
Setelah mendonorkan darah nya, Papa dan Davin kembali ke ruang tunggu operasi. "Ma, kita pulang saja ya. Biar Davin yang berjalan di sini. Davin harus belajar bertanggungjawab dengan perbuatan nya" ucap sang papa. "Iya ma. Papa benar. Biar Davin yang menjaga Jehan. Mama dan Papa pulang saja untuk istirahat" jawab Davin. Mama melihat Davin dengan penuh amarah. Dia mengikuti saran suami nya untuk pulang. Sebelum pulang papa berpesan "Papa sudah membayar biaya rumah sakit Jehan. Kamu jaga baik-baik Jehan". "Baik Pa. Terimakasih" ucap Davin.
__ADS_1
Operasi berjalan sangat lama, Davin tetap menunggu di ruang tunggu. Beberapa saat dokter akhir nya memanggil keluarga Jehan. Davin pun berdiri dan menghampiri dokter. "Pak, pasien sudah selesai di operasi. operasi berjalan lancar. pasien sedang di ruang pemulihan. sebentar lagi kami akan membawa ke ruangan. tolong di jaga jangan sampai pasien berpikir terlalu keras" ucap sang dokter. "Baik dok. Terimakasih banyak dokter" jawab Davin. Davin bergegas menuju ruang rawat Jehan. Ternyata orangtua Davin memberi kamar vip untuk Jehan. Kamar Jehan pun tepat bersebelahan dengan kamar Tania. Tapi Davin tidak tahu kalau Tania di rawat. Davin merapikan ruangan untuk Jehan. Tak lama Jehan di bawa ke ruang inap.
__ADS_1
"Pak, jika nona Jehan sadar tolong di beritahukan ke perawat ya" pinta suster yang membawa Jehan. "Baik sus. Nanti saya akan melapor" jawab Davin. Davin duduk termenung di samping Jehan. Dia melihat wanita yang di depan nya ternyata mengandung anak nya. "Kenapa Jehan tidak memberitahu ku? kalau dia bilang aku tidak akan membawa dia ngebut seperti itu. aku salah" batin Davin. Tak lama kemudian Jehan membuka matanya. "Davin" panggil nya lirih. Davin melihat ke arah Jehan dan tak lama tangan nya menekan tombol untuk memanggil perawat. Perawat dan dokter pun langsung menuju kamar Jehan. "Dok, bagaimana keadaan Jehan?" tanya Davin. "Tenang saja. Operasi nya baik-baik saja. Sebaiknya jangan terlalu banyak bergerak dan berpikir dulu. Dan tolong hindari stress ya. Saya akan meresepi obat biar nanti suster yang akan menjelaskannya. Sekarang istirahat lah" ucap sang dokter. Davin hanya menganggukkan kepala nya saja. Saat dokter dan suster keluar, Davin mencoba bertanya pada Jehan. "Jehan" tanya Davin lembut. "Aku sudah tahu kamu akan bicara apa. Tapi biarkan aku tenang dulu ya Vin. Aku mau menenangkan pikiran ku dulu. Sebaiknya kamu tinggalkan aku sendiri" ucap Jehan. "Tapi Jehan.., baiklah aku akan keluar. bila perlu sesuatu kamu bisa menelepon ku" ucap Davin. Davin merasa lemah tak berdaya melihat Jehan terbaring lemah. Davin melangkah keluar kamar. Dia pergi ke cafetaria untuk meminum sedikit kopi. Reno yang telah kembali ke rumah sakit tak sengaja melihat Davin pergi ke cafetaria. Reno mengikuti Davin. Saat Davin ingin meneguk kopi nya langsung di halangan oleh Reno. "Kamu mau mati? Perut kosong langsung meminum kopi! lebih baik kamu makan daripada minum kopi" ucap Reno membuat Davin terkejut. "Jehan sudah sadar om. Tapi Jehan tidak mau menemuiku" lirih Davin. Reno menyadari bahwa saudara nya ini putus asa akan perkataan dokter. "Vin, kamu masih sangat muda. Kenapa kamu berbuat seperti itu pada Jehan? Kasian dia, Kasian kamu juga" perkataan Reno langsung menusuk hati Davin. "Aku akan bertanggungjawab om. Setelah lulus sekolah aku akan menikahi Jehan. Dan aku akan mencari pekerjaan. Bila perlu aku mau kerja apa saja di perusahaan ayah" Davin berkata pada Reno. "Ya sudah sekarang kamu makan buat tubuh mu juga vin. Setelah itu saya akan temani kamu ke kamar Jehan untuk memberikan penjelasan padanya" ucap Reno. Davin pun mengikuti ucapan Reno. "Om, sedang apa di sini? sampai bawa tas seperti itu? memang om tidak kerja?" tanya Davin penasaran. "Tania. Tania di rawat di sini. Dia drop setelah kejadian dengan kamu dan masalah keluarga nya." jawab Reno. "Tapi kenapa harus om yang menemani? bukannya Tania memiliki kakak? kemana dia?" tambah Davin. "Sudah kamu tidak perlu tahu. Cerita nya panjang. Cape kalau di jelaskan" ucap Reno sambil tertawa. Davin semakin curiga dengan Reno, tapi percuma semakin Davin bertanya semakin Reno tidak akan cerita dan akhirnya dia akan marah.
__ADS_1