Air Mata Tania

Air Mata Tania
Bertemu sebelum Terbang (1)


__ADS_3

Keesokan hari nya Reno sudah menjemput Tania untuk bertemu dengan ibu kandung nya. Ayah Tania sudah pergi ke kantor karena ada dokumen yang harus ia tandatangani sebelum berangkat mengantarkan putrinya. Di rumah hanya ada Bagas dan Ibu Tania. "Nak Reno tunggu dulu ya di sini. Tante akan panggilkan Tania" ucap Ibu Tania pada Reno di ruang tamu. "Ya baik tante" jawab Reno sangat sopan.

__ADS_1


Ternyata Bagas sudah terlebih dahulu memapah Tania keluar pintu kamar sebelum Ibu Tania ke kamar nya. "Tania apa kamu yakin bertemu dengan Erika?" tanya Bagas dengan hati-hati. "Ya kak. Bagaimanapun Tante erika yang sudah mengandung dan melahirkan aku. Pasti dia pun mau bertemu dengan ku, anak kandung nya" jawab Tania dengan sedikit kesedihan. "Kamu sedih Tania? Jangan sedih dek, kami semua sayang padamu" ucap Bagas pada Tania dengan mengusap setetes airmata yang jatuh di pipi Tania. Tania pun tersenyum. "Loh, ibu mau kemana?" tanya Tania saat bertemu dengan ibu yang sedikit lagi sampai kamar Tania. "Baru saja ibu mau memapah kamu nak. Reno sudah menunggu kamu tuh" jawab Ibu menimpali Tania.

__ADS_1


Tania, Bagas dan Ibu pun menuju ruang tamu. "Kak, rapi banget. Mau ketemu siapa?" ledek Tania melihat Reno dengan tampilan yang rapi. "Habis anter kamu, aku mau pergi" jawab Reno gantian meledek Tania. Tania menjadi penasaran dengan ucapan Reno. "Memang dia mau kemana? Kenapa rapi sekali penampilan nya hari ini?" batin Tania. "Kamu sudah siap? Mau berangkat sekarang?" tanya Reno membuyarkan lamunan Tania. "I.. iya kak. Aku sudah siap" jawab Tania. "Nak Reno, tolong jaga Tania ya" ucap Ibu pada Reno mengingatkan kalau Tania tidak boleh stress. "Baik Tante. Jangan khawatir" jawab Reno sambil berpamitan. Bagas hanya tersenyum melihat kelakuan teman nya itu. Tania dan Reno pun berangkat ke Cafe untuk bertemu Erika.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam Cafe dan ketika Erika melihat kedatangan Tania langsung ia berdiri dan berjalan ke arah Tania. "Tania.." panggil Erika sambil memeluk Tania. Airmata Tania menggenang, tubuh nya kaku saat Erika memeluk dirinya. Genggaman tangan Reno pun terlepas dari tangan Tania. Sementara Erika menangis sambil memeluk Tania berkata "Nak, kamu sudah besar. Maafkan mama selama ini yang tidak merawat kamu. Maafin mama karena mama bukan orangtua yang baik untuk kamu". Airmata Tania pun mengalir mendengar perkataan Tania. Reno yang menyaksikan ini menghindar ke meja sebelah meja Tania. Reno pun ikut terbawa suasana, tanpa sadar dia meneteskan airmata. "Seandainya tante Erika tahu bahwa Tania besok sudah tidak ada di sini melainkan dia terbang untuk melakukan pengobatan keluar negeri. Pasti tante Erika memaksa untuk ikut" batin Reno.

__ADS_1


__ADS_2