Air Mata Tania

Air Mata Tania
Erika Mengadu


__ADS_3

Ayah akhirnya menghubungi Erika. Ayah memberitahu bahwa Tania sedang dalam keadaan yang tidak baik. Sekarang sedang berada di negeri Jiran. Erika berkata dia akan segera menyusul ke sana. Ayah menyetujui tapi dengan syarat Erika tidak boleh menangis di depan Tania. Bila Erika menangis akan membuat Tania bertambah drop. Erika menyetujui perkataan Ayah Tania.

__ADS_1


Erika memesan tiket pesawat hari itu juga. Dia akan tiba di sana pukul 01.00 dini hari. Dia meminta Mas Jefri untuk mengirimkan lokasi Tania di rawat. Ketika mengetahui keadaan Tania, Erika nangis sejadi-jadinya. Dia pergi ke makam ayah kandung Tania. Dia berbicara di pusaran makam ayah kandung Tania. "Mas, tolong jangan kamu ambil anak mu, Mas. Aku belum sempat membahagiakan dia Mas. Kamu pasti tahu aku sangat menyayangi Tania, meskipun cara ku salah Mas. Aku memberikan anak kita untuk Mas Jefri. Sekarang ketika dia sakit aku tidak bisa menjaga dan merawat dia Mas. Tolong mas, jangan ajak dia bersama mu" ucap Erika pada makam ayah kandung Tania dengan menangis terisak.

__ADS_1


Hati nya tersayat-sayat mendengar berita bahwa anak nya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. "Aku orangtua macam apa. Aku bodoh sampai anak ku sendiri Aku kasih ke orang lain untuk merawat nya. Dan sekarang dia sakit aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk nya. Bodoh... aku bodoh.." batin Erika teriak dan airmata terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


Di dalam pesawat Erika menatap keluar jendela pesawat sambil menangis lagi. Dia takut bila Tania tidak ada umur panjang, sedangkan dia sebagai Ibu belum bisa membuat Tania bahagia. Selama ini dia hanya bisa menatap Tania dari kejauhan, dan ketika bertemu kenapa harus Tania dalam kondisi seperti ini. "Nak, kamu harus kuat nak. Kalau kamu sembuh, mama janji akan ajak kamu pergi mengunjungi makam ayah. Setelah itu kita akan pergi untuk bersenang-senang. Iya nak kita aja berdua. Kamu dan mama. Kamu kuat ya Nak" kata-kata yang ada di hati nya Erika sambil menyerahkan airmata yang terus mengalir.

__ADS_1


Tak terasa pesawat sudah mendarat dengan sempurna. Erika pun bergegas untuk turun dari pesawat, mengambil barang-barang nya dan keluar dari Bandara. Dia segera mencari Taksi dan memberikan alamat rumah sakit tempat Tania di rawat. Ketika tiba di rumah sakit Erika berpapasan dengan Reno. "Reno" panggil Erika. Reno pun melihat ke arah suara yang datang. Reno pun terkejut melihat keberadaan Erika di sini. Dan reno pun menghampiri Erika. "Ya tante. Kapan tante sampai?" tanya Reno dengan basa basi. "Baru saja tiba. Bagaimana keadaan Tania? Bisa kamu bawa tante ketemu Tania?" tanya Erika kembali pada Reno. Reno pun menganggukkan kepala nya. Dia membawa koper Erika dan menunjukkan jalan ke tempat di mana Tania di rawat. Di sana berdiri Ayah dan Ibu Tania serta Bagas. "Tante, Om. Maaf ada tante Erika" ucap Reno. Mereka pun menoleh ke arah Erika berdiri. Erika perlahan mendekati kaca tempat di mana Tania di rawat. Dan menangis melihat keadaan anak nya. "Maafkan mama nak. Maafkan mama. Mama tidak bisa menjaga kamu dengan baik" ucap Erika. Reno yang melihat keadaan Erika lemas langsung memapah nya duduk di kursi ruang tunggu. "Sudah tante, tante istirahat dulu. Tante baru sampai, pasti capek dalam pesawat" ucap Reno pada Erika. Reno memang anak yang baik dan sopan, dari itu orangtua Tania menyetujui hubungan mereka, ya biarpun Bagas selalu mengawasi hubungan Reno dan Tania.

__ADS_1


__ADS_2