Air Mata Tania

Air Mata Tania
Tania Drop


__ADS_3

Dokter yang menangani Tania datang memeriksa keadaan Tania. "Denyut nadi Tania rendah pak. Apakah Tania mengalami sesuatu yang berat?" tanya dokter pada orangtua Tania. "Ya dok. Tadi saya memberitahu sebuah rahasia yang memang seharusnya dia ketahui tapi baru sekarang saya beritahu" jawab ayah Tania. "Saya tidak tahu apakah hal itu penting atau tidak. Saat ini harus benar-benar menjaga kondisi jantung Tania. Dan saya rasa Tania memerlukan perawatan lebih untuk jantung nya, bahkan kalau bisa Tania harus memasang ring" ucap Dokter. Ayah, ibu dan Bagas bahkan Reno langsung terlihat lemas. Mereka tidak tahu harus bagaimana lagi. "Baik dok" jawab Ayah pasrah. Dokterpun keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Yah, bagaimana ini? Apakah kita harus ikuti kata-kata dokter dengan memasangkan ring pada jantung Tania?" tanya ibu. "Apa Tania kita bawa saja yah untuk berobat keluar negeri? yang bisa menyembuhkan jantung dan kelainan darah yang di derita Tania?" tambah Bagas. Mereka sangat khawatir dengan Tania. Terlebih Reno. Reno tidak bisa berpisah dari Tania, karena dia sangat sayang dengan Tania. Dia ingin selalu ada di samping Tania dan menemani Tania. "Ren, gimana menurut lo?" tanya Bagas. Reno masih larut dalam lamunan. Bagas yang memperhatikan Reno langsung membuat nya terkejut "Reno, lo kenapa sih?" tanya Bagas kembali.

__ADS_1


Ponsel ayah berdering dan ayah melihat panggilan dari erika "Erika menelepon bu" ucap Ayah memberitahu Ibu. Panggilan terputus dan tak lama ponsel ayah pun berdering kembali dan itu pun dari Erika. "Angkat saja yah. Tapi jangan bilang bahwa Tania drop" ucap Ibu. Dengan berat hati ayah mengangkat telepon masuk dari Erika. "Mas, tadi menghubungi saya kenapa? apakah Tania baik-baik saja? saya ingin bertemu dengan Tania mas" pertanyaan Erika terus-menerus mengenai Tania. "Sabar erika.., saya akan jelaskan keadaan Tania. Sekarang nyalakan kamera mu" perintah ayah. Erika pun mengaktifkan kamera nya dan melihat keadaan Tania yang di kiranya sedang tertidur. Di samping Tania dia melihat istri mas jefri. "Mas, apakah Tania baik-baik saja? apakah saya boleh bertemu dengan nya? saya mohon mas" ucap Erika memelas dengan airmata yang menetes setelah melihat keadaan anak nya. "Maaf Erika, untuk saat ini kamu belum bisa bertemu dengan Tania. Tania baik-baik saja sekarang. Lebih baik kamu banyak mendoakan Tania agar ia cepat segera sembuh. Jangan khawatir ada saya, mas jefri dan Bagas yang akan menjaga, melindungi dan menyayangi Tania" ucap Ibu Tania yang mengambil ponsel ayah. Ibu menahan airmata nya agar tidak terlihat mencurigakan oleh Erika. "Mba, apakah benar Tania baik-baik saja? izinkan saya untuk melihat nya mba" paksa Erika. "Insya allah Tania akan sembuh. kamu doakan saja. untuk saat ini Tania belum dapat di jenguk. Mohon pengertian kamu Erika. Saya matikan ponsel nya ya" tegas ibu. "Jangan di matikan mba. Biarkan saya melihat Tania sebentar lagi" ucap Erika. "Nak, maafkan mama ya. mama bukan mama yang baik buat kamu. Mama sudah mengecewakan kamu. Semoga kamu cepat sehat kembali ya nak" tambah erika dengan ucapan terbata-bata karena sambil menangis. Ibu yang mendengar ucapan nya erika langsung mematikan ponsel nya lalu menangis kembali. Ayah mencoba menenangkan ibu dengan pelukan nya. "Sabar bu, kita sama-sama mendoakan Tania ya bu agar cepat sadar" ucap Ayah.

__ADS_1


__ADS_2