
Hari ini Tania dan Davin pergi pulang sekolah bersama. Dafa melihat Tania seperti ini ada rasa cemburu. Tapi Dafa berusaha menyangkal perasaannya. Dafa tidak ingin merusak persahabatan nya dengan Tania. Malam itu Dafa ingin mengajak Tania keluar makan roti bakar dekat rumah karena terlalu suntuk dia berada di dalam rumah. Saat sudah ingin sampai di depan rumah Tania, Dafa melihat Tania keluar gerbang dan melihat motor Davin berada di sana juga. Dafa sengaja melewati Tania "Dafa, mau kemana?" tegur Tania. "Eh... biasa Tania, g mau keluar minimarket beli cemilan buat nonton bola" ucap Dafa berbohong, "Gue duluan Tania" lanjut Dafa. "Oke. ati-ati lo Daf" jawab Tania. Dafa langsung mempercepat langkah kaki nya menuju minimarket yang ada di ujung blok rumah nya. "Tania sekarang berubah. Sejak dekat dengan Davin gue di lupain" batin Dafa. Dafa pun sampai di minimarket dekat rumah dan bertemu dengan bagas. "Loh, kok lo gak ikut Tania pergi Daf?" tanya Bagas. "Ngapain gue ikut kak. Jadi obat nyamuk yang ada nanti gue. Sekarang Tania berubah kak. Sejak deket sama Davin gue di lupain. Berangkat ke sekolah aja sekarang mau nya sama Davin" jelas Dafa membuat Bagas tertawa.
__ADS_1
"yah... ada yang cemburu nih liat Tania deket sama Davin" ucap Bagas meledek Dafa. "Apaan sih kak? Siapa juga yang cemburu?" balas Dafa. "Makanya daf, kalo lo suka sama adek gue bilang aja. Jujur gitu. Lo kan temenan sama Tania udah lama masa belum kenal Tania gimana sih. Dia mau nya lo ngomong jujur" tegas Bagas. Dafa terdiam. Dafa berpikir "benar juga yang di katakan kak Bagas. Tapi apa mungkin Tania suka sama gue". Tiba-tiba Bagas mengagetkan Dafa "Woi.. bengong aja. tuh di panggil sama mba kasir nya. Lo mau bayar gak? Kalau gak gue mau bayar." "Eh iya.. maaf mba. semua jadi berapa?" tanya Dafa ke Kasir. Dafa membayar ke kasir lalu berpamitan pada Bagas untuk kembali duluan ke rumah. Dafa bosan di rumah, dia mengeluarkan ponsel nya dan melihat jam baru pukul 20.30 wib. Dafa berjalan menuju tempat roti bakar di dekat minimarket sana. Sampai di tempat roti bakar Dafa duduk di sana dan memesan menu nya. Tiba-tiba ada seorang wanita separuh baya mendekatinya. "Hai! Kamu Dafa kan?" tanya wanita itu. "hhmm... iya tante. Saya Dafa. Kok Tante bisa kenal sama saya?" jawab Dafa pada wanita itu. "Kenalkan saya pemilik Cafe ini. Nama saya Erika" menjulurkan tangan nya pada Dafa. "Teman kamu kemana? kok sendirian saja?" lanjut Erika bertanya pada Dafa. "Teman saya yang mana ya Tante?" tanya Dafa. "Itu loh anak perempuan yang suka bareng-bareng sama kamu. Yang rambut panjang" jawab Erika. "Oh... Tania. Dia tidak ikut tante. Lagi pergi kencan. hehehe" jawab Dafa sambil tertawa menahan sakit hati nya. "Ya ampun tante kira dia pacar kamu. Soalnya kalian akrab banget" ucap Erika. "Bukan tante. Saya hanya sahabat nya dari kecil. Karena dari kecil Tania tidak ada yang mau berteman dengannya. Takut mereka dengan Tania" jawab Dafa sambil menunggu pesanan nya datang.
__ADS_1
Pesanan Dafa datang, Erika langsung mengalihkan pembicaraan nya "Hayuk... di makan. Nanti keburu dingin gak enak. Salam ya buat teman kamu si manis itu" ucap Erika membuat Dafa tersenyum dan menjawab "Baik tante. Nanti saya sampaikan salam nya"
__ADS_1