AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
KENYATAAN PAHIT UNTUK DAVID


__ADS_3

Di diskotik itu David terus masuk pria itu menatap beberapa orang yang ada di sana. David ingin melihat Apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. langkah kakinya terus menyusuri tempat itu, kedua bola matanya mencari keberadaan Lucia. tak berselang lama kedua kaki David langsung terhenti, pria itu menatap wanita yang begitu dia puja. terlihat di sana Lucia sedang berbicara dengan begitu mesra dengan pria yang sangat dikenal David namun David belum melihat wajahnya.


"Lebih baik kamu pergi, Kalau tuan David tahu bisa-bisa kamu akan mendapatkan masalah." pinta Joseph.


"Kamu tenanglah, Joseph. kamu kenapa seperti itu, lagi pula dia tidak akan mengetahui aku di sini." jawab Lusia.


Josep terus berusaha untuk meminta Lucia kembali ke rumah, dia tidak ingin memperkeruh masalah apalagi di perusahaan saja David terus urang-uringan.


Tidak jauh dari tempat itu David terus menatap Lucia yang sedang duduk di pangkuan si pria. dia bermanja dengan sangat menjijikkan, David benar-benar tidak akan pernah mengira kalau selama ini Lucia sudah menghianatinya. langkah kaki pria itu mendekati sang kekasih, Suara bising di diskotik membuat amarah David semakin memuncak. David tidak berbicara pria itu hanya menatap Lucia yang sedang bermanja dengan si pria pria itu.


David terus menatap Lucia dengan tatapan mata yang begitu ingin membunuh.


"Lebih baik aku pergi dari sini, aku masih ada urusan." Joseph yang berusaha untuk melepas rangkulan Lucia.


"Kamu ini tidak jantan teman sekali, Joseph." ucap Lucia.


Setelah bermanja dan tersenyum kedua bola mata Lucia langsung melihat sosok yang ada di belakang tubuh Joseph.


"David..," ucap Lucia.


Josep tidak mendengar dengan jelas ucapkan Lucia.


"Aku harus pergi." Joseph menyingkirkan tubuh Lucia. dia berdiri.. namun ketika dia menoleh Betapa terkejutnya David dan Joseph saat melihat sosok yang ada di tempat itu.


DEG..


DEG..


David dan Joseph nampak sangat terkejut. David tidak akan pernah mengira ternyata orang yang bersama dengan kekasihnya adalah orang kepercayaannya, begitu pula dengan Joseph. dia tidak akan pernah mengira Kalau hari ini dia akan tertangkap basah bersama dengan Lucia.


"Tu-tuan..," Joseph kebingungan.


David tersenyum.


"Aku tidak akan pernah mengira kalau kamu berani menghianatiku, Joseph." ucap David.


BUGG..


satu pukulan langsung mengarah di wajah Joseph, David benar-benar sangat murkah. pria itu tidak akan pernah mengira kalau Joseph akan menghianatinya seperti ini.


"Aku sudah memberimu hidup, aku sudah memberikanmu kepercayaan. tapi ternyata seperti ini balasan yang kamu berikan." David semakin marah.


Joseph kebingungan untuk menjelaskannya, mau dijelaskan apalagi toh dia memang sudah tertangkap basah.


"Sa-Sayang.. dengarkan aku." Lucia kebingungan, dia tidak akan pernah mengira hari ini dia akan ditangkap tertangkap basah oleh David.


"Dasar wanita murahan, beraninya kamu melakukan hal ini kepadaku!" seru David.


Seketika salah satu tangan David langsung menarik kasar tangan Lucia bahkan menjambak rambut wanita itu.


"Aku tidak suka dikhianati, Aku sudah memberikan segalanya padamu. Aku sudah memberikan semua yang aku miliki untukmu." ucap David.


Amarah yang begitu tidak terkendali membuat David kehilangan akal sehatnya, dia menghajar Josep juga Lucia, pria itu tidak akan pernah mengira kalau dua orang yang begitu dia percaya ternyata mengkhianatinya. orang-orang yang ada diskotik nampak berhamburan, mereka menatap pria yang menghajar sepasang kekasih itu.


"Tuan.. tuan, tolong hentikan." pinta manajer diskotik.


"Aku akan membayar semua kerusakan ini." jawab David yang kemudian meminta anak buahnya untuk membawa Joseph dan Lucia.


"Lepaskan aku, David!!" seru Lucia.


David tidak menghiraukan.


"Tuan.. tuan tolong dengarkan aku." pinta Joseph.


Tidak ada Jawaban dari David, pria itu tetap meminta anak buahnya membawa Lucia dan Joseph.

__ADS_1


*RUMAH SAKIT*


"Selamat siang..," Annabelle sudah berada di rumah sakit.


