AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
TARIK ULUR HATI


__ADS_3

"Tidak usah, kamu tidak usah mengantarku. aku tidak ingin pagi ini membuat masalah dengan kekasihmu, kamu tahu sendiri kan kalau kekasihmu itu adalah wanita yang paling sensitif. kalau sampai aku mengganggunya bisa-bisa aku dalam masalah, Aku tidak ingin membuat keributan dengannya." jawab Annabelle.


"Aku tidak akan membiarkan dia melakukan sesuatu padamu, Jika dia berani melakukan hal itu aku akan membuatnya merasakan Pagi yang sangat pahit." jawab ucap David.


Sebenarnya hari ini Annabelle memang tidak ingin membuat keributan, tapi karena hari ini Franco juga ingin menjemputnya jadi Annabelle lebih memilih untuk mencari aman di pagi hari.


"Tidak usah, lagi pula hari ini Franco juga menjemput ku. kami ada beberapa urusan yang harus kami selesaikan." jawab Annabelle yang kemudian pergi.


Lucia dari tadi melihat dan mendengar dua orang itu berbicara dalam hati Lucia benar-benar begitu marah. namun dia ingin membuat kepercayaan di hati David, berbeda jika tidak ada David , mungkin.. beda cerita.


"Wanita ini benar-benar membuat masalah, dia ingin membuat Aku terlihat bodoh di depan David. lihat saja sebentar lagi aku akan membuatmu seperti di neraka." Lucia yang kemudian berjalan mendekati David.


"Selamat pagi, sayang." Lucia mendekati David.


"Ada apa." jawab kesal David.


"Kenapa jawabanmu seperti itu, sayang. ayo kita berangkat ke kantor, hari ini kan kamu ada meeting." Lucia berusaha untuk merayu David.


Ketika mereka berdua berada di luar rumah, tatapan mata David menatap Annabelle yang sudah dijemput oleh Franco.


"Lihatlah wanita itu benar-benar tidak tahu diri ,dia bilang dia wanita baik.. tapi lihat saja dia dengan tidak tahu malunya selalu menggoda para pria seperti itu." cibir Lucia.


"Jika kamu membuat pagiku menyebalkan lebih baik kamu tidak usah ikut denganku ke perusahaan." David yang kemudian pergi dari rumah meninggalkan Lucia yang masih mematung.


"David! David! Tunggu aku!!" seru Lucia yang sudah ditinggal pergi oleh David. Wanita itu sangat kesal kedua kakinya nampak di hutan-hutan ke tanah.


"Dasar dia tidak tahu diri! seperti inikah kamu memperlakukan aku, David!!" teriak Lucia.


*PERUSAHAAN FRANS CO*


"Planning kita ke depan adalah membangun beberapa tempat yang sudah kita rencanakan, tapi kendalanya adalah di kawasan itu masih banyak pemukiman para penduduk. kita tidak bisa menyuruh mereka pergi atau mengusir mereka, karena mereka adalah pemilik tempat itu semenjak dahulu. jika kita memaksakan mereka untuk pergi dari sana. jika kita melakukannya kemungkinan besar mereka akan melakukan demo di perusahaan kita. mungkin mereka tidak terlalu banyak jumlah penduduknya, pemukiman itu mungkin akan membuat perusahaan kita langsung hancur jika kita melakukan rencana tanpa dasar." Ucap Annabelle.


"Apa kamu mempunyai rencana lain? jika kita memaksa mereka menjual lahan mereka ataupun kita memaksa mereka untuk mengambil tempat itu.. kemungkinan mereka akan melawan kita atau juga mereka akan membuat kita kehilangan sebagian besar perusahaan ini. karena mereka adalah pemilik tempat itu dari dulu dan mereka akan membuat keributan yang sangat besar." jawab salah satu pengusaha.


"Mereka benar-benar sangat berbahaya, mungkin mereka adalah orang-orang terpelosok tapi..," ucap salah satu pengusaha.


"Tapi apanya?" tanya Franco.


"Aku pernah membuat masalah dengan salah satu orang yang ada di tempat itu, apa kamu tahu orang-orang di tempat itu malah membuat aku kehilangan sebagian besar kekayaanku. mereka sangat brutal, mereka menculik salah satu putriku." jawab pengusaha A.


"Wah, kalau begitu mereka orang-orang yang sangat berbahaya dong?" tanya Annabelle.


