Air Mata Tania

Air Mata Tania
Tania Segera Di Operasi


__ADS_3

Keesokan paginya, perawat yang sedang memeriksa kondisi Tania terkejut melihat jari-jari Tania bergerak. Perawat itu langsung memanggil dokter jaga untuk memeriksa nya. Orangtua Tania, Tante Erika, Bagas dan juga Reno melihat dokter memeriksa kondisi Tania. Alat-alat yang di pasang di tubuh Tania pun di lepas. Keluarga Tania pun bingung kenapa semua di lepas. Apakah Tania sadar? Atau kemungkinan terburuk Tania...?

__ADS_1


Setelah memeriksa kondisi dan melepaskan alat dari tubuh Tania, dokter pun menemui wali pasien. Ayah Tania pun bertanya mengapa alat-alat di tubuh Tania di lepas? Apakah Tania baik-baik saja? Dokterpun menjelaskan bahwa Tania sudah berhasil melewati masa-masa kritis. Ayah pun mengucap syukur Alhamdulillah. Dokter berkata bila kondisi Tania semakin membaik akan segera di lakukan operasi pemasangan ring pada jantung nya. Ayah yang mendengar ini langsung menyetujui sang dokter dan langsung bergegas memberitahu kabar mengenai Tania kepada semuanya. "Ibu, Bagas, Reno, Erika... Tania..." ucap Ayah belum selesai sudah di potong oleh Ibu. "Tania kenapa yah? kenapa alat-alat nya di lepas?" tanya Ibu mendesak. "Sabar bu. Ada yang mau ayah jelaskan. Tania sudah melewati masa kritis nya. Oleh karenanya dokter melepas alat-alat di tubuh Tania dan hanya memasang oksigen. Dan dokter juga bilang bila kondisi Tania terus membaik, ia akan segera melakukan operasi pada Tania" jawab Ayah. Ibu, Bagas, Reno dan juga Erika bersujud syukur Alhamdulillah atas mukjizat yang di berikan Allah kepada Tania sehingga Tania melewati masa-masa kritis nya.

__ADS_1


Mereka pun tersenyum dan menangis bahagia karena kabar dari Ayah. "Semangat sayang. Aku yakin kamu pasti pulih kembali" batin Reno. "Alhamdulillah ya Allah adik ku sadar. Semoga nanti dia bisa segera di operasi" batin Bagas. Mereka semua berdoa untuk kesembuhan Tania. Erika masih meneteskan airmata bahagia nya. Dia sangat-sangat bersyukur pada Allah bahwa anak nya sudah dapat melewati masa kritis. Erika meminta izin pada mas jefri untuk melihat Tania ke dalam ruangan tapi segera di larang. "Maaf erika untuk sekarang ku mohon jangan dulu. Tunggu Tania di pindahkan ke ruang rawat biasa saja erika" ucap Ayah Tania. Erika hanya menganggukkan kepala nya meski berat rasanya. Padahal ia ingin memeluk Tania, mencium Tania. Karena Erika sangat kangen pada anak nya. Tapi dia tahu bahwa Tania baru sadar dan belum boleh bertemu dengan banyak orang.

__ADS_1


"Ayah, Aku antar Reno dulu ya ke bandara. Kasian takut dia nyasar" ucap Bagas pada ayah nya sambil meledek Reno. "Enak aja lo, Gas. Bohong om. Saya bisa kok sendiri. Emang Bagas nya aja tuh lagi genit mau..." belum selesai Reno bicara Bagas langsung menutup mulut nya dan menarik tangan Reno untuk segera keluar dari ruangan Tania. "Dadah ayah... ibu... Tania" ucap Bagas sambil berlalu membawa Reno.

__ADS_1


__ADS_2