Air Mata Tania

Air Mata Tania
Tania Sakit


__ADS_3

Pulang sekolah dalam keadaan hujan. Tania dan Dafa berteduh dahulu baru melanjutkan perjalanan pulang mereka. "Daf, pernah gak lo kehilangan seseorang dalam waktu yang lama? Tapi setelah bertemu lagi rasa nya canggung banget" tanya Tania pada Dafa. "Gak pernah bertemu lagi sih kalau gue Tan. Karena gue kehilangan seseorang untuk selamanya bukan untuk sesaat. Mungkin waktu lama menurut lo adalah sesaat buat gue" jawab Dafa dengan memerhatikan Tania. Tania tersenyum dan tidak enak hati mendengar jawaban dari Dafa "Sorry ya dafa gue gak bermaksud supaya lo inget lagi". "Iya gak apa-apa Tan. Santai aja. Kenapa sih lo tiba-tiba nanya gitu?" jawab Dafa serius. "Hhhmmm... gak apa-apa sich Daf. Cuma gue nemuin seseorang yang dulu banget pernah gue kenal, yang pernah deket sama gue juga setelah 10 tahun dia hilang, sekarang dia kembali dan rasa nya jadi canggung" ucap Tania sambil mengangkat kedua tangan nya ke arah air hujan. Tania berlari di tengah hujan. "Dafa, pulang yuk. Udah lama gue gak main hujan. Kangen gue sama main hujan gini" ajak Tania membuat Dafa tersenyum melihat tingkah Tania yang seperti anak kecil. "Deg..deg..deg.." detak Jantung Dafa tidak beraturan ketika lihat senyuman Tania saat dia bermain hujan. "Dafa ayo.. kok malah bengong sih" ajak Tania lagi dan kali ini Tania menarik tangan Dafa. Dafa spontan menarik Tania sampai hampir dia peluk "Apaan sih lo Daf. Lepasin gue. Mending lo ikut gue mandi hujan yuk." Tania melepas tangan Dafa. "Sorry Tan. Lo main hujan yang ada sakit aja. Ntar gue yang repot" ucap Dafa menutupi kepala Tania dengan tas nya.

__ADS_1


"Ih.. Dafa sekali-sekali kan gak apa-apa. Kangen gue. Udah yuk" Tania menarik tangan Dafa lagi dan Dafa akhir nya mengikuti Tania main hujan. "Aahh... gue seneng banget.. udah lama banget sih gak kayak gini" bahagianya Tania sampai dia tidak tahu kalau Dafa memperhatikan tingkah laku nya dan itu membuat detak jantung Dafa kembali tidak menentu. "Apaan sih ini. Kenapa detak jantung gue kayak gini saat lihat Tania seperti ini? Dafa lo jangan ngaco. Tania itu sahabat lo" batin Dafa. Mereka sudah hampir sampai rumah Tania, tiba-tiba Dafa berlari mendahului Tania "gue duluan Tania" teriak Dafa membuat Tania bingung. "Dafa kenapa sih? Aneh. Kebelet kali ya. Hahahaha" gumam Tania.

__ADS_1


Tania masuk ke dalam rumah nya dan memanggil si mbak untuk mengambilnya handuk nya "mbak ina tolong ambilin handuk saya dong. mbak.." teriak Tania tapi tidak ada yang menjawab. Tiba-tiba "bruk.. nih handuk lo!" ucap Bagas. "Mandi sana, udah gede masih main hujan" tambah Bagas. "Lho.. lo udah balik kak? Gak jadi pergi sama kak gladis?" tanya Tania tapi Bagas tidak menjawab pertanyaan Tania. Tania pun mengeringkan rambut dan badan nya lalu masuk ke dalam kamar nya. Sebelum masuk ke dalam kamar, Tania melihat ada tamu di ruang tamu belakang tapi dia tidak tahu itu siapa, dia fikir itu kak Gladis jadi dia tidak peduli. Selesai mandi Tania merasa kepala nya pusing. Dia mencoba keluar dan pergi menuju dapur untuk mengambil air hangat. Tapi baru dia mengambil gelas Tania sudah terjatuh pingsan dan gelas yang di pegang nya pecah "pprraangg" membuat Bagas dan tamu nya kaget. Mereka segera berlari ke arah suara dan melihat Tania pingsan di dekat dapur. Bagas meminta tolong Reno untuk mengangkat Tania ke dalam kamar sedangkan Bagas menelepon dokter. Reno segera mengangkat tubuh Tania menuju kamar nya. "Gimana keadaan Tania Ren?" tanya Bagas khawatir. "Badan Tania panas Gas. Lo udah telepon dokter belum Bagas? Kasian ade lo nih!" jawab Reno. "Lagian nih anak sok kuat main hujan-hujanan. Bikin repot aja. Ketahuan ibu yang ada di marahin lagi dia" ucap Bagas membuat Reno bingung. "Kenapa harus di marahin adek lo Gas? kan dia sakit. masa iya di marahin" tanya Reno. "Dulu itu Tania sering sekali sakit-sakitan Ren. Dia sering keluar masuk rumah sakit karena demam tinggi lalu kejang dan langsung kuning badan nya bukan pucat. Makanya tidak ada yang mau berteman sama dia, ketika teman-teman nya tau dia itu mempunyai sakit itu mereka langsung pergi. Cuma Dafa tetangga dekat sini yang mau nemenin dia" jelas Bagas pada Reno.

__ADS_1


__ADS_2