
Davin dan Reno pergi menuju kamar Jehan. Ketika membuka pintu kamar Jehan sedang menatap keluar jendela. Tatapan nya kosong. Seakan dia tahu kalau dia mengalami keguguran pada janin nya. "Jehan" panggil Davin. Mendengar suara Davin airmata Jehan menetes kembali. "Mau apa kamu ke sini Davin? Kan sudah aku bilang aku sedang mau sendiri" ucap nya. "Jehan, ini saya Reno. Apa kamu baik-baik saja?" sahut Reno. Jehan pun menoleh ke arah suara tersebut. "Loh, Bapak. Kenapa bapak ada di sini?" tanya Jehan. "Ya seperti kamu tahu saya adalah om nya Davin. Dan kebetulan saya melihat Davin kemarin di ruang UGD. Davin menceritakan semua nya. Kamu harus tenang ya Jehan. Saya tidak akan memberitahukan apapun pada ibu mu. Karena saya paham dengan kondisi ibu mu. Sekarang yang terpenting kamu sembuhkan luka-luka kamu, kamu harus banyak istirahat. Biar Davin yang merawat kamu" ucap Reno pelan pada Jehan.
__ADS_1
"Tapi pak, saya seperti ini karena Davin. Saya sudah mengingatkan Davin supaya tidak ikut balapan itu. Tetap saja dia tidak peduli pada ucapan saya" isak Jehan semakin terdengar. "Ya memang aku salah Jehan. aku minta maaf sama kamu, tapi kamu kenapa tidak bilang sama aku kalau kamu mengandung anak ku?" tanya Davin mendekat pada Jehan dan mencoba memeluk nya. "Kamu.. darimana kamu tahu kalau aku hamil. Dan Pak Reno pun tahu akan hal ini?" tatap Jehan penuh arti. "Karena setelah kecelakaan itu kamu mengalami pendarahan yang membuat janin dalam kandungan mu...". "Berhenti jangan di teruskan lagi Davin. Cukup, aku sudah tahu" potong Jehan sebelum ucapan Davin selesai. "Aku mau bertanggungjawab dengan semua Jehan. Karena aku benar-benar sayang sama kamu Je. Aku mohon beri aku kesempatan lagi buat menebus semua nya. Saat kita lulus sekolah aku janji akan melamar mu" ucap Davin terhadap Jehan. Reno yang mendengar hanya dapat menganggukkan kepala pelan memberi tanda bahwa ucapan Davin benar adanya. Davin memeluk tubuh Jehan, dan airmata Jehan terus menetes tanpa henti. "Maafkan aku Je. Aku sayang sama kamu. Sekarang aku akan merawat kamu biar kamu bisa cepat sehat kembali" ucap Davin.
__ADS_1
"Om permisi dulu ya Davin. Jaga Jehan baik-baik. Kalau perlu sesuatu kamu bisa kirim chat ke om" ucap Reno pada Davin. "Jehan kamu harus tenang, ikutin semua petunjuk dari dokter, minum obat nya yang teratur ya. Biar kamu juga cepat sehat lagi. Kalian sebentar lagi akan ujian naik kelas loh" tambah Reno pada Jehan. "Om, terimakasih ya. sudah bantu aku buat Jehan tenang dan mengerti semua nya. Om juga, jangan nakal sama pasien di sebelah. Hahahaha" ledek Davin pada om nya membuat Jehan bingung. "Hus kamu ini Davin. sudah jaga Jehan sana. Suapin dia, kasihan dia baru sadar setelah operasi belum di kasih makan" ucap Reno kembali. "Pak Reno, terimakasih ya. Saya janji akan cepat sehat" Jehan berkata pada Reno. Reno hanya membalas dengan senyuman nya. Reno pun keluar dari ruangan Jehan untuk menuju ruangan Tania. Kamar mereka hanya bersebelahan. Dalam hati Reno ragu apakah dia harus memberitahukan Tania bahwa Jehan dan Davin kecelakaan. Tapi jika Tania tahu apa akan pengaruh pada kesehatan nya lagi?
__ADS_1