotel the Angel sendiri Gabriel benar-benar sangat marah, dia berusaha mencari keberadaan Annabelle yang tidak kunjung didapatkan. sore hingga menjelang pagi tidak ada kabar sama sekali. pikiran yang sudah begitu murka dengan amarah yang tidak bisa dikendalikan oleh Gabriel.
"Bagaimana kalian tidak bisa mendapatkan kabar dari calon istriku, aku membayar kalian untuk mencari dia!" Gabriel berteriak dengan begitu keras. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, mencari keberadaan Annabelle namun tidak kunjung ditemukan.
"Maafkan kami, Tuan. kami belum mendapatkan keberadaan Nona Annabelle. CCTV memperlihatkan tiga pria yang ada di ruangan itu, kami tidak mengenal mereka."
"Kalian Cari tahu mengenai masa lalu calon istriku, Siapa saja yang dekat dengan dia dan siapa saja yang dia kenal." dengan sangat marah Gabriel meminta anak buahnya untuk terus mencari keberadaan Annabelle.
Di sudut tempat yang begitu gelap dengan penerangan yang seadanya, seorang pria terlihat merenungi hidupnya. beberapa jam yang lalu dia hampir berhasil mendapatkan mantan istrinya. Sekarang tiba-tiba dia sudah kehilangan Annabelle yang sudah ada di tangannya. "Siapa orang yang sudah mengambil Annabelle? tidak mungkin dia tiba-tiba menghilang begitu saja." David mulai memikirkan seseorang yang mungkin mengikutinya atau mengambil Annabelle.
__ADS_1
Dipikir sedalam apapun tetap saja tidak ada titik temu, akhirnya David meminta beberapa orang suruhannya dan salah satu detektif untuk mencari keberadaan Annabelle. orang-orang itu sangat kebingungan mencari wanita yang begitu mereka inginkan, namun di tempat lain seorang pria nampak tersenyum. dia berdiri menatap Annabelle yang masih tertidur begitu pulas di salah satu tempat yang di California.
"Ughhh...," Annabelle terlihat menggeliat. wanita itu menggerakkan tubuhnya dengan dua mata yang masih terpejam. "Aduh.. capeknya tubuhku." rintih Annabelle yang merasakan sekujur tubuhnya begitu kesakitan. perlahan-lahan kedua bola mata Annabelle sedikit terbuka, Franco menatap Annabelle yang menggerakkan tubuhnya pria itu terduduk di kursi yang ada di depan Annabelle.
Franco menatap Annabelle dengan penuh senyum. "Kenapa sudah pagi." Annabelle sedikit kebingungan ketika melihat dia sudah berada di kamar.
Sinar mentari pagi itu bersinar dengan begitu indah, Annabelle membuka matanya perlahan-lahan menatap tempat yang tidak dia ketahui sama sekali. "Ini di mana?" Annabelle yang bingung. perlahan-lahan wanita itu terbangun. dia menatap ruangan itu dari setiap sudut. sesaat kemudian tatapan matanya terhenti saat dia melihat Franco ada di tempat itu.
"Franco." ucap Annabelle.
Franco sedikit tersenyum saat melihat Annabelle sudah terbangun. "Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Franco.
Annabelle tidak menjawab, namun wanita itu terus menatap Franco kemudian menatap ruangan yang dia tempati. "Ini di mana?" tanya Annabelle.
Franco berdiri mendekati Annabelle. "Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi kemarin?" tanya Franco.
Annabelle menggelengkan kepalanya. "Memangnya Apa yang terjadi?"
"Aku tidak ingat apa yang terjadi kemarin, memangnya ada apa dan kenapa aku ada di sini." Annabelle menatap tempat keberadaannya.
"David kemarin berusaha untuk menculikmu, Aku tidak tahu apa yang dia lakukan. "Tapi ketika aku keluar dari hotel aku melihat pria itu menculikmu, aku mengejarnya di salah satu tempat dan aku langsung membawamu." jawab Franco.
Annabelle mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin, memang kemarin tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya hingga membuatnya tidak sadar. Annabelle mencoba mengingat kejadian selanjutnya namun tidak ada Yang dia ingat. "Lalu kenapa aku di sini dan kenapa kamu tidak mengembalikan aku ke tempat pernikahan?"
Franco nampak terdiam.
"Kenapa kamu diam? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" Annabelle mencoba mengulik jawaban dari Franco.
__ADS_1
"Maafkan aku jika aku bersikap egois, Maafkan aku jika aku tidak bisa mengembalikan mu ke tempat Gabriel." jawab Franco yang kemudian duduk di samping Annabelle.
Annabelle langsung berdiri, wanita itu menatap Franco dengan tatapan mata yang menanyakan beribu pertanyaan. "Apa maksudmu? Kenapa kamu tidak mengembalikan aku ke tempat Gabriel? Seharusnya aku kemarin sudah menikah dengan Gabriel. Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan Gabriel, setelah aku membawamu pergi dari David aku mulai berpikir di setiap jalan. Aku sudah tidak ingin menyerah untuk orang lain, Aku tidak ingin membuang cintaku untuk orang lain. aku sudah cukup merasakan penderitaan, aku memutuskan untuk membawamu pergi dari sana." Jawab Franco.
"Dengarkan Aku, Tuan Franco. lebih baik kamu mengembalikan aku ke tempat Gabriel, kami harus segera menikah. pasti dia sudah mencariku ke mana-mana."
Franco sedikit terdiam sembari memegang salah satu tangan Annabelle kemudian tersenyum. "Maafkan aku jika aku selalu egois, Maafkan aku jika aku selalu berbuat tidak adil padamu. aku berpikir untuk menyerah, namun jauh di dalam lubuk hatiku aku begitu menginginkanmu, aku begitu mendambamu. Aku tidak akan menyerahkanmu kepada Gabriel, Aku tidak akan menyerahkanmu kepada siapapun."
DEG..
jawaban yang dikatakan oleh Franco benar-benar membuat Annabelle begitu terkejut, wanita itu tersentak begitu luar biasa. dia tidak akan pernah mengira kalau Franco akan mengatakan hal itu.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO