Air Mata Tania

Air Mata Tania
Pemeriksaan Pertama


__ADS_3

Tak terasa sudah jam 9 pagi. Ibu membangunkan Tania karena hari ini adalah hari pemeriksaan pertama nya. "Tania... Sayang... bangun yuk. Mandi, sarapan terus kita ke rumah sakit" ucap Ibu. Tapi Tania tak kunjung bangun juga. Ibu mencoba masuk ke dalam kamar, tidak bisa karena pintu terkunci. Pintu kamar Tania terus di ketuk sampai Tania membuka mata nya, merasakan sakit sekali kepala nya. Tapi dia harus berdiri dan membuka pintu. Ketika membuka pintu untuk Ibu, tiba-tiba tubuh Tania terjatuh dan dia pingsan. Ibu pun berhasil masuk ke dalam kamar seketika berteriak memanggil Ayah dan Bagas. "Dek, dek... bangun Dek" ucap Ibu. Ibu memegang tubuh Tania dan ternyata Demam tinggi. "Bagas, adik mu pingsan. Badan nya panas sekali. Langsung kita bawa ke UGD saja" ucap Ibu panik. Bagas dengan cepat langsung menggendong Tania, sementara ayah membuka pintu dan menuju lift. Ibu pun menyusul dari belakang setelah memastikan sudah mengunci dan mematikan api pada kompor.

__ADS_1


Perjalanan dari apartemen ke rumah sakit hanya sekitar 10 menit. Mereka sampai dan langsung menuju UGD. Ayah mengurus administrasi dan bertemu dengan dokter spesialis yang menangani Tania. Dokter berkata akan melakukan pemeriksaan pertama kali pada darah Tania lalu akan melakukan ct scan dan usg jantung. Ayah mengiyakan perkataan dokter. Ayah meminta dokter melakukan yang terbaik untuk Tania. Di UGD, Tania di ambil darah dan langsung di pasang infus. Perawat melakukan tensi pada Tania. Ternyata tensi darah Tania cukup rendah. Tania di berikan juga obat-obatan yang di perlukan. Ayah, Ibu dan Bagas mengkhawatirkan kondisi Tania. Bagas mengirimkan pesan pada Reno. Ia mengabarkan bahwa Tania panas tinggi dan pingsan. Tapi belum ada jawaban dari Reno. Karena saat ini Reno sedang menggantikan guru agama yang sedang sakit.

__ADS_1


Setelah selesai mencari tahu keadaan Tania, Dafa dan Davin pun beranjak pergi dari ruangan Reno. Reno di ruangan mengeluarkan ponsel nya. Terlihat banyak panggilan tidak terjawab dari Bagas. Dia melihat pesan dari Bagas, seketika langsung khawatir dengan keadaan Tania. Dia pun menelepon Bagas untuk menanyakan kondisi Tania. Di luar ruangan ternyata Dafa dan Davin mendengar pembicaraan antara Reno dan Bagas. Mereka saling bertatapan seperti mengisyaratkan bahwa ternyata Tania sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. "Jumat pulang gue ngajar gue berangkat ke sana bro. Tolong jaga Tania ya bro. Sumpah gue sangat khawatir sama keadaan dia. lu tolong kirim alamat rs di sana ya" ucap Reno saat menelepon Bagas. Akhirnya Dafa dan Davin tahu bahwa Tania tidak berada di Jakarta tapi di Luar Negeri untuk pengobatan.

__ADS_1


__ADS_2