Air Mata Tania

Air Mata Tania
Menyuapi Tania


__ADS_3

"Kak, gue temenin Tania di sini ya. Boleh gak?" tanya Dafa pada Bagas. "Mau ngapain lo di sini? udah sana pulang. Ini tugas gue sebagai kakak nya buat jagain dia" ucap Bagas meminta Dafa untuk pulang. "Tapi kak..." perkataan Dafa belum selesai, Bagas sudah mendorong tubuh Dafa keluar "udah sekarang lo pulang biar gue yang urus Tania. Lagian lo udah liat dia kan, dia akan sehat lagi. Nanti gue kasih tau lo kalau Tania sadar. Oke!" ucap Bagas lagi pada Dafa. "Tapi bener ya kak. Nanti lo kabarin gue, gue khawatir kak. Soalnya tadi dia main hujan bareng gue padahal udah gue larang" tegas Dafa pada Bagas. "Iya Dafa nanti gue japri kalau Tania udah sadar. Sekarang lo pulang terus istirahat" lagi-lagi Bagas menyuruh Dafa pulang. Akhirnya Dafa mengikuti kata Bagas untuk pulang ke rumah. Tapi dalam hati dia sangat khawatir pada Tania.

__ADS_1


Tania masih belum sadar juga. Reno masih ada di dalam kamar Tania. Reno mengeluarkan sesuatu dari kantong nya dan menaruh nya di meja belajar Tania dekat foto mereka. Bagas masuk ke kamar Tania "Reno, gimana Tania? Dia udah sadar?" tanya Bagas pada Reno yang daritadi menjaga Tania. "Belum nih. Gue harap dia gak kenapa-napa ya Gas. Orang tua lo kemana udah sore gini belum balik?" tanya Reno. "Biasa lah mereka sibuk dengan urusan nya. Makanya terkadang Tania merasa dia tidak pernah mendapat kasih sayang dari ibu dan bapak. Kasian gue sama Tania, Ren. Waktu kecil pun sama ketika dia keluar masuk rumah sakit yang jaga mbak ina. Ibu sama bapak gak pernah ada waktu buat Tania" ucap Bagas pada Reno. Reno terus memperhatikan Tania. Mata Tania basah, ternyata dia sudah sadar. Mendengar ucapan Bagas, Tania merasakan sakit yang luar biasa di hati nya. "Bagas, kayaknya ade lo udah sadar tuh. Mata nya basah karena airmata tuh" ucap Reno.

__ADS_1


"Buka mulut lo. Lo harus makan, biar lo kuat" ucap Reno sambil menyendokkan bubur ke mulut Tania. Tania canggung dengan keadaan ini dan dia mengambil sendok dari tangan Reno "Biar gue makan sendiri. Lo boleh keluar dari kamar gue. Maaf kalau gue gak bicara formal sama lo. Karena ini bukan di sekolah dan lo bukan guru gue" jawab Tania mengusir Reno. Tapi Reno tidak mau keluar dari kamar Tania "gue gak mau keluar, gue mau liat lo habiskan dulu bubur itu baru gue keluar dari sini. terserah lo mau ngomong apa sama gue" ucapan Reno membuat Tania diam seribu bahasa lalu dengan cepat Tania menghabiskan buburnya. Reno mengambil mangkuk bekas nya makan bubur dan membawa nya keluar. Sebelumnya dia mengelus rambut Tania membuat Tania hanya dapat melamun.

__ADS_1


__ADS_2