
Tania memandang wajah Reno. Wajah yang mempunyai paras tampan itu membuat jantung Tania seketika berdegup kencang. Wajah Tania memerah. Reno yang melihat wajah Tania seperti itu langsung cemas "Kamu baik-baik saja kan? Badan mu panas ya? Kok wajah mu memerah seperti itu?" tanya Reno. "Tidak. Aku baik-baik saja!" jawab Tania mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Reno dengan sigap memegang dahi Tania dengan Telapak tangan nya, tapi Tania menghindar. Tangan Reno langsung memegang wajah Tania dan membalikkan agar melihat nya. "Kamu suka sama aku Tan?" tanya Reno dengan percaya diri. Tania hanya diam membisu. Seketika Reno mencium kening Tania dan membuat wajah Tania bertambah merah. "Apaan sih kamu?" jawab Tania. "Jujur Tania. Aku sayang sama kamu. Aku ingin kita seperti waktu kecil. Kamu selalu bersama ku dan cerita sama aku. Aku gak ingin jauh lagi dari kamu" ucap Reno membuat Tania menundukkan wajah nya.
__ADS_1
"Tapi..." belum selesai Tania bicara Bagas masuk ke kamar Tania. "Tania kenapa bro?" tanya nya pada Reno. "Gak tau nih. Tiba-tiba saat gue suapi dia sup muka nya memerah. G pegang dahi nya juga gak panas biasa saja" jawab Reno. "Dek, udah makan nya? Ayah minta aku ajak kamu keluar agar kita bisa ke rumah sakit" ucap Bagas. "Kak, tapi gue takut. Gue gak mau di rawat lagi. Lo kan tau kak kalau gue di rawat Ibu pasti akan tambah marah sama gue" airmata Tania menetes. Bagas memeluk Tania "Sudah dek jangan nangis. Kan ada ayah, kakak sama sahabat kamu. Ada Reno juga kan". Tania melihat kakak nya "Kak, lo akan nemenin gue kan? Gue takut" tanya Tania. Bagas menganggukkan kepala nya. "Aku juga akan nemenin kamu Tania" menyusul Reno. "Lo jangan buat adek gue nangis en sakit lagi ya. Awas lo gue hajar" ancam Bagas pada Reno. Reno hanya tersenyum dan berkata "Sabar bro. Kali ini gue janji gak akan ninggalin Tania lagi. Gue sayang sama adek lo. Gue akan nungguin adek lo sampe dia bisa terima gue en maafin gue". Tania mendengar nya langsung terbatuk. "Ayo dek kita keluar. Ayah udah nungguin kita di garasi. Reno, u ikut gue atau bawa motor bonceng Dafa?" tanya Bagas pada sahabat nya. "Gue naik motor aja Gas. Nanti gue ikutin lo dari belakang, Oke." jawab Reno.
__ADS_1
Tania pun di papah oleh Bagas agar dia bisa berjalan menuju mobil. Di ruang tamu Ibu sengaja menunggu Tania keluar kamar. Setelah Tania keluar sang Ibu berkata "Tuan Putri kenapa? Sakit lagi? Lebih baik dari awal saya tidak mengasuh kamu!". Perkataan Ibu yang demikian membuat Tania terkejut dan meneteskan airmata. Bagas yang mendengar nya pun berkata "Bu, cukup. Tolong Bu. Tania sedang sakit dia memang butuh perawatan. Bagas mohon sekali sama Ibu agar Ibu tidak berkata seperti itu.." Bagas berlalu membawa Tania ke mobil. Tania menangis tak henti hingga Ayah bertanya pada Bagas "Adik mu kenapa Gas? Ada apa sebenarnya?". Bagas terdiam lalu berkata "Tadi ibu menyindir Tania lagi yah. Ibu berkata kalau seharusnya ibu tidak mengasuh Tania dari awal". Ayah mendengar nya langsung merasa bersalah pada Tania. "Nak, kamu jangan dengar perkataan Ibu mu ya. Ibu sayang kok sama Tania" ucap Sang Ayah. "Sekarang kita ke rumah sakit biar kamu dapat perawatan jadi kamu bisa sembuh ya sayang" tambah sang Ayah. Tania mencoba tersenyum setelah mendengar perkataan ayah, tapi air mata nya tetap saja mengalir sampai akhirnya dia tertidur di dalam mobil selama perjalanan.
__ADS_1