"Tentu saja mereka sangat berbahaya, Nona Annabelle. mereka mempunyai julukan makhluk plosok, Tapi aku tidak pernah mengira kalau mereka seberbahaya itu." jawab pengusaha A.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus mencari cara untuk mendekati Mereka, lagi pula banyak dari orang itu ada di sini kan?" tanya Annabelle.


"Ya sudah kalau begitu nanti kita coba melihat tempat itu." ucap Franco.


Ketika rapat sudah selesai tiba-tiba saja ponsel Annabelle berdering, wanita itu menatap ponselnya. di sana tertera nama David yang menelponnya.


"Ada apa pria ini menelpon? tumben sekali dia menelpon." guman Annabelle dalam hati. setelah melihat panggilan telepon itu Anabelle langsung mematikan ponselnya.


"Telepon dari siapa?" tanya Franco.


"Dari David." jawab Annabelle.


"Mau apa pria itu menelponmu?" tanya Franco kembali.


"Entahlah aku kurang tahu, lagi pula ngapain juga aku harus ngurusin pria itu." jawab Annabelle.


"Apa kamu tidak mau menjawab panggilan telepon dari dia? Mungkin saja ada masalah yang penting?" tanya Franco sambil bercanda.


Annabelle menunjukkan senyumnya.


"Jangan pernah mengatakan hal itu ya, Tuan. Aku tidak suka, lagi pula aku masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan daripada mengurusi pria itu." jawab Annabelle yang kemudian membereskan beberapa berkas.


"Bagaimana hubunganmu dan David?" tanya Franco.


"Apa kamu bersedia memaafkannya?" tanya Franco kembali.


Annabelle tidak berniat menjawab pertanyaan dari Franco, dia hanya terdiam.


"Dengarkan aku baik-baik, Annabelle. Aku tidak mau kamu terjebak dalam situasi seperti ini, aku ingin kamu meninggalkan tempat itu." Franco yang kemudian berdiri mendekati Annabelle.


"Aku tidak akan membiarkan pria itu bernafas lega, Tuan. dia sudah membuat aku benar-benar terluka, luka yang tidak akan pernah bisa aku lupakan." jawab Annabelle.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan? apakah kamu tidak ingin melupakan segalanya, biarkan masa lalu itu menjadi masa lalu. carilah masa depan." salah satu tangan Franco hendak menyentuh pipi Annabelle. lalu tiba-tiba saja...,


"Kejutan!!" seru Gabriel yang sudah berada di tempat itu. pria itu mendatangi Annabelle yang ada di salah satu ruang rapat.


"Tuan Gabriel." ucap Annabelle.


"Halo Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Gabriel yang langsung mendatangi Annabelle.


"Kabar saya baik, Tuan." jawab Annabelle.


Gabriel mendatangi Annabelle, pria itu langsung memeluk Annabelle dengan begitu erat.

__ADS_1


"Aku benar-benar begitu merindukanmu, Annabelle. aku benar-benar begitu merindukanmu." ucap Gabriel.


DEG..


Franco melihat Apa yang dilakukan oleh sepupunya itu, dia benar-benar tidak akan pernah mengira kalau dia harus melihat pemandangan seperti ini.


"Jangan pernah melakukan hal ini, Gabriel. ini perusahaan!" Franco langsung mendorong tubuh Gabriel.


"Ada apa denganmu, Franco?" tanya Gabriel.


"Tidak pantas kamu melakukan hal ini di perusahaan, kalau kamu baru kembali lebih baik kamu istirahat di apartemen. Kenapa kamu langsung kemari?" tanya Franco yang benar-benar terusik dengan kedatangan sepupunya itu.


"Tentu saja aku ingin bertemu dengan gadis pujaanku ini," jawab Gabriel sambil tersenyum.


Rasa cemburu itu akhirnya dirasakan oleh Franco, perlahan-lahan dia harus merasakan ketidaknyamanan saat Annabelle selalu dekat dengan beberapa pria. apalagi Annabelle juga masih Satu atap dengan suaminya.


"Mulai besok kamu pindah dari rumah pria itu, Annabelle." perintah Franco.


"Memangnya kenapa harus pindah, Tuan?" tanya Annabelle.


"Kalau begitu kamu pindah di rumahku saja, oh maksudku apartemenku." ucap Gabriel.


"Sudah tidak usah banyak bertanya, Annabelle. kepalaku pusing, Bisakah kamu membuatkan sesuatu untukku. Aku mau beristirahat di kantorku." ucap Franco yang langsung meninggalkan Annabelle sembari mengusir Gabriel.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2