AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
ANNABELLE KESAL


__ADS_3

Di salah satu tempat Annabelle pergi bersama dengan Franco, sebagai seorang sekretaris Annabelle begitu lincah pawai bahkan wanita itu benar-benar seorang pekerja yang mempunyai dedikasi yang sangat luar biasa.


"Saya sangat suka dengan sekretaris Anda, tuan Franco. Dia adalah wanita yang sangat luar biasa, sangat jenius terampil dan yang paling utama dia baik dan cantik." puji rekan bisnis Franco.


"Terima kasih atas pujiannya, tuan. Tapi alangkah baiknya kalau kita hanya membicarakan bisnis dan tidak membicarakan yang lain." bukan malah ikut memuji Anabelle malah Franco mengatakan hal itu.


Bagi Annabelle kata-kata yang diucapkan oleh Franco sudah biasa di telinganya, sekitar 1 jam kemudian akhirnya rapat pertemuan itu sudah selesai.


"Oh ya nona Annabelle, Apakah hari ini kamu tidak ada janji dengan orang lain?" tanya seorang pria.


"Memangnya ada apa ya, Tuan?" tanya Annabelle.


"Kalau kamu tidak ada janji hari ini aku ingin mengajakmu keluar untuk makan boleh, tidak?" tanya si pria yang menunjukkan senyum yang begitu tulus.


"Maar, tuan. sekretarisku ini sangat sibuk. Dia tidak bisa main pergi dari perusahaan begitu saja." Franco tiba-tiba langsung menengahi pembicaraan itu.


"Oh... jadi begitu ya, tuan." si pria sedikit malu.


Akhirnya rekan bisnis Franco pergi meninggalkan Annabelle.


"Kamu ini kenapa sih, kamu jangan seperti seorang wanita yang selalu mau diajak kemana-mana. tolonglah.. Kalau kamu bekerja fokus dengan pekerjaanmu." ucap Franco.


"Memangnya apa pernah aku tidak fokus dengan pekerjaanku, tuan?" tanya Annabelle yang sedikit tersinggung dengan perkataan Bosnya itu.


Anabelle meninggalkan Franco, terlihat wanita itu pergi ke Salah satu bagian untuk meminta beberapa hasil audit perusahaan.


"Kenapa sih aku harus mengatakan hal itu, pasti dia tersinggung dengan perkataan ku." guman Franco dalam hati ketika melihat raut wajah kesal yang ditunjukkan Annabell.


Waktu berjalan dengan begitu cepat, sore sudah menjelang akhirnya jam bekerja sudah berakhir. Annabelle terlihat pergi dari perusahaan dengan menyimpan sedikit kekesalan akibat perkataan yang diucapkan oleh Franco.


"Annabelle." Panggil Franco yang sudah melihat Annabelle di pinggir jalan.


"Ya, tuan." jawab Annabelle tanpa melihat Franco masuklah aku akan mengantarmu.


"Tidak usah, Tuan. Saya mau naik taksi saja." jawab Annabelle tanpa mau melihat wajah Franco.


"Apa kamu masih marah?" tanya Franco.


"Kenapa saya harus marah, Tuan?memangnya apa yang sudah anda lakukan?" tanya Annabelle.


Kedua bola mata Annabelle melihat di sekitar jalan, dia akan menghentikan taksi.


"Masuklah." minta Franco.


"Tidak, Tuan. Saya mau naik taksi, saya ada urusan sebentar." ucap Annabelle.


Franco keluar dari mobilnya, pria itu langsung menarik tangan Annabelle kemudian memaksanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa menyebalkan sekali sih, kalau disuruh masuk itu langsung masuk." Franco menutup pintunya.


"Saya ada urusan, Tuan. Saya mau pergi."


"Jika kamu mau membuka pintunya lihat aja." ucap Franco.


Annabelle tidak ingin mendengar ancaman yang dikatakan oleh Franco, salah satu tangan Annabelle langsung memegang handle pintu untuk membukanya.


"Kamu ini benar-benar tidak bisa diberitahu ya." ucap Franco.


Seketika Franco langsung memasang sabuk pengaman untuk Annabelle, wajahnya begitu dekat di wajah Annabelle, hal Itu membuat Annabelle benar-benar sangat terkejut.


"Jika kamu tidak menuruti perkataanku jangan salahkan aku, jika aku akan menggigit bibirmu." ucap Franco.


Mendengar perkataan seperti itu seketika jantung Annabelle seperti hendak terhenti, entah terkena penyakit apa tiba-tiba saja Franco berbuat seperti itu. hari ini bahkan kata-katanya di luar nalar. Annabelle tentu saja langsung terdiam, dia menganggukkan kepalanya dengan raut wajah yang sedikit ketakutan.


