AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
MENEMUKAN ANNABELLE


__ADS_3

Franco mencari keberadaan Annabelle, hingga beberapa jam lamanya dia dan anak buahnya belum mendapatkan keberadaan Isterinya.


"Di mana Gabriel, seharusnya dia ada di sini." Franco mencoba mencari keberadaan sepupunya.


"Tuan, ada satu rumah yang sangat mencurigakan."


"Kita ke sana, bilang pada polisi kalau mereka ada di tempat itu. aku yakin dia ada di sana." Franco ke tempat yang dikatakan oleh anak buahnya.


Setelah mencari selama beberapa jam akhirnya Franco benar-benar menemukan keberadaan istrinya, di salah satu tempat persembunyian milik Gabriel, salah satu rumah singgah yang dimiliki oleh pria itu. di salah satu tempat yang masih ada di Singapura. dengan cepat Franco meminta anak buahnya juga para polisi untuk mencari keberadaan istrinya. Franco adalah pembisnis yang tidak ingin mendapatkan masalah karena itu dia lebih memilih aman untuk melaporkan penculikan sang istri kepada pihak polisi daripada dia menangani sendiri penculikan itu. alhasil jika terjadi sesuatu kemungkinan besar Franco akan mendapat masalah yang besar dari Gabriel.


Sebuah rumah yang ada di tempat itu sudah dikepung oleh para polisi. para polisi juga sudah memprediksi kalau akan ada serangan dari dalam rumah yang sekarang mereka pantau. Gabriel yang ada di dalam rumah itu nampak dia terus mencoba untuk berbicara dengan Annabelle. dia ingin Annabelle bersikap baik padanya atau berpihak padanya untuk membalas dendam kepada suaminya.


Kamu sudah gila, Gabriel. kamu sudah gila, seharusnya kamu tidak melakukan ini, aku dan Franco sudah menikah. lalu kenapa Kamu tetap seperti ini?" tanya Annabelle.


"Aku tidak peduli, kamu sudah menikah atau belum. Kamu tidak tahu bagaimana rasanya sakit ini, Kamu tidak tahu bagaimana rasanya dikhianati." Gabriel mencengkram salah satu tangan Annabelle. tentu saja pria itu tidak akan melepaskan Annabelle begitu saja. Gabriel sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk membalas dendam kepada Franco dan Annabelle.

__ADS_1


"Aku sudah hamil, aku mengandung anak Franco, Gabriel. kamu tidak bisa seperti ini, lupakanlah semuanya..," Annabelle berusaha keras untuk membuat Gabriel berubah pikiran. wanita itu ingin mengembalikan Gabriel yang begitu baik dahulu, entah Gabriel dulu baik atau tidak Annabelle tidak peduli. wanita itu tidak ingin terjadi sesuatu kepada bayi yang ada di kandungannya, pikiran Annabelle hanya tertuju pada bayinya.


"Aku akan menjadi ayah bagi anak yang ada di kandunganmu, aku tidak akan menyia-nyiakan kalian. Aku tidak akan pernah menghianati kalian." Gabriel terus berusaha untuk mengambil hati Annabelle dengan semua ucapan yang dia katakan. Gabriel berharap Annabelle menerima perasaannya.


"Kamu tahu kan Gabriel, itu tidak mungkin. aku sudah memiliki suami, aku tidak akan mencintaimu Aku tidak akan bisa menerimamu seperti apapun." tolak Annabelle. wanita itu mencoba untuk membuat Gabriel mengerti, dia berusaha untuk menenangkan hati pria yang berbulu begitu baik padanya.


BRAKK..


Dengan marah Gabriel langsung membanting barang yang ada di dekatnya, tatapan matanya menatap Annabelle dengan begitu tajam. "Jadi kamu tidak mau bersamaku, Annabelle? kamu tidak ingin bersamaku?" tanya Gabriel dengan sorot mata yang begitu menakutkan.


