Air Mata Tania

Air Mata Tania
Keheranan Dafa


__ADS_3

Dafa pulang ke rumah, di jalan dia berpikir "kenapa Tante Erika pemilik Cafe itu sekilas mirip dengan Tania? coba besok aku ajak Tania ke Cafe itu" pemikiran Dafa. Saat pulang ke rumah Dafa melihat Tania yang baru saja pulang ada di depan pagar rumah. Dafa mempercepat langkah kaki nya untuk menghampiri Tania. "Tan... Tania... tunggu" ucap Dafa membuat Tania menoleh ke arah suara yang memanggil. "Eh Daf, lo dari mana jam segini?" tanya Tania. "ini g dari Cafe depan beli roti panggang. lo mau Tan?" ucap Dafa sambil menunjukkan makanan di dalam plastik yang di bawa. "Hhhmmm mau dong, gue lapar nih. belum sempat makan" jawab Tania. Tania dan Dafa pun masuk ke dalam rumah Tania. Di teras rumah Tania, Dafa membuka makanan nya dan memberikan pada Tania. Mereka pun makan berdua.

__ADS_1


"Tan, gue boleh nanya gak ke lo?" ucap Dafa. Tania yang sedang menggigit roti hanya menganggukkan kepala nya. "Sejak kapan sih lo jadi dekat dengan Davin? Soalnya yang gue liat sejak lo dekat dengan Davin, lo berubah Tan" ucap Dafa kembali sambil memerhatikan wajah sahabat nya itu. Tania sedang mengunyah roti nya langsung memasang muka aneh. Dia menelan roti nya dan menjawab "aneh? apa nya yang aneh? gue biasa aja kok". "Lo kalo gue ajak bareng gak pernah mau. Jadi kayak jauh aja. Kan biasa nya lo berangkat bareng gue, pergi kemana-mana juga sama gue" ucap Dafa. "Lo pacaran ya sama Davin?" lanjut dafa bertanya pada Tania. Tania merasa pertanyaan Dafa terlalu mendadak dia pun tersedak roti. Dengan cepat Dafa mengambilkan air minum untuk Tania dan Tania pun langsung meminum nya. "Makasih ya Dafa" ucap Tania pada Dafa. Dafa hanya tertunduk, dia merasakan bahwa memang Tania berpacaran dengan Davin. Dafa berpikir lebih baik dia mundur perlahan agar Tania merasa bahagia. "Tania, gue balik dulu ya. Oh ya, tadi ada salam dari pemilik Cafe depan. Nama nya Tante Erika. Kalau gue lihat dia sepintas mirip dengan lo. Hehehehe" ucap Dafa lalu berdiri dari tempat duduk nya ingin meninggalkan Tania. "Dafa... tunggu" panggil Tania. Dafa pun terhenti dan tiba-tiba Tania memeluk nya. Jantung Dafa berdegup sangat kencang. Dia bingung harus bagaimana dengan Tania. "Maafin gue ya Daf. Iya lo bener, gue udah jadian sama Davin. Seneng banget rasanya jadian sama cowo yang gue suka" ucap Tania.

__ADS_1


Di saat itu Dafa melepas pelukan Tania, hati nya merasakan sakit. Tapi dia menutupi hanya dengan tersenyum dan berkata "Selamat ya Tan. Ikut seneng gue dengar nya. Biar langgeng ya. Gue pamit dulu". Tania heran dengan sikap Dafa tapi Tania tidak peduli. "Oke Dafa. Lo hati-hati ya. Thanks loh buat roti panggang nya" ucap Tania sambil melambaikan tangan pada Dafa. Dafa membalikkan badan dan berkata "besok gue mau ajak lo ke Cafe depan mau ya. Ada yang nanyain lo tuh. Oke. Bye." Dafa keluar pagar dengan jalan secepat kilat menuju rumah nya. Sampai di rumah Dafa langsung kamar. Jantung nya berdegup kencang saat mengingat Tania memeluk nya tadi. Di satu sisi diri nya sedih karena tahu Tania sudah berkencan dengan Davin. Pria yang selalu menjadi saingan Dafa untuk mendekati Tania. Tapi kali ini Tania lebih memilih Davin. Dafa duduk termenung di kamar nya, pikiran nya sedang kacau. Dia memikirkan Tania dan juga memikirkan Tante Erika pemilik Cafe yang wajah nya mirip dengan Tania.

__ADS_1


__ADS_2