AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
FOTO LUCIA


__ADS_3

"Aaaaa!!!" teriak Lucia.


"Kelihatannya dia sudah gila ya?" ucap pembantu.


"Heh..., aku benar-benar kesal! kenapa wanita itu harus kemari!!!" seru Lucia.


BRAKK!!


PRANGG!!


piring yang ada di meja berhamburan dan pecah.


"Lebih baik kita pergi." bisik Vania kepada temannya.


*PERUSAHAAN FRANS CO*


"Nanti kita pergi keluar kota untuk beberapa hari." ucap Franco.


"Iya." jawab Annabelle.


"Oh ya, Apa kamu tidak mau berpamitan dengan suamimu itu?" canda Franco kepada Annabelle.


"Apa kamu ingin bertengkar denganku di pagi hari." jawab Annabelle sembari menatap Franco.


Annabelle sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Franco.


"Hari ini aku sudah mempersiapkan semuanya. kita akan segera berangkat karena salah satu kalau yang kita sudah menunggu." jawab Franco.


"Aku juga sudah membawa makanan yang kamu pesan kemarin, Oh ya aku lupa kembalikan ponselku dan ambil ponselmu kembali." ucap Annabelle yang menyodorkan ponselnya.


"Aku kan sudah bilang kamu bawa ponselku dan aku bawa ponselmu. Jadi jika ada sesuatu seseorang yang menelpon dia tidak akan bisa dan jika ada orang yang menelponku kamu bilang kalau aku sedang sibuk." jawab Annabelle.


"Memangnya kita akan ke mana?" tanya Annabelle.


"Kita ke kota Jurong." jawab Franco.


"Hem... kota itu sangat indah." ucap Annabelle.


"Ya anggap saja sekalian kita jalan-jalan dan sekalian kita liburan di sana. Aku juga ingin beristirahat." jawab Franco.


"Lalu, rencana ke Cina kapan? katanya Tuan akan pergi ke Cina dan Korea ya?" tanya Annabelle.


"Mungkin bulan depan, aku ingin melihat beberapa usahaku yang ada di Cina dan Korea." jawab Franco.


"Ya sudah kalau begitu aku mau mengambil beberapa barang." Annabelle yang kemudian pergi meninggalkan Franco.


Setelah Annabelle pergi Franco terlihat tersenyum, pria itu ternyata sudah merencanakan sesuatu. hari ini salah satu pembantu sudah diberitahu oleh Annabelle, kalau dia tidak akan pulang mungkin besok dia baru pulang karena hari ini dia akan keluar kota bersama bosnya.


Siang menjelang terlihat David masih berada di kamar, pria itu menatap beberapa barang yang ada di kamarnya. mungkin kalau dulu dia acuh tak acuh mau ada apapun di kamarnya. tapi sekarang semuanya terasa begitu berbeda.


David menatap piring makanan yang tadi dia makan, pria itu nampak tersenyum ketika dia menatap piring makanan.


TOK!!


TOK!!


"Masuk!" seru David.


"Tuan..," Panggil Vania.


"Ada apa." jawab David.


"Tuan, ini susu hangatnya. tadi Nyonya Annabelle meminta saya memberikan susu hangat ini kepada tuan David." jawab Vania.

__ADS_1


"Memangnya dia sudah pulang?" tanya David.


"Tidak, Tuan. hari ini katanya Nyonya Annabelle tidak pulang, dia dinas keluar kota untuk hari ini. katanya besok nyonya baru pulang." jawab Vania.


David menghela nafasnya sedikit kasar, pria itu terlihat sedikit kecewa karena Annabelle tidak ada di rumah.


"Oh ya, Tolong berikan aku obat-obatanku." pinta David.


"Baik, Tuan." jawab Vania.


"Dimana nyonya Lusia?" tanya David.


"Kelihatannya Nyonya Lucia keluar, Tuan. tadi saya lihat Nyonya berdandan cantik setelah itu keluar." jawab Lucia.


David hanya bisa menghela nafasnya sedikit kasar, selalu saja seperti itu. setiap kali David membutuhkan kekasihnya itu selalu saja Lucia tidak ada.


"Dia hanya mementingkan dirinya." ucap David.


BRETTTT...


ponsel David berbunyi.


David nampak menatap ponselnya, ada sebuah pesan yang masuk.


DEG..


ketika David membuka ponsel itu di sana ada beberapa foto yang membuat pria itu benar-benar sangat terkejut luar biasa.


"Apa ini..," David melihat beberapa foto Lucia bersama seorang pria.


