AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
KABAR DARI MASA LALU


__ADS_3

*SATU TAHUN KEMUDIAN*


"Annabelle." panggil Franco.


"Ya, tuan." jawab Annabelle.


"Lihatlah berita ini." Franco memberikan sebuah berita dari surat kabar kepada Annabelle.


"Apa?" tanya Annabelle yang kemudian mengambil surat kabar yang ada di tangan Franco.


Di salah satu tabloid terkenal yang ada di Singapura Annabelle melihat sebuah berita yang benar-benar membuatnya sedikit tersenyum.


"Jadi pria ini berpikir akan hidup bahagia ya?" ucap Annabelle.


"Bagaimana?" tanya Franco.


"Tentu saja, aku akan membalas dendam atas semua yang dia lakukan." jawab Annabelle.


"Dari LA dia pindah ke Singapura, yang aku dengar dia memiliki beberapa perusahaan yang cukup berkembang di negara ini." ucap Franco.


"Kalau begitu acara pernikahan besok akan kuhancurkan, berani sekali dia melakukan hal ini padaku. yang aku tahu.. aku tidak pernah mendapatkan surat cerai sama sekali, jadi bisa kan aku membuat acara penyambutan di pernikahan mereka?" tanya Annabelle.


"Hemm..., tentu. kamu lakukan sesuai apa yang kamu inginkan, Yang aku tahu dia pantas mendapatkannya. aku juga tidak akan membiarkan dia hidup bebas, dia sudah membunuh ibuku, maka dia harus menerima pembalasan sedikit demi sedikit." jawab Franco.


Annabelle tersenyum begitu sinis, dia tidak akan pernah berharap akan melihat hal ini. Namun apa yang sudah dilakukan oleh David dan Lucia di masa lalu hal itu tidak akan membuat Annabelle melepaskan mereka berdua.


.


"Apa yang sedang kalian bicarakan? kelihatannya kalian akur sekali." Gabriel yang tiba-tiba masuk ke kantor Franco.


"Bisa tidak ketok pintu dahulu." Franco yang sedikit tersinggung dengan kelakuan sepupunya tersebut.


"Ayolah sobat, Kenapa harus marah. biasanya kan aku bisa keluar masuk seenak ku. Lalu kenapa kamu sekarang marah!" tanya Gabriel.


"Sudahlah, Tuan Franco. lagi pula pria ini kan pria kepo, dia selalu ingin tahu apa yang dilakukan orang lain." jawab Annabelle sambil tersenyum.


"Jangan bicara seperti itu, sayang. kamu tahu kan aku selalu mau tahu mengenai kehidupanmu, tidak apa-apa kan.. lagi pula aku sudah menyatakan cinta padamu berulang kali ka?" rayu Gabriel yang membuat Annabelle memutar kedua bola matanya jengah.


"Besok aku akan menghadiri sebuah acara pernikahan, pernikahan mantan suamiku.. eee lebih tepatnya masih berstatus suami." jawab Annabelle.


"Maksudmu pria yang kau ceritakan padaku itu?" tanya Gabriel.


Annabelle menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Boleh aku ikut, lagi pula lebih baik kamu mengajak aku daripada mengajak Franco. dia ini pria yang tidak bisa berakting, dia ini pria kaku. pria dingin dan pria yang tidak bisa diajak berkompromi." sindir Gabriel.


Franco hanya diam tanpa menjawab pertanyaan ataupun perkataan saudaranya itu.


"Ingin sekali aku menggorok lehermu itu, mulutmu itu benar-benar membuatku sangat pusing." ucap Franco Sudahlah saudaraku.


"Lebih baik kamu bekerja bekerja dan bekerja, umurku ini sudah 35 tahun sudah waktunya aku menikah sedangkan kau umurmu masih 32 kan jadi kamu tetaplah di sini dan jangan mencari satu wanita pun, lagi pula kau tidak akan mencintai wanita manapun kan?" Gabriel yang kemudian menarik tangan Annabelle dan mengajak wanita itu keluar.


