Air Mata Tania

Air Mata Tania
Mas Jefri menghubungi Erika


__ADS_3

"Ibu, apakah benar ibu tidak benci Tania? Apakah ibu sayang sama Tania? tanya Tania pada sang ibu. Ibu hanya dapat memandang Tania dengan tatapan kasih sayang layak nya seorang ibu kandung dan memeluk nya. "Ibu sangat sayang sama kamu nak. Ibu tidak mau kehilangan kamu. Ibu tidak ingin kamu di bawa oleh siapapun termasuk ibu kandung mu, Erika" jawab Ibu. Mendengar nama Erika, Tania terkejut. "Maksud ibu siapa? Erika yang punya Cafe itu bu? Yang kata Dafa mirip aku" tanya Tania kembali. Tanpa mengatakan apa-apa ibu hanya menganggukkan kepala sambil mengusap lembut rambut sang anak.

__ADS_1


Bagas kembali ke ruangan bersama Reno. Melihat ibu nya sedang memeluk Tania membuat hati Bagas begitu bahagia. Dia memberikan obat nya pada Reno lalu menghampiri adik dan ibu nya serta memeluk mereka. "Kak" panggil Tania. "Terimakasih sudah menjadi kakak yang baik dan sayang sama aku. Aku sangat bahagia dan sayang sama kakak" ucap Tania. Bagas heran dengan ucapan adik nya. "Kamu ini kenapa sih dek kok ngomong nya gitu?" tanya Bagas. Ayah yang sedang mencoba menghubungi Erika, mendekati bagas dan berkata "Bagas, adik mu sudah tahu kenyataan nya bahwa dia bukan adik kandung mu. Ayah sudah memberitahu nya. Tapi kasih sayang kita semua ke adik mu tak akan pernah berubah". Bagas memeluk Tania dengan erat. "Sehat terus ya adik ku yang bandel. Kakak akan selalu menjaga dan menyayangi kamu bagaimanapun keadaan mu. Ya kalau pria yang sayang sama kamu juga menyakiti kamu, biar kakak yang kasih perhitungan sama dia" ucap Bagas membuat Reno jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Erika tidak bisa aku hubungi bu. Padahal belum lama ini dia menelepon saya menanyakan kabar Tania" ucap sang ayah. "Ya sudah yah, kamu tinggalkan pesan saja untuknya. Minta dia ke jakarta" jawab sang ibu. "Apa kamu sudah siap nak untuk bertemu ibu kandungmu? tanya sang ibu. Tania hanya diam, dia bingung dengan pikiran nya sendiri. Dengan semua kejadian ini membuat Tania tidak bisa berpikir jernih. Dia hanya mencoba mencerna semua nya dan meneteskan airmata. Ibu mengusap airmata Tania "Bu, maafin Tania. Tania rasa Tania belum siap untuk bertemu dengan tante erika. Tania belum mau bertemu dengan nya" airmata terus mengalir di pipi Tania. Ibu terus memeluk erat tubuh Tania dan kemudian Tania jatuh pingsan tak sadarkan diri. "Dek.. Dek... bangun Dek" ucap Bagas khawatir. "Tania... Tania.." teriak Ibu. "Ayah, cepat panggil dokter yah" tambah Ibu mengkhawatirkan kondisi Tania.

__ADS_1


Di dalam kamar seluruh anggota keluarga mencemaskan keadaan Tania. "Kan sudah Bagas bilang jangan memberitahu apapun ke Tania untuk saat ini" ucap Bagas dengan nada sedikit kesal. "Tapi sudah seharusnya Tania mengetahui ini, Bagas. Kita tidak bisa menutupi nya lagi" jawab Ayah. "Tapi sekarang ayah lihat kan kondisi Tania menjadi drop karena mengetahui rahasia ini" Bagas semakin kesal. Reno memegang bahu Bagas dan berusaha menenangkan "Sabar Bro. Kita berdoa saja supaya Tania baik-baik saja".

__ADS_1


__ADS_2