AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
SIKAP DAVIT MULAI BERUBAH


__ADS_3

*BEBERAPA HARI KEMUDIAN*


Hari ini Annabelle kembali agak sore dari perusahaan, terlihat wanita itu begitu kecapean. dia pulang dengan raut wajah yang begitu lelah.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Annabelle ketika dia masuk ke rumah David.


David sendiri berada di ruang tengah, membaringkan diri sembari dahinya dikompres.


"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Annabelle.


"Aku sedang tidak enak badan." jawab David.


"Tumben sekali kamu tidak enak badan? Oh ya di mana kekasih gelapmu itu, kok dia tidak ada di rumah hari ini?" tanya Annabelle.


"Heh..," David menghela nafasnya.


Annabelle menyentuh dahi David.


"Kelihatannya kamu sedang sakit ya?" tanya Annabelle.


"David tidak menjawab, pria itu wajahnya merah karena tubuhnya juga panas.


Annabelle meninggalkan David, wanita itu berjalan menuju kamarnya. David menatap Annabelle pria itu tentu saja menghela nafasnya. kalau dulu Annabelle akan sangat kebingungan kalau David sakit, namun sekarang semuanya memang sudah berubah.


Sekitar 30 menit kemudian Annabelle Kembali ke tempat David, wanita itu membawa obat demam dan segelas air mineral.


"Minumlah..," ucap Annabelle sembari memberikan segelas air putih kepada David.


"Tidak usah, sebentar lagi aku juga sudah baikan kok." jawab David yang kemudian memalingkan wajahnya.


Sikap sok yang diperlihatkan David bisa dilihat oleh Annabelle.


"Kalau kamu mau minum saja kalau tidak mau ya Jangan diminum." Annabelle kemudian pergi meninggalkan David.


Terasa kehidupan itu benar-benar sangat menyakitkan, kebaikan yang diberikan oleh Annabelle hari ini benar-benar membuat David sedikit merasa terenyuh. ke mana saja pria itu selama ini, dia selalu menyiksa Annabelle dengan semua keyakinan yang tidak berdasar itu.


Keesokan hari David masih dalam kondisi demam, Dia tidak turun dari kamar untuk makan pagi.


"Apa majikanmu masih tidak enak badan?" tanya Annabelle.


"Iya, Nyonya. kemarin Tuan minta dibuatkan sup hangat." jawab pembantu.


"Oya, Vania. nanti tolong kamu berikan sop iga ini kepada majikanmu." ucap Annabelle.


"Baik, nyonya." jawab Vania.


Pagi ini Annabelle pergi ke perusahaan, terlihat wanita itu membawa beberapa makanan yang tadi dia buat untuk dimakan di perusahaan. karena tadi pagi Franco sudah menelpon dan meminta wanita itu untuk membuatkan dia bekal makanan.

__ADS_1


David benar-benar begitu lelah, terlihat pria itu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah dari kamar mandi terlihat dia membuka pintu balkon kamarnya, ketika dia berada di balkon kamarnya tatapan matanya menatap Annabelle yang sudah dijemput oleh mobil hitam.


"Siapa yang menjemput wanita itu sepagi ini." ucap David yang terus menatap Annabelle.


Tak berselang lama pria itu melihat Franco keluar dari mobil itu, ternyata pagi ini Franco menjemput Annabelle karena mereka harus pergi ke luar kota untuk melakukan rapat yang kemarin tertunda.


"Ada rasa begitu sakit ketika melihat Annabelle tersenyum begitu cantik kepada Franco.


David terus menatap Annabelle, wanita itu memang begitu berbeda dari beberapa tahun yang lalu. dulu wanita itu benar-benar hanya bisa pasrah, hanya bisa terdiam dengan semua perlakuan kasar David dan Lucia. salah satu tangan David meraih ponselnya, pria itu menelpon Lucia berulang kali, tetap saja wanita itu tidak menjawab panggilan telepon darinya. padahal David sudah memberitahu Lucia Kalau dari kemarin dia sakit, namun dengan sengaja Lucia tidak menjawab panggilan telepon atau pesan yang diberikan oleh David.


"Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku begitu mencintainya. aku benar-benar begitu mencintainya, namun ketika aku membutuhkannya Dia selalu pergi dariku." ucap David yang kemudian memasukkan ponselnya di saku celana.


pria itu akhirnya kembali ke dalam kamar, dia berbaring sembari menutup kedua bola matanya, dia memejamkan matanya sembari perlahan-lahan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Entah mengapa pagi ini ketika David memejamkan matanya dia memimpikan Annabelle, memimpikan istri yang selalu dia sakiti, memimpikan wanita yang selalu dia hina. Bahkan dia di perlakukan sebagai seorang pembantu.


"Hah!!," David membuka kedua bola matanya, mimpinya benar-benar begitu menyakiti hatinya.


TOK..


TOK..


TOK..


pintu kamar David diketok.


Vania masuk ke kamar David, wanita itu memberikan makanan yang tadi pagi dimasak oleh Annabelle.


"Aku sudah bilang Kan aku tidak ingin makan, bawa keluar makanannya!" perintah David.


"Nyonya Annabelle bilang Tuan harus makan semua ini, biar tubuh tuan cepat sehat." ucap Vania.


"Maksudmu?" tanya David.


"Nyonya Annabelle masak pagi-pagi dan meminta saya untuk memberikan kepada tuan David." jawab Vania.


Mendengar hal itu David menggerakkan tangannya, pria itu meminta Vania membawa makanan kepadanya. bau harum yang tercium dari masakan Annabelle masih tetap sama, masakan yang selalu dibuat Annabelle beberapa tahun yang lalu. masakan yang selalu dibuat untuk David dan Lucia, perlahan-lahan salah satu tangan David mulai mengambil makanan itu sesendok demi sendok. dia menghabiskan makanan buatan Annabelle.


Terasa masakan itu begitu menghangatkan, masakan itu benar-benar membuat perasaan David begitu berbeda.


Mungkin penyesalan itu sangat terlambat dirasakan oleh David, penyesalan yang begitu menyakitkan bagi Annabelle.


"Seandainya waktu bisa aku tarik undur mungkin aku sudah mendapatkan kebahagiaan." ucap David tiba-tiba.


Vania keluar dari kamar David, wanita itu menatap David dalam tatapan mata yang begitu dalam.


Di tempat Franco Annabelle dan Franco sedang menghadiri rapat dari beberapa rekan bisnis pria itu, mereka sedang membicarakan mengenai beberapa tender perusahaan yang akan mereka kerjakan.

__ADS_1


"Saya akan memberikan tender ini ke perusahaan anda, Tuan. asalkan..," ucap menggantung dari salah satu pria rekan bisnis Franco.


"Asalkan apa?" tanya Franco.


"Asalkan anda meminjamkan sekretaris Anda kepada saya." jawab si pria.


"Apa maksud anda, tuan?" Annabelle marah.


Mendengar perkataan seperti itu Franco langsung tersenyum, pria itu menatap salah satu rekan bisnisnya yang mengatakan hal itu.


"Apakah anda belum merasakan kamar dingin dari penjara?" tanya Franco.


"Saya adalah orang yang sangat anti penjara, Tuan. Saya mempunyai begitu banyak rekan bisnis dan kolega dari beberapa pemerintahan. jadi saya tidak akan pernah mendapatkan masalah walaupun saya berbuat kesalahan." jawab si pria sembari tersenyum.


Franco benar-benar tidak menyukai perkataan salah satu rekan bisnisnya itu, seketika pria itu berdiri mendekati rekan bisnisnya itu.


BUGG..


BUGG..


dua pukulan langsung melayang di wajah si pria.


"Dengarkan aku baik-baik, Tuan. aku masih mempunyai etiket baik kepada Anda, silakan Anda meminta maaf kepada sekretaris saya. jika anda tidak akan tidak mau melakukan hal itu maka jangan salahkan saya jika saya memenjarakan Anda." Franco mengancam salah satu rekan bisnisnya di depan pengusaha yang lain.


"Tuan..," Annabelle mencoba menghentikan Franco untuk membuat masalah.


"Dengarkan saya baik-baik, saya tidak suka ada seseorang yang menghina atau melecehkan sekretaris saya. jika anda mempunyai pemikiran seperti itu lebih baik anda tidak berusaha menemui saya untuk melakukan kerjasama ini. silahkan Anda pergi dari sini saya tidak membuka pintu untuk pria brengsek atau orang brengsek yang lainnya." jawab Franco yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk membawa si pria yang tadi dia pukul.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2