Tidak seperti biasanya Franco sekarang terlihat sedikit tidak suka saat Gabriel semakin hari semakin mendekati Annabelle. 2 tahun sudah anaknya bersama Franco, satu tahun Annabelle tinggal di tempat Franco. tapi karena desas-desus yang semakin berhembus kencang Hal itu membuat Franco meminta Annabelle untuk keluar dari rumahnya secara kasar.


Franco mengusir Annabelle dan memberikan sebuah apartemen yang tidak terlalu mewah kepada Annabelle. sudah hampir satu tahun ini Annabelle hidup di apartemen bahkan wanita muda itu apartemennya bersebelahan dengan apartemen milik Gabriel.


"Kenapa setiap aku melihat Annabelle bersama dengan Gabriel hatiku benar-benar begitu tidak nyaman." ucap Franco yang kemudian membuka beberapa berkas perusahaan.


*APARTEMEN PAUL STAINS*


Sekarang David tinggal di Singapura, pria itu memutuskan untung menetap di sana karena perusahaannya sudah berkembang.


"Selamat pagi, sayang." Lucia nampak terlihat begitu bahagia, wanita itu baru kembali dari salah satu tempat perbelanjaan.


"Kamu mau ke mana lagi?" tanya David.


"Aku mau melihat beberapa pesanan yang sudah aku pesan jauh-jauh hari sebelum pernikahan kita." jawab Lucia.


"Aku tidak punya waktu, kamu tahu sendiri kan pekerjaanku sangat banyak. aku harus berkumpul dengan teman-temanku untuk membicarakan mengenai beberapa kerjasama yang sudah aku tanda tangani." jawab Lucia.


"Lalu, setelah kita menikah apa kamu tidak mau merawatku? Apa kamu tidak mau memasak untukku?" tanya Gabriel.


"Sebentar lagi kita akan pindah ke rumah yang sudah kita renovasi itu kan? kalau begitu kita tidak usah tinggal di apartemen yang sempit ini." ucap Lucia.


"Terserah apa yang ingin kamu lakukan, tapi hari ini aku ada rapat penting dan pulang agak malam. besok hari pernikahan kita jadi kamu harus tahu waktu." ucap David.


"Tentu saja." jawab Lucia.


Setelah berbicara dengan Lucia akhirnya David pergi ke perusahaannya. sedangkan Lucia terlihat wanita itu langsung menelepon seseorang untuk menemaninya di apartemen.


"Kamu di mana saja, kenapa dari tadi belum kemari?" tanya Lucia.


"Apa pria itu sudah pergi?" tanya seorang pria.


"Tentu saja dia sudah pergi, kalau dia belum pergi.. gimana mungkin aku menelponmu." jawab Lucia.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya pria yang dimaksud oleh Lucia mengetuk pintu apartemen milik David.

__ADS_1


TOK..


TOK..


CEKLEK..


"Halo sayang...," Lucia mencium pria yang ada di pintu apartemen David.


"Besok kamu mau menikah, kenapa masih telfon aku?" tanya Joseph.


"Eeemm..., aku butuh kamu." ucap manja Lucia.


"Kalau sampai Tuan David tahu kita berhubungan kita bisa pria itu akan membunuhku." ucap Joseph.


"Kenapa kamu harus takut, lagi pula dia tidak akan pernah tahu. buktinya kita sudah bersama lebih dari 3 tahun kan, Lalu kenapa kamu masih takut? kamu adalah selingkuhan yang paling indah, walaupun aku sudah menikah aku tidak akan pernah melupakanmu." jawab Lucia.


"Ya tentu aku juga tidak akan pernah melepaskan, aku tidak akan pernah bisa melupakan gairah yang kamu berikan." jawab Joseph.


Ternyata selama ini Joseph sudah menghianati David, sudah lama dia berhubungan dengan Lucia di belakang David.


Pintu apartemen telah di tutup, percintaan dia orang itu akhirnya di lakukan.


di tempat lain David sedang bekerja dengan begitu serius, dia ingin menyelesaikan semua pekerjaan nya karena besok dia akan menikah. hari bahagia yang begitu dia inginkan, hari bahagia di atas kesakitan Annabelle. hari yang mungkin akan menjadi titik balik dari kehidupan David.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love


- Legend of the dragon kingdom


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


- Air mata dan pembalasan


__ADS_2