Franco tersenyum saat Melihat Annabelle sudah berada di rumah sakit.


KREKKK..


Gabriel keluar dari kamar mandi.


"Annabelle, kenapa kamu kemari?" tanya Gabriel.


"Tadi aku memasak untuk kalian." jawab Annabelle.


"Sebenarnya tidak usah, nanti aku beli saja. kamu kan harus istirahat." jawab Gabriel sembari memberikan handuk kepada Annabelle.


"Untuk apa?" tanya Annabelle.


"Tolong kamu keringkan rambutku." jawab Gabriel.


"Hei.. hei.. hei.., kamu ngapain?" tanya Franco.


"Kamu ini ngapain sih?" tanya Gabriel.


"Tanganmu kan masih berfungsi, ngapain menyuruh Annabelle melakukan hal itu?" tanya Franco.


"Ya terserah aku dong." jawab Gabriel.


"Lakukan sendiri tidak usah memerintah Annabelle, tubuhmu itu masih sempurna kan?!" kesel Franco.


"Itu kan urusanku, ngapain sih kamu ikut campur. kamu ini benar-benar menyebalkan." jawab Gabriel yang kemudian menundukkan kepalanya di depan Annabelle.


Franco yang melihat hal itu dia benar-benar begitu kesal, seketika dia berdiri dari ranjangnya kemudian menarik tubuh Gabriel dan meminta handuk dari Annabelle.


"Seperti ini kan?" tanya Franco dengan kesal.


"Kamu ini ingin mematahkan kepalaku ya, kasar banget...," Gabriel kemudian menarik tangan Franco.


"Sudah-sudah tidak usah bertengkar, lebih baik kita makan dulu. aku sudah membuatkan makanan kesukaan kalian." Annabelle yang kemudian meletakkan makanan yang tadi dia masak.


"Kamu tidak masuk ke kamarku kan?" tanya Gabriel.


"Tidak, Memangnya kenapa?" tanya Annabelle kembali.


"Tidak apa-apa sih." Jawab Gabriel.


"Tapi tadi aku melihat pintu kamar kamarmu terbuka, jadi aku tadi menutupnya. tidak sengaja aku lihat sesuatu yang ada di dalamnya..," jawab Annabelle.


"Heh..," Gabriel menghembuskan nafasnya. seketika wajah Gabriel bersemu merah setelah mendengar perkataan Annabelle.


"Memangnya kamu melihat apa di dalamnya?" tanya Franco.


"Heh... entahlah." jawab Annabelle sembari tersenyum kepada Gabriel.


Sebuah foto terpampang begitu besar di dalam kamar Gabriel. foto Annabelle yang tersenyum begitu cantik.


"Itu rahasiamu dan aku." ucap lirih Gabriel.


Franco menatap Gabriel dengan begitu penasaran.


"Makanlah." Annabelle hendak menyuapi Franco.


"Tangannya masih berfungsi." Gabriel menarik tangan Annabelle.


"Nih orang ngeselin banget." kesal Franco.

__ADS_1


"Cepat makan." perintah Gabriel.


"Aku ini sakit." Franco tidak terima.


"Buktinya kamu bisa berjalan dan bergerak, artinya kamu sudah sembuh." jawab Gabriel.


"Tuan..," salah satu dokter wanita masuk ke kamar Franco.


"Iya, dokter." Annabelle yang menjawab.


"Saya akan memeriksa tuan Franco." jawab dokter wanita yang terlihat tersenyum manis kepada Franco.


"Periksa apa lagi?" tanya ketus Franco.


"Klu di periksa itu diam, jangan ngoceh terus." tunjuk Gabriel yang membuat Franco emosi.


"Dokter periksa dia saja, penyakit gilanya lagi kambuh." ejek Franco.


"Nih orang..," Gabriel melotot.


"Sudah-sudah, ayo keluar tuan Gabriel." Annabelle mengajak Gabriel keluar.


"Annabelle tetap di sini." pinta Franco.


"Kamu jaga dia sebentar, aku akan keluar sebentar membeli minuman dan makanan kecil untukmu." ucap Gabriel yang kemudian mengusap rambut Annabelle.


"Air mineral saja." pinta Annabelle.


"Oke." jawab Gabriel yang kemudian pergi.


"Sini Annabelle." Franco memanggil Annabelle.


sebenarnya Franco takut jarum suntik, jadi pria itu meminta Annabelle untuk memegangnya.


Franco langsung memeluk Annabelle.


Dokter sedikit terkejut.


"Bisa saya suntik, tuan?" tanya dokter.


"Silahkan, dokter." jawab Annabelle.


Franco memeluk erat tubuh Annabelle ketika dia mendapatkan suntikan.


Dokter wanita itu terus menatap Annabelle. mungkin dokter wanita itu memiliki perasaan kepada Franco.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2