
Sebelum sampai rumah Bagas menoleh ke belakang. Dia melihat Dafa masih mengikuti nya. Bagas berhenti di taman dan memanggil Dafa. "Ngapain lo masih ngikutin gue?" tanya Bagas. "Jujur kak, sekarang gue lagi bingung dengan apa yang terjadi, dengan apa yang lo ucapkan tadi, dan yang Davin ucapkan tadi" jawab Dafa. Bagas mencoba mengontrol emosi nya. Dia mencoba menarik napas dalam-dalam dan menahan emosi nya. "Sini duduk lo mau tau kan apa yang terjadi" tanya Bagas. "Iya kak gue mau tau. Karena gue bener-bener gak ngerti ada apa sebenernya!" jawab Dafa. "Tapi sebelumnya lo harus janji sama gue lo gak boleh ngomong apapun sama Tania! Kalau sampai rahasia ini bocor lo harus tanggung jawab. Ngerti?" ucap Bagas sedikit mengancam Dafa. Dan Dafa hanya menganggukkan kepala saja.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya Tania itu bukan adik kandung gue. Tania itu di berikan oleh Tante Erika kepada nyokap gue saat nyokap gue dulu keguguran dan di angkat rahim nya. Tante Erika adalah ibu kandung Tania. Dia memberikan Tania ke nyokap gue karena dia takut tidak dapat membesarkan Tania. Sedangkan sejak masih bayi Tania mempunyai kelainan penyakit bawaan. Saat itu Tante Erika yang hanya seorang diri tidak sanggup untuk membiayai Tania. Tante Erika berjanji tidak akan memberitahu Tania bahwa dia orang tua nya. Maka dari itu Tante Erika setelah memberikan Tania ke nyokap gue, dia pergi ke Riau. Dan di sana yang gue tahu dia menikah dan mendapat seorang anak laki-laki. Lalu dia kembali ke Jakarta buka Cafe yang lo bilang di depan komplek itu. Orang tua gue tau Tante Erika kembali dan membuka Cafe di sana, makanya gue di suruh mengawasi Tania dan gerak-gerik Tante Erika" cerita Bagas membuat Dafa tertegun mendengar nya. "Jadi benar Tania bukan adek lo kak? Pantes saja wajah Tania dan tante Erika begitu mirip" ucap Dafa.
__ADS_1
"Ya memang Tania sangat mirip dengan tante Erika. Tapi sayang fisik nya Tania tidak sekuat ibu kandung nya. Sejak di angkat oleh nyokap gue sudah berbagai pengobatan di berikan kepada Tania. Makanya nyokap merasa putus asa saat Tania sulit untuk di sembuhkan dan Tania ingin di kembalikan ke Tante Erika. Tapi gue sama bokap gue melarang nya. Kami sudah sangat sayang dengan Tania. Dan gue janji sama nyokap gue kalau akan menjaga dan menyayangi Tania seperti adik gue sendiri. Saat itu nyokap marah, makanya nyokap selalu saja bertengkar dengan Tania" jelas Bagas kembali. "Kak, gue janji gue gak akan ngomong apapun dengan Tania. Gue cukup tahu dan sekarang gue ngerti gimana perasaan lo. Terlebih saat Tania waktu itu hujan-hujanan dan sakit. Maafin gue ya kak." jawab Dafa. "Awalnya gue percaya dengan Reno bisa menjaga Tania. Karena waktu dulu Tania sangat dekat dengan Reno. Mereka akrab sekali. Tapi Reno sempat menghilang dan itu membuat Tania jatuh sakit selama 1 bulan dia di rawat. Gue sempet tidak bisa memaafkan Reno, tapi setelah gue tahu alasan Reno pergi gue berusaha memaafkan dia" jelas Bagas pada Dafa. "Tapi sekarang apa Reno dan Tania dekat kembali kak?" tanya Dafa. "Gue gak tau. soalnya Tania agak keras kepala. susah untuk dia menerima orang yang sudah membuat dia kecewa" jawab Bagas. Dafa pun akhirnya tahu kenapa Bagas kesal dan marah pada nya ketika membawa Tania ke Cafe depan komplek. "oke Dafa. Sekarang lo tau kan alasan nya dan cerita nya apa. Jadi gue mohon lo jaga Tania sama seperti gue ngejaga dia" ucap Bagas kemudian di balas anggukan kepala Dafa menandakan dia mengerti dan paham. "Kak, maaf ya tadi lo jadi tahu kelakuan Davin. Gue bingung mau jelasin bagaimana ke Tania masalah Davin" cerita Dafa. "Gue udah liat itu sejak pagi di sekolah saat bersama Tania. Tania juga sudah melihat Davin ngobrol sangat dekat bahkan lebih dekat dari Davin dan Tania tadi di sekolah. Makanya Tania tidak masuk sekolah. Karena gue yang ajak dia bolos. hahahaha... ya sudah besok coba lo ke rumah, lo ngomong ke Tania. Tenang nanti gue bantuin" ucap Bagas membuat Dafa pun tersenyum. Setelah selesai bercerita mereka pun berdua berjalan pulang.
__ADS_1