Air Mata Tania

Air Mata Tania
Ayah Khawatir


__ADS_3

Ayah keluar dari kamar Tania menuju kamarnya. Ibu di dalam kamar sedang merapikan baju yang mereka bawa setelah bepergian. "Bu, aku mau mandi tolong siapkan baju ku ya" ucap Ayah. Ibu hanya menganggukkan kepalanya. Ayah tidak peduli, dia langsung mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. "Kapan ibu bisa menerima Tania kembali? Ini sudah lebih dari 10 Tahun" batin ayah saat mandi. Ayah menyalakan shower, dia berdiri tepat di bawah shower untuk mendinginkan kepala nya. Beberapa menit kemudian ayah selesai mandi dan melihat ibu sudah tidak ada di kamar. Setelah selesai mengenakan pakaian ayah pun keluar kamar dan melihat ke arah dapur. Ayah melihat ibu sedang menyiapkan makanan dan mendekatkan diri "Bu, kamu masak apa? harum sekali" tanya Ayah. "Oh ini yah, Ibu masak sop asparagus kesenangan Bagas dan sapi lada hitam untuk ayah" jawab Ibu. "Wah... masak yang banyak ya bu. Karena kita ada tamu teman-teman Bagas dan Tania" ucap Ayah.

__ADS_1


Raut wajah Ibu seketika berubah ketika mendengar nama Tania. "Kok tumben yah teman-teman nya Bagas ke sini? Mereka di mana yah?" tanya Ibu penasaran. "Ph mereka lagi ngumpul di kamar Tania. Sama Bagas juga di sana. Mereka sedang nonton film komedi" jawab Ayah. "Kenapa gak di kamar Bagas mereka nonton?" tanya ibu kembali. "Tidak tahu deh bu. Mungkin kamar Bagas berantakan jadi lebih memilih nonton di kamar Tania" ucap Ayah kembali. Tidak hanya masak dua lauk itu. Ibu menambahkan makanan dengan ayam teriyaki dan kentang goreng. "Makanan sudah siap yah, panggil mereka" ucap sang Ibu. "Termasuk Tania kan Bu?" tanya Ayah sedikit meledek sang istri. "Ya itu sih terserah dia mau makan atau tidak" ucap Ibu sedikit jutek. "Ya... ya.,. ya... ayah panggilkan mereka langsung" jawab Ayah. Ayah pun menuju kamar Tania untuk memanggil anak-anak nya, Reno dan juga Dafa.

__ADS_1


Ayah hanya bisa bersabar. Reno dengan sigap mengambil makanan dari tangan Ibu nya Bagas, "Biar saya saja tante yang mengantarkan makanan ke Tania" ucap nya. "Oh... baik. Terima kasih ya nak Reno. Maaf anak itu selalu menyusahkan". Reno hanya menelan ludah nya mendengar kata-kata dari Ibu nya Bagas. "Kenapa sampai sekarang tante masih tidak dapat menerima Tania?" batin Reno. Reno mengambil makanan yang telah di siapkan lalu mengantarkan ke kamar Tania. "Tania, Ibu mu meminta ku membawakan makanan ini untuk mu?" ucap Reno. Tania dengan heran langsung berkata "Ibu yang meminta mu? atau kamu yang menawarkan diri?". Reno pun malu karena ketahuan kalau dirinya yang me,ang meminta untuk membawa makanan itu. "Lagipula masa sih Ibu menyuruh kamu. Mana mau dia ngurus aku yang katanya selalu membawa susah dan selalu merepotkan nya!" gerutu Tania. Reno menaruh makanan itu di meja belajar Tania. "Kamu mau makan yang mana? nanti aku suapi!" ucap Reno. Tania dengan gontai berdiri dan berjalan. Hampir Tania jatuh, untung saja Reno cepat tanggap memegang tubuh nya. "Hati-hati Tan" ucap nya. Reno membawa Tania ke ranjang. Dia membuat posisi Tania bersandar pada bantal. "Sudah biar aku yang suapi. Kamu diam saja. Makan sup asparagus dulu ya!" Reno mengambil sendok dan mengarahkan ke mulut Tania.

__ADS_1


__ADS_2