
Reno telah sampai di Ibukota. Dia juga memulai aktivitas nya seperti biasa. Reno mendapat kabar bahwa hari ini Tania harus di operasi. Reno hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kekasih nya itu. Davin dan Dafa mencari tahu tentang keadaan Tania dari guru mereka. "Pak, bagaimana keadaan Tania?" tanya Dafa. "Kondisi Tania sempat mengalami koma. Tapi sekarang dia baik-baik saja. Doakan saja yang terbaik buat Tania karena hari ini Tania menjalani operasi jantung. Semoga dia sehat kembali dan dapat kembali ke Tanah Air" jawab Reno. "Ya Allah... Gue sebagai sahabat nya aja gak tau apa-apa. Sahabat macam apa gue sih" umpat Dafa pada diri sendiri. "Yee... lo gimana sih Daf?" ledek Davin. "Sudah... sudah... kalian berdua jangan adu argumen. Sekarang kalian Doakan saja yang terbaik buat teman kalian itu" ucap Reno pada Dafa dan Davin. "Vin, gimana keadaan Jehan sekarang? Apakah membaik?" tanya Reno. "Hhhmmm..." Davin tidak dapat menjawab. "Kenapa?" tanya Reno kembali. "Jehan sekarang sedang di tangani Psikolog. Sejak kejadian itu Jehan hanya diam. Ketika saya menemani dia ke dokter saja, dia tidak banyak bicara" jawab Davin kembali.
__ADS_1
"Kalian sebentar lagi akan semester akhir di kelas 3 kan. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baik nya agar kalian lulus dengan baik. Davin dapat kerja dan kuliah, Dafa juga bisa kuliah dengan baik. Tolong jangan membuat kegaduhan lagi dengan perilaku kalian" nasihat Reno pada Dafa dan Davin. Mereka hanya menganggukkan kepala nya. "Kamu jadi kerja di tempat papa mu, vin?" tanya Reno kembali. "Jadi Pak, setelah itu saya akan menikahi Jehan bila kondisi Jehan sudah mulai stabil" jawab Davin. "Kalau kamu Dafa? Kamu akan kuliah di mana?" tanya Reno pada Dafa. "Saya mau ambil jalur beasiswa Pak di universitas negeri. Doakan saja pak semoga lulus dengan hasil yang baik" jawab Dafa. "Aamiin.." jawab Reno dan Davin kompak. "Ya sudah kalian kembali ke kelas. Jika ada yang bertanya mengenai Tania kalian jawab saja minta doanya yang terbaik untuk Tania. Oke!" ucap Reno kembali dan dua anak didik nya itu menganggukkan kepala.
__ADS_1
Tak lama ponsel Reno pun berdering. "Assalamualaikum... Iya Bagas. Bagaimana dengan Tania? Apakah semua nya berjalan lancar?" tanya Reno. Di sebrang sana Bagas hanya terdiam. Hanya terdengar suara isak tangis dari seorang wanita. "Bagas... Bagas... lo baik-baik aja kan? kondisi Tania baik-baik aja kan? Lo jawab gue dong Bagas. Jangan lo diem aja" ucap Reno panik tetapi Bagas tidak menjawab Reno lalu mematikan ponsel nya. Reno panik. Dia takut akan kehilangan Tania. Ada apa ini sebenarnya. Kenapa Bagas tidak menjawab ponsel nya? Reno sangat panik dengan semua nya.
__ADS_1