Tatapan mata David terus menatap foto Lucia bersama beberapa pria itu, betapa terkejutnya David ketika tubuhnya yang sedang tidak sehat itu harus mendapatkan kejutan di siang hari. "Apa ini." David membulatkan matanya, dia tidak bisa memikirkan hal ini. Jadi selama ini Ketika Lucia pergi ternyata selama ini dia pergi bersama dengan seorang pria.


BRAKK!!


BRAKK!!


TUT..


David menelfon Lucia.


"Kamu ada di mana?" tanya David.


"Aku ada di pusat perbelanjaan." jawab Lucia.


TUT..


David menutup ponselnya.


"Dasar brengsek, berani sekali dia melakukan hal ini padaku." ucap David.


*BEBERAPA JAM KEMUDIAN*


Malam ini Lucia sudah pulang ke rumah David, terlihat wanita itu tertawa begitu bahagia. rumah yang sudah gelap tanpa penerangan sama sekali.


"Kamu sudah pulang?" tanya David di dalam kegelapan.


Lucia terkejut saat mendengar suara dari dalam kegelapan. terlihat wanita itu menatap Franco yang berada di ruang tamu.


"Kamu sudah pulang?" tanya David.


Lucia terlihat menatap David.


"Sayang.. kamu mengagetkanku saja." ucap Lucia yang kemudian berjalan mendekati David yang sedang duduk di salah satu sofa.

__ADS_1


Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut David, sesaat kemudian terlihat pria itu melempar beberapa foto yang dikirim oleh seseorang.


"Aku benar-benar sangat kecewa padamu, Lucia." ucap David.


Lucia masih belum mengerti apa yang terjadi, terlihat wanita itu menghidupkan lampu yang ada di ruang tamu.


"Ada apa sih, sayang." ucap Lucia.


Tatapan matanya menatap beberapa foto yang ada di lantai, foto yang dilempar oleh David yang berhamburan. seketika jantung Lucia tersentak dengan semua yang dia lihat.


"Beraninya kamu menghianatiku!" ucap David.


Lucia tersentak, wanita itu nampak kebingungan untuk menjelaskan kepada David.


"Sayang.. apa ini." Lucia berpura-pura.


"Kamu tidak usah berpura-pura lagi, beraninya kamu menghianatiku." ucap David.


"Apa ini, Sayang. bagaimana mungkin aku menghianatimu, Aku mencintaimu." jawab Lucia.


David nampak tidak bergeming sama sekali, terlihat pria itu menatap David dengan tatapan mata yang benar-benar begitu menjijikan.


"Aku begitu mencintaimu, Aku begitu memujamu. namun kenapa aku harus mendapatkan hasil seperti ini, kenapa aku harus mendapatkan hasil yang menjijikkan ini." ucap Lucia berpura-pura.


"Beraninya kamu menghianatiku, beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" seru David.


"Aku tidak akan pernah menghianatimu, sayang. entah siapa yang melakukan hal ini pasti orang itu ingin menjebakku." ucap Lucia.


"Kenapa dia harus menjebakmu dan kenapa dia harus melakukan hal itu? yang aku tahu kamu hanyalah wanita yang sudah membohongiku, aku begitu percaya padamu. aku memberikan segalanya padamu, Lalu kenapa aku harus melihat hal ini? kenapa aku harus melihat kebohongan ini?" tanya David.


"Kamu harus percaya padaku, sayang. kamu harus percaya, aku tidak akan melakukan hal itu, aku mencintaimu aku sangat mencintaimu. pasti ada seseorang yang ingin menjebakku, pasti ada seseorang yang berniat jahat padaku." Lucia berniat untuk memeluk David namun pria itu langsung mendorongnya.


"Benarkah?" tanya David.


"Tentu saja." jawab Lucia yang kemudian memeluk David begitu erat. wanita itu menyangka kalau David akan termakan semua kata-katanya. dia tersenyum begitu menawan, Dia mengira kalau semuanya sudah bisa diatasi. Dia mengira kalau David kembali tunduk padanya.


"Kamu harus mendengarkan aku, sayang. Aku mencintaimu Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak mungkin menghianatimu." ucap Lucia yang kemudian berpura-pura begitu sedih.


David menganggukkan kepalanya, pria itu juga tidak akan mau percaya dengan apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu.


"Jika kamu benar-benar telah mengkhianatiku, maka kamu harus membayar semua penghianatanmu itu dengan harga yang sangat mahal." guman David dalam hati.


Annabelle yang berada di tempat lain terlihat wanita itu sudah menerima pesan dari seseorang yang mengantarkan foto kepada David.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2