Air Mata Tania

Air Mata Tania
Pelukan Kangen


__ADS_3

Hari cepat berlalu, dan sudah tiba hari jumat. Reno sudah memesan tiket pesawat dengan jadwal penerbangan pukul 6 sore. Setelah pulang kerja dia bergegas menyiapkan barang-barang yang harus di bawa. Dia pun menyempatkan diri pergi ke toko perhiasan untuk membeli kalung. Ya.. Reno berniat memberikan kalung pada Tania. Bukan sebagai pengikat melainkan bukti bahwa Tania selalu ada di hati Reno. Setelah menyiapkan semua, Reno pun bergegas menuju bandara. Dia mengirimkan pesan pada Bagas bahwa pesawat nya akan mendarat di sana pukul 8 malam dan Reno akan langsung ke rumah sakit. Bagas tidak membalas pesan dari Reno. Reno khawatir. Karena tidak biasa nya Bagas mengabaikan pesan dari dia.

__ADS_1


Reno segera naik pesawat nya. Dan tepat pukul 8 malam pesawat mendarat di kota tersebut. Reno segera menyalakan ponsel nya ternyata sudah ada balasan pesan dari Bagas. Bagas berkata dia akan menjemput Reno di bandara. Setelah ambil barang dan Reno pun berjalan keluar, dia melihat Bagas sahabatnya sudah menunggu di sana. "Apa kabar bro?" tanya Bagas. "Alhamdulillah baik bro. Tania bagaimana? Dia tidak tahu kan kalau gue ke sini?" jawab Reno. "Tadi ade gue tidur pas gue jalan. Di sana ada ibu yang gantian nunggu. Santai dia gak tau kok kalau lo ke sini. Kalau dia tahu, pasti seneng nya bukan main. hahaha..." ucap Bagas sambil tertawa. Mereka pun menuju mobil dan melaju ke rumah sakit.

__ADS_1


Sampai di Rumah Sakit Bagas masuk ke ruangan terlebih dahulu. Ternyata Tania sudah terbangun dan sedang makan buah yang di kupas oleh Ibu. "Dek, ada yang mau ketemu sama lo tuh" ucap Bagas. "Siapa kak? Paling dokter atau perawat kan. ini kan udah waktu nya tensi dan ambil darah" jawab Tania. "Bukan dek. Se antar ya gue suruh dia masuk" ucap Bagas sambil berjalan membuka pintu kamar perawatan. "Assalamualaikum" ucap Reno. "Walaikumsalam" jawab Tania dan Ibu. Tania menjawab dengan mata berkaca-kaca. Dia merasa senang karena melihat Reno datang. "Ini bukan mimpi kan bu?" tanya Tania pada Ibu nya. "Bukan nak. Itu benar Reno kok yang datang" jawab Ibu sambil tersenyum. Reno mendekati Ibu dan Tania. Dia mengelus rambut Tania lembut. "Kamu kok tidak kasih tahu aku kalau mau ke sini?" tanya Tania pada Reno sambil cemberut. "Aku sengaja. Karena mau memberikan kejutan buat kamu. Kalau kamu tahu aku akan ke sini pasti larang karena bukan libur panjang" jawab Reno sambil tersenyum dan mencubit pipi Tania.

__ADS_1


Kesempatan berdua Reno dengan Tania membuat Reno memeluk tubuh Tania terus. "Aku kangen sama kamu sayang" ucap Tania. "Aku juga sayang. Aku mendengar kabar kalau kamu pingsan, sudah membuatku khawatir. Makanya aku langsung beli tiket ke sini dan bilang ke Bagas jangan beritahu kamu" jawab Reno sambil mengecup kening Tania. Pelukan kangen dari Tania pada Reno sehingga lupa kalau ada perawat yang datang ke kamar. "Maaf, saya harus periksa" ucap perawat itu mengejutkan mereka. "oh ya silahkan. maaf ya" jawab Reno malu membuat Tania terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2