
Tania belum juga sadarkan diri. Ia masih di bantu dengan peralatan medis. Reno berkeinginan untuk melihat keadaan Tania ke dalam ruang ICU. Dia meminta izin pada ayah dan ibu Tania. "Om, Tante aku minta izin untuk masuk ke dalam ruangan ICU. Aku akan mencoba memberi semangat untuk Tania, om" ucap Reno. Ayah dan Ibu Tania menganggukkan kepala. Reno pun masuk ke ruang ICU dan membawa kalung yang sebenarnya ia ingin berikan untuk kejutan. Reno masuk dengan memakai pakaian khusus. Dia pun mendekati Tania, menggenggam tangan kekasih itu dan bicara "Sayang, kamu harus kuat. Aku akan selalu ada buat kamu. Aku akan mendoakan mu agar kamu cepat kembali sehat. Dan ini ada kalung yang sengaja aku beli untuk mu. Awalnya aku ingin memberikan kamu kejutan. Tapi malah aku yang di kejutkan sama kamu. Sayang aku pakaikan ya. Semoga kamu suka" Reno meneteskan airmata melihat kondisi Tania sekarang.
__ADS_1
Tania mendengarkan semua perkataan Reno dan meneteskan terus menerus airmata nya. Reno mengusap airmata Tania. "Kamu jangan nangis sayang, Kamu harus kuat. Aku yakin kamu kuat, kamu pasti sehat" ucap Reno sambil mengusap airmata nya Tania dan menahan airmata nya agar tidak menetes. "Aku keluar dulu ya. Gantian dengan om dan tante. Semangat ya Sayang" tambah Reno sambil mengecup punggung tangan Tania dan kening Tania. Reno pun keluar ruangan ICU, dia terisak menangis. Dia mencoba untuk kuat tapi tidak tahan. Akhirnya dia menangis sejadi nya. Bagas datang untuk menenangkan Reno. Bagas mengerti bagaimana hancur nya perasaan Reno melihat Tania yang awalnya sehat minta donat, pas ia kembali Tania Drop dan masuk ke ICU. Bagas menepuk pundak sahabat nya itu. "Bagas, Gue yakin ade lo kuat. Dia pasti sembuh" ucap Reno terbata-bata. "Iya, gue yakin ade gue kuat. Karena dia selalu semangat, selalu bisa menutupi rasa sakit nya" jawab Bagas dengan menitikkan airmata. "Gue pikir tante erika harus tahu keadaan Tania yang sebenarnya. Dia ibu kandung Tania, sudah seharusnya dia tahu semuanya" tambah Reno.
__ADS_1
Bagas hanya bicara dalam hati nya "Tidak. Tidak perlu Erika tahu keadaan Tania. Semua akan berantakan. Erika pasti akan terus menangis tanpa dia tahu kalau itu membuat Tania tambah down". Tanpa di sadari Ayah dan Ibu ada di dekat mereka saat Reno bicara Erika harus tahu keadaan Tania. Ibu tambah menangis saat melihat keadaan Reno yang menangis seperti itu setelah melihat Tania. Ayah berusaha memeluk Ibu dengan hangat. "Percaya, semua akan baik-baik saja. Tania kita akan kembali sehat lagi. Kamu jangan nangis terus kasihan Tania kalau mendengar suara tangisan kita" ucap Ayah mencoba menenangkan Ibu. "Yah, seperti nya benar kata Reno kalau Erika harus tahu keadaan anak nya. Setidaknya kita harus kasih tahu ke dia bahwa Tania sekarang sedang dalam keadaan tidak baik dan sedang dalam perawatan di rumah sakit ini" saran Ibu. "Tapi bu.." Ayah tidak meneruskan kata-katanya. "Tapi apa yah? Aku juga sebagai Ibu pasti akan sangat khawatir mendengar keadaan anak nya seperti itu. Tania yang kita rawat dan besarkan saja, kita merasa seperti hancur. Apalagi Erika yah? Dia Ibu yang telah melahirkan Tania. Membawa-bawa Tania dalam kandungan nya selama 9 bulan. Pasti akan hancur melihat putri nya kalau terjadi apa-apa" ucap Ibu pada Ayah. Ayah memikirkan perkataan Ibu. Perkataan Ibu ada benarnya. "Baik bu, ayah akan mencoba hubungi Erika. Tapi jika dia ingin ke sini, kamu bagaimana? apakah kamu akan baik-baik saja?" tanya Ayah kemudian. Ibu hanya menganggukkan kepala dan menjawab "Ya Ayah. Karena di sini ada orang-orang yang selalu Ibu sayang". Akhirnya ayah pun mencoba menghubungi Erika, Ibu Kandung Tania.
__ADS_1