
Setelah mengetahui semua nya Dafa mulai memikirkan Tania. Pikiran Dafa hanya tertuju pada Tania. Dia mencoba menghubungi Tania lewat pesan tapi belum ada jawaban nya. "Ah... mungkin Tania sudah terlelap. Aku tidak sangka ternyata Tania adalah benar anak Tante Erika pemilik Cafe. Kasihan sekali Tania, di buang oleh orang tua kandung nya, seperti tak di anggap oleh ibu angkat nya. Untung saja dia memiliki ayah dan kakak yang baik" batin Dafa. Dafa memainkan ponsel nya tiba-tiba ponsel nya berdering, Dafa melihat ponsel tapi tidak ada nama. Dia malas untuk mengangkat nya. Tapi ponsel nya terus berdering. Akhirnya dia mengangkat ponsel nya. Terdengar suara berat seorang pria dari sebrang sana. "Dafa... ini Reno" ucap nya. Tertegun mendengar nama Reno, Dafa pun segera bertanya "Ya pak. Ada apa ya?".
__ADS_1
"Panggil saya kak saja bila di luar sekolah. Saya mau tanya bagaimana keadaan Tania?" ucap Reno. Dafa ragu menjawab nya. "Daf... Dafa... kamu dengar saya kan?" tanya Reno. "Iya... Ya kak. Tania belum menjawab pesan dari saya. Tapi tadi saya ketemu dengan Kak Bagas. Kata Kak Bagas, Tania baik-baik saja. Dia tertidur saat lelah setelah menangis" Dafa menjelaskan. "Owh... Bagus kalau seperti itu. Dafa... kamu sayang sama Tania?" tanya Reno. Dafa galau menjawab pertanyaan Reno. "Memang kenapa kak? Kok kak Reno tanya seperti itu?" Dafa bertanya kembali pada Reno. "Tidak... aku hanya ingin tahu. Karena kamu selalu menjaga dan melindungi Tania" ucap Reno.
__ADS_1
Keesokan hari nya Dafa mencoba datang ke rumah Tania. Tapi keadaan rumah sangat sepi. Dafa mengetuk pintu pagar rumah Tania yang keluar hanya asisten rumah tangga mereka. "Mbak, ada Tania nya?" tanya Dafa. "Ada mas. Silahkan masuk. Di dalam juga ada mas Reno dan aden Bagas" jawab ART nya. "Terima kasih ya mbak" ucap Dafa pada ART. Dafa pun masuk ke dalam tapi terlihat sepi. "Tania... Kak Bagas.." panggil Dafa. "Aden Bagas ada di kamar non Tania. Masuk saja mas. Non Tania tengah malam tadi badan nya panas tinggi. Aden memanggil dokter dan menginfus nya" ucap ART tiba-tiba. Dafa pun langsung bergegas ke kamar Tania. Dafa terlihat panik setelah mendengar keadaan Tania dari ART. Sesampainya di kamar Tania, Dafa melihat Reno sedang merawat dan menjaga Tania. Di sana hati Dafa terasa sedikit sakit. Dia melihat di samping Reno ada kak Bagas. "Kak, Tania kenapa?" tanya Dafa. "Semalam dia ambil minum lalu tiba-tiba pingsan. Yang nemuin si mbak. Pas di ukur suhu badan nya 40 c" ucap Bagas. Dafa yang melihat situasi sekitar ingin rasanya mengusir Reno dari sana, tapi apa daya Dafa bukan lah siapa-siapa Tania. Dia hanya sahabat Tania. "Tania, tidak di bawa ke RS kak?" tanya Dafa kembali. "Tidak. Gue gak akan kasih dia di rawat di RS. Gue gak mau nanti nyokap gue berkata kasar pada Tania lagi yang menyebabkan Tania tambah stress. Makanya gue minta dokter untuk infus Tania di rumah saja" jawab Bagas.
__ADS_1