"Baguslah kalau begitu, lebih baik kamu seperti itu. Aku suka kamu yang menurut ucapanku." Franco yang kemudian melajukan mobilnya wajah yang benar-benar menakutkan itu membuat Annabelle menatap pria itu.


Entah sebenarnya seperti apa Franco, 2 tahun bersama pria itu. namun Annabelle tidak tahu persis seperti apa Franco.


"Memangnya kamu mau ke mana?" tanya Franco.


"Aku mau membeli beberapa barang yang aku perlukan." jawab Annabelle.


"Kamu mau berbelanja di mana?" tanya Franco kembali.


Kepala Franco hanya mengangguk-angguk, sesaat kemudian dia melihat salah satu pusat perbelanjaan yang dimaksud oleh Annabelle.


"Apakah ke sini?" tanya Franco Annabelle menganggukkan kepalanya.


"Kamu itu Sekarang sulit sekali diajak berbicara, diminta untuk patuh pun sulit. apa kamu ingin aku marah?" tanya Franco.


"Memangnya kenapa kamu harus marah?" tanya Annabelle dengan perkataan yang lembut.


"Lebih baik Kalau ada siapapun yang berbicara padamu, Kamu tidak usah hiraukan yang lebih utama jika ada pria yang ingin mengajakmu keluar. kamu tidak boleh mengiyakan." jawab Franco.


"Kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu, aku adalah wanita lajang. Aku juga ingin mempunyai kehidupan normal sebagai seorang wanita." ucap Annabelle.


Franco sedikit tersentak, pria itu menatap Annabelle dengan tatapan mata yang begitu mengisyaratkan.


"Kenapa harus seperti itu? apa kamu benar-benar ingin berumah tangga?" tanya Franco.


"Aku ini wanita normal ya tuan, Tentu saja aku ingin mendapatkan cinta dan juga aku ingin bahagia. Walaupun aku ingin balas dendam Aku juga ingin mempunyai kehidupan sendiri." jawab Annabelle.


Franco tidak bisa menjawab, namun pria itu hanya diam. akhirnya dua orang itu pergi ke salah satu pusat perbelanjaan, Annabelle melangkahkan kakinya, dia melihat beberapa barang yang ingin dia beli. tanpa sengaja ketika berada di pusat perbelanjaan itu Annabelle melihat David bersama Lucia juga berada di tempat itu.


"Lihatlah sayang, wanita itu juga berada di sini." ucap Lucia.

__ADS_1


David melihat Annabelle yang memang berada di pusat perbelanjaan bersama seorang pria yang tidak lain adalah sepupunya itu.


"Wanita itu benar-benar tidak tahu malu, bahkan dengan terang-terangan dia membawa pria ke tempat seperti ini." ucap David.


Annabelle yang sedang mengambil barang tak sengaja dia juga melihat David dan Lucia.


"Kalian ada di sini juga?" tanya Annabelle.


"Tentu saja, seharusnya kami yang mengatakan hal itu." jawab Lucia.


Annabelle tidak menghiraukan perkataan dua orang itu, dia mengambil beberapa barang yang diperlukan kemudian berjalan menuju kasir.


"Kamu selalu menghina kami sebagai tukang selingkuh, Lalu bagaimana dengan dirimu?" tanya David.


Annabelle menghentikan langkah kakinya, wanita itu menoleh menatap suaminya.


"Apakah perlu aku menjawabnya?" tanya Annabelle.


Franco nampak terdiam, pria itu ingin melihat Apa yang dilakukan oleh Annabelle.


"Kenapa juga kamu tidak mau menjawab, Jika kamu mengatakan kami selingkuh Apakah kamu tidak selingkuh?" tanya David.


Annabelle tersenyum.


"Ini sangat berbeda, sayang. kamu harus tahu, kalau tidak salah dia ini adalah anak sambung dari bibimu kan? berarti dia masih saudara darimu. lalu kenapa aku tidak boleh bersamanya? lagi pula dia juga bosku, berbeda denganmu kalian berdua itu tidak punya hubungan. hubungan kalian itu hanya hubungan perselingkuhan, Sudah berapa tahun kalian melakukan hal itu? bahkan jika dibilang... kalian berbuat zina melebihi batas." jawab Annabelle yang kemudian pergi meninggalkan David dan Lucia.


Dua makhluk itu benar-benar sangat geram, sangat kesal bahkan dua makhluk itu ingin sekali melampiaskan amarah mereka. Annabelle tersenyum dengan begitu cantik, David yang melihat hal itu nampak pria itu sedikit bergetar hatinya.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2