Air Mata Tania

Air Mata Tania
Aku Kangen Sama Kamu


__ADS_3

"Dafa... lo mau bantuin gue gak?" tanya Tania pada Dafa. "Kenapa Tan? Kalau gue bisa gue bantuin lo!" jawab Dafa. "Hhhmmm... Daf, gue pengen cari tahu tentang Tante Erika sama gue juga cari tahu ada hubungan apa antara Davin dan Jehan!" ucap Tania. Dafa terkejut mendengar ucapan Tania. "Tapi Tan, lo harus izin dulu sama kak Bagas. Gue gak mau ada kesalahan nanti nya Gue tahu lo sahabat gue. Tapi gue gak mau terjadi sesuatu lagi sama lo. Mungkin untuk Davin dan Jehan gue bisa bantuin lo, Tapi untuk yang satu lagi lo harus ngomong sama kak Bagas. Oke!" jawab Dafa. Tania termenung dan memikirkan kata-kata Dafa. Tak lama kemudian Reno datang kembali dan masuk ke kamar Tania.

__ADS_1


"Tania, kamu sudah makan bubur nya? Kamu harus minum obat loh" ucap Reno sambil masuk ke kamar Tania dan mendekatinya. "Sudah. Ini Dafa sedang menyuapi saya." jawab Tania sedikit cuek. Reno mendekati Tania dan menarik kursi untuk duduk sebelah Dafa. "Sini Daf, saya saja yang menyuapi Tania. Terima kasih ya" ucap Reno. "Tidak, tidak perlu kamu yang menyuapi saya" ketus Tania. Dafa yang melihat ketidaksukaan Tania pada Reno langsung mengajak Tania bercanda. "Eh Tan, lo tau gak? Pas lo gak masuk ada yang kangen sama lo loh.. Hehehe" Canda Dafa sambil terkekeh. "Siapa Daf? Paling juga lo yang kangen sama gue!" sindir Tania. "Bukan lah! ngapain juga gue kangen sama lo. Gue kangen sama yang ada nanti lo ge er. Hahahaha..." ucap Dafa. Tania melotot pada Dafa. "Lo tau kan si oon yang pake kacamata? dia katanya kangen sama lo.. hahahaha" jawab Dafa. "Sue lo Dafa! Gue kira siapa yang kangen sama gue!" ucap Tania. Tiba-tiba Reno spontan bicara "Aku juga kangen sama Kamu, Tania". Tania langsung terbatuk seperti tersedak mendengar ucapan Reno. "Minum Tan" ucap Dafa memberi minum pada Tania. Hati Dafa ada perasaan semacam mengganjal tapi dia sendiri tidak tau itu apa. Apa karena perkataan Reno dia menjadi seperti ini??

__ADS_1


Malam nya infusan di tangan Tania sudah di copot oleh dokter. Keadaan Tania masih lemas tapi demam nya sudah turun. Dokter juga sempat memberikan cairan infusan vitamin untuk Tania agar tubuh nya tidak terlalu lemah. Orang tua Bagas kembali dari luarkota. Sang ayah bertanya pada Bagas "Kak, adik mu mana? Ayah kangen sama dia. Dia baik-baik saja kan?". "Ada yah di kamar. Dia sedang mengobrol dengan Dafa dan juga Reno. Ayah masih ingat dengan Reno?" jawab Bagas dan dia pun bertanya. "Owh iya ayah ingat. Dia teman kamu kecil kan? yang sering nemenin Tania dulu?" jawab sang Ayah. "Iya yah" jawab Bagas.

__ADS_1


"Eh ada nak Dafa. Apa kabar kamu?" tanya ayah Tania. Dafa menjabat tangan ayah Tania dan berkata "Baik om. Om apa kabar?". "Baik Dafa" jawab nya. "Ini teman nya Bagas ya? Reno?" tanya sang ayah. "Iya om. Sudah lama tidak bertemu sama om. Om apa kabar?" tanya Reno sambil menjabat Tangan ayah sahabat nya itu. "Baik nak Reno. Iya nih, kamu kemana saja?" tanya sang ayah kembali. "Dulu saya sempat pulang kampung karena ibu saya sakit keras om. Tapi sekarang saya kembali lagi ke Jakarta untuk merantau" jawab nya. "Oh.. Baiklah. Kalian ngobrol saja. Om tinggal dulu ya. Mau mandi" ucap Ayah Tania. "Tania, ayah istirahat dulu ya. Besok kita pergi rame-rame" tambah sang ayah. Ayah Tania pun pamit dan keluar dari kamar Tania. Dia merasa ada yang di tutupi oleh Bagas. Tapi dia tidak tahu apa itu. Dia harus bertanya pada Bagas untuk bau obat dan infusan di kamar Tania. Tapi jangan sampai sang istri tahu, karena akan panjang urusan nya.

__ADS_1


__ADS_2