"Aku sudah bilang kan Gabriel, Aku tidak mungkin bersamamu. aku sudah menikah, aku sudah mempunyai suami." tubuh yang sedikit gemetar ketakutan terus melanda hati Annabelle.


Jantung Annabelle berdebar begitu kencang, wanita itu begitu takut. ingin sekali anak yang menangis menjerit meminta tolong pada siapapun yang bisa menolongnya. dalam hati Annabelle terus mencari keberadaan sang suami. berdoa semoga suaminya cepat menemukan keberadaannya.


"Percuma kamu kabur dari sini, Annabelle. percuma, Franco tidak akan pernah menemukan tempat ini Franco tidak akan tahu tempat ini. kamu tahu.. tempat ini adalah tempat satu-satunya bagiku Untuk bersembunyi. tidak ada yang tahu bahkan aku tidak membiarkan keluargaku mengetahui tempat ini." Gabriel mencengkram pundak Annabelle dengan begitu keras.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi seperti ini, Gabriel. Kenapa kamu jadi seperti ini, dulu kamu tidak seperti ini. dulu kamu tidak sejahat ini." Annabelle mulai frustasi.


"Memang aku dulu tidak jahat, Annabelle. aku memang tidak jahat, tapi kamulah yang membuat aku jadi seperti ini. kamulah yang sudah membuat aku menjadi orang jahat." jawab Gabriel.


Mendengar teriakan Gabriel yang begitu keras membuat Annabelle begitu ketakutan. tiba-tiba dia tidak bisa menahan air matanya Annabelle menangis dengan ketakutan yang melanda hatinya. "Kenapa kamu menangis, sayang? kenapa kamu menangis, kamu tidak boleh menangis di depanku. kamu tidak boleh ketakutan denganku." Gabriel mengusap air mata Anabelle yang terus mengalir dengan begitu lembut Gabriel menyentuh pipi Annabelle. "Kamu adalah satu-satunya wanita yang membuat aku jatuh cinta, kamu adalah satu-satunya wanita yang membuatku begitu menginginkanmu." kata Franco yang kemudian tersenyum kepada Annabelle.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Annabelle, wanita itu begitu ketakutan dia kebingungan dengan 1000 pemikiran yang ada di otaknya. Tak ada kata yang keluar dari mulut Annabelle kecuali air mata yang terus mengalir.


"Aku.. aku sudah menikah, Franco. aku sudah menikah. lepaskan aku biarkan aku kembali kepada suamiku." Annabelle terus meminta kepada pria itu untuk melepaskannya. namun sayangnya Gabriel hanya tersenyum tanpa Mau mengatakan apapun. ketika Gabriel dan Annabelle berada di ruang itu salah satu anak buah Gabriel tiba-tiba masuk tuan panggil anak buah Gabriel dengan raut wajah yang begitu panik.


"Ada apa denganmu? Kenapa kamu masuk kemari? aku sudah bilang Kan kamu jangan pernah masuk ke tempat ini." Gabriel marah pria itu menatap anak buahnya dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Tuan, kita dalam masalah. kita sudah dikepung oleh para polisi." jawab anak buah Gabriel.


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Tuan, kita sudah dikepung polisi. kita sudah terlacak oleh para polisi." jawab anak buah Gabriel.


"Hahaha.. kamu gila ya, bagaimana mungkin para polisi mengetahui tempat ini. lagi pula tidak ada yang tahu tempat ini kecuali kalian. Lalu bagaimana mungkin mereka tahu tempat ini? Apakah salah satu diantara kalian sudah membocorkan mengenai tempat ini?" Gabriel mulai marah. pria itu tidak terima karena tempat keberadaannya sudah diketahui oleh para polisi. dengan segera Gabriel meminta anak buahnya untuk bersiap-siap, dia akan pergi dari tempat itu dan membawa Annabelle. untuk kali ini dia tidak akan melepaskan Annabelle bagaimanapun caranya, Gabriel sudah memastikan akan membawa anak baru pergi jauh pergi dari Franco untuk selamanya.


